Makna Tawadhu dan Keutamaannya Bagi Umat Islam

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Umat Islam dianjurkan untuk memiliki sifat tawadhu dalam kehidupan sehari-hari. Secara etimologi, tawadhu berasal dari kata wadh’a yang artinya merendahkan.
Secara istilah tawadhu adalah perilaku manusia yang mempunyai watak rendah hati dan tidak angkuh. Artinya, tawadhu merupakan lawan dari takabur atau sombong.
Menurut Syekh Ahmad Ibnu Atha’illah, tawadhu merupakan sifat mulia yang lahir dari kesadaran terhadap kebesaran dan kemahakuasaan Allah SWT. Sebagaimana diketahui, Allah adalah penguasa alam semesta yang memiliki kehendak atas makhluk-Nya.
Orang yang tawadhu menyadari bahwa harta, ilmu, dan kecantikan semuanya merupakan karunia Allah. Dalam surat An-Nahl ayat 53, Allah berfirman:
“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.”
Maka tidak pantas bagi umat Muslim untuk menyombongkan diri, padahal kemampuan dan kekuasaan manusia sangat terbatas di hadapan Allah SWT.
Tawadhu sendiri memiliki berbagai keutamaan. Berikut ini adalah beberapa keutamaan sikap rendah hati untuk umat Islam:
Allah Mengangkat Derajatnya
Allah SWT akan memuliakan dan mengangkat derajat orang-orang yang tawadhu. Rasulullah bersabda:
“Oleh sebab itu tawadhu-lah kamu, niscaya Allah akan meninggikan (derajat) mu...” (HR. Dailami)
Mendapat Kasih Sayang Allah
Allah mengasihi semua makhluk yang beriman kepada-Nya, termasuk orang-orang yang bertawadhu. Dalam surat Al Furqon ayat 63 Allah berfirman:
“Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (QS Al-Furqon: 63)
Meniru Sikap Para Nabi
Rendah hati adalah sikap mulia yang dimiliki para nabi. Seperti dikutip dari Syaikh Nawawi Banten, “Sikap merendah termasuk akhlak para nabi, sementara sikap sombong termasuk akhlak orang-orang kafir dan para Fir’aun”.
Dihormati Sesama
Selain mengeratkan hubungan dengan Allah SWT, sikap tawadhu berdampak positif pada hubungan antar sesama manusia. Bukan rahasia lagi bahwa orang yang rendah hati lebih disukai dan dihormati daripada orang yang congkak. Dengan demikian, tawadhu mendatangkan persahabatan.
(ERA)
