Konten dari Pengguna

Makna Tholabul Ilmi Faridhotun Ala Kulli Muslim dan 4 Adab Menuntut Ilmu

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menuntut ilmu dalam Islam. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menuntut ilmu dalam Islam. Foto: Pixabay

Dalam Islam, ilmu akan membawa seseorang kepada hal yang baik seperti mampu membedakan mana yang haq dan batil, mana yang petunjuk dan kesesatan. Selain itu, menuntut ilmu hukumnya adalah wajib bagi setiap Muslim, tidak memandang usia maupun jenis kelamin.

Mengutip buku Jihad Literasi Aktivis Zaman Now oleh Aminah AL-Faruq, kewajiban dalam menuntut ilmu bagi setiap umat Islam ini telah dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Tholabul imli faridhotun ala kulli muslim.

Artinya: “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” (HR. Muslim)

Kewajiban menuntut ilmu dalam hadits di atas adalah ilmu agama yang hukumnya fardhu ‘ain (wajib) dalam hal aqidah, tentang beribadah kepada Allah, halal haram, serta akhlak dan muamalah. Sedangkan menuntut ilmu dalam sosial kemasyarakatan adalah fardhu kifayah, seperti ilmu kedokteran, perbengkelan, tata boga, dan lain-lain.

Di samping itu, menuntut ilmu memiliki keutamaan yang begitu istimewa, salah satunya Allah akan memudahkan baginya dalam mempelajari ibadah yang benar dan berakhlak baik di tengah masyarakat. Kemudian Allah SWT akan memudahkan ia dalam mengamalkan dan menyampaikan ilmu tersebut.

Hal ini sesuai dengan apa yang telah dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW riwayat Bukhari dan Muslim berikut ini:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Man salaka thoriiqon yaltamisu fiihi ‘ilman sahhalallahu bihii thoriiqon ilal jannah.

Artinya: “Barangsiapa yang meniti suatu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah akan memudahkan baginya suatu jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

Selain itu, setiap umat Islam juga perlu memperhatikan adab-adab dalam mencari ilmu yang telah disyariatkan agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat, mudah diserap, dan dapat digunakan dengan baik. Apa saja? Berikut adalah informasi lebih lanjut mengenai adab menuntut ilmu.

Ilustrasi adab menuntut ilmu dalam Islam. Foto: Pixabay

Adab-Adab Menuntut Ilmu

Menurut Al-Imam Fakhruddin ar-Razi yang dikutip melalui laman Nahdlatul Ulama, terdapat beberapa adab atau tata krama dalam menuntut ilmu, antara lain sebagai berikut:

1. Mengabdi dan Bersikap Tawadhu’ (Rendah Hati) Terhadap Guru

Dari kisah Nabi Musa saat menyampaikan maksud bahwa beliau hendak ikut kepada Nabi Khidir dengan kalimat “Bolehkan aku mengikutimu?” terdapat sebuah teladan yang baik sebagai bentuk adab kepada seorang guru.

Artinya, sudah seharusnya bagi seorang murid sebelum menimba ilmu dari gurunya agar meminta izin terlebih dahulu dengan cara mengikrarkan kesediaannya untuk ikut dan mengabdi terhadap apa yang akan diajarkannya. Hal itu adalah salah satu bentuk ketawadhuan atau sikap rendah hati yang begitu agung dari seorang murid.

2. Menyatakan Diri sebagai Murid yang Tidak Tahu Apa-Apa

Dalam menuntut ilmu seorang murid dilarang untuk menyanjung dirinya, bersikap angkuh, atau menampakkan kepintarannya di hadapan sang guru. Jangan menunjukkan diri telah menguasai satu atau beberapa bidang keilmuan tertentu.

Seorang murid harus menampakkan bahwa ilmu yang dimilikinya sangatlah dangkal. Bila perlu puji sang guru sebagai seorang cendikiawan dengan wawasan yang begitu tinggi.

3. Mengakui bahwa Semua Datangnya dari Allah SWT

Dalam menuntut ilmu seorang murid harus meyakini sepenuhnya bahwa seluruh ilmu itu datangnya dari Allah SWT, termasuk ilmu yang dimiliki guru. Seperti yang telah dicontohkan oleh Nabi Musa yang ketika pada saat itu meminta kepada Nabi Khidir agar beliau berkenan mengajarkan sebagian ilmu yang diajarkan Allah kepadanya. Oleh karena itu, sudah seharusnya umat Muslim meyakini hal tersebut, agar apa yang dipelajarinya dari sang guru mendapatkan keberkahan dan keridhaan dari Allah SWT.

Ilustrasi adab menuntut ilmu dalam Islam. Foto: Pixabay

4. Belajar Harus untuk Ilmu, Bukan yang Lain

Umat Muslim yang sedang menuntut ilmu harus mampu memperbaiki niat dan tujuan dalam belajar. Jangan sampai niat belajar itu ditujukan sekadar untuk kemegahan. Berkaitan dengan hal ini Rasulullah SAW bersabda:

“Seluruh amal perbuatan itu tergantung pada niatnya dan setiap orang hanya (akan memperoleh ganjaran) dari apa yang diniatkannya. Oleh karena itu, barangsiapa hijrahnya menuju (keridhaan) Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya itu menuju (keridhaan) Allah dan rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya karena (harta atau kemegahan) dunia yang dia harapkan, atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya itu ke arah yang ditujunya." (HR. Bukhari dan Muslim).

(IMR)