Konten dari Pengguna

Makna Ritual Cheng Beng, Tradisi Ziarah Kubur Masyarakat Tionghoa

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tradisi ziarah makam oleh etnis Tionghoa atau Cheng Beng. Sumber: Kumparan/Suparta/Acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Tradisi ziarah makam oleh etnis Tionghoa atau Cheng Beng. Sumber: Kumparan/Suparta/Acehkini

Masyarakat Tionghoa memiliki sejumlah tradisi yang diperingati setiap tahun, salah satunya adalah ritual Cheng Beng atau Qing Ming. Ritual ini biasanya diperingati setiap tanggal 4 atau 5 April.

Mengutip buku Etnis Cina Perantauan di Aceh tulisan Abdul Rani Usman (2009:208), Cheng Beng merupakan upacara sembahyang kepada leluhur. Ritual ini menjadi momen untuk membersihkan diri dan mengenang arwah leluhur.

Ritual Cheng Beng

Mengutip Jurnal Makna Upacara Cheng Beng pada Masyarakat Etnis Tionghoa di Medan karya Agung Suharyanto, dkk. (2018:21), seluruh keluarga besar yang berada dalam ikatan leluhur sama akan sembahyang dan ziarah di pemakaman.

Sehari sebelum ritual, mereka akan memasak makanan untuk dipersembahkan kepada leluhur. Makanan yang disajikan tidak boleh dalam kondisi hangat atau panas, melainkan harus dalam keadaan dingin atau normal.

Selain itu, mereka juga menyiapkan barang-barang seperti lilin, dupa (hio), tempat dupa, kertas lima warna (go sek cua), uang akhirat Kimcua dan Gincua, dan lainnya. Ketika sampai di pemakaman, mereka akan membersihkan makam, memberikan sesaji, menghias makam, dan sembahyang.

Setelah melaksanakan ritual, masyarakat Tionghoa akan berpamitan secara bergantian di depan makam leluhur. Mereka juga memanjatkan doa untuk menyampaikan bahwa mereka sudah menuntaskan kewajiban dan hendak pulang ke rumah masing-masing.

Seorang ibu keturunan etnis Tionghoa menyambangi pemakaman anggota keluarganya Foto: Shutter Stock

Makna Ritual Cheng Beng

Prosesi ritual Cheng Beng mengandung makna khusus bagi masyarakat Tionghoa. Tradisi ini menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur.

Pembersihan makam sendiri dilakukan agar leluhur melihat bakti dan penghormatan peziarah, yang merupakan refleksi dari rumah leluhur di akhirat. Sementara itu proses menghias makam menjadi penghormatan kepada leluhur dalam wujud fisik kuburan.

Kemudian, doa dipanjatkan kepada leluhur agar diberikan kemurahan rezeki, panjang umur, dan kesejahteraan. Doa ini juga menjadi harapan agar roh leluhur tetap menyertai dan menjaga mereka selamanya.

Barang-barang yang disajikan bagi leluhur juga memiliki makna tersendiri. Masyarakat Tionghoa percaya bahwa barang-barang itu akan digunakan leluhur untuk memenuhi kebutuhan di akhirat selama setahun atau hingga perayaan Cheng Beng berikutnya.

(GTT)

Frequently Asked Question Section

Apa Itu Cheng Beng?

chevron-down

Cheng Beng merupakan ritual ziarah kubur yang dilakukan oleh masyarakat Tionghoa setiap tahun.

Kapan Cheng Beng Diperingati?

chevron-down

Cheng Beng jatuh pada tanggal 4 atau 5 April. Namun, tradisi ini juga bisa dilakukan 10 hari sebelum perayaan Cheng Beng dimulai.

Siapa yang Melakukan Ritual Cheng Beng?

chevron-down

Cheng Beng dilakukan oleh keluarga besar yang berada dalam ikatan leluhur sama.