Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Malam Takbiran 2025 Tanggal Berapa? Ini Informasinya
27 Maret 2025 17:30 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Malam takbiran selalu jadi momen yang ditunggu menjelang Idul Fitri. Malam ini biasanya diisi dengan gema takbir dan pawai yang menandai berakhirnya bulan Ramadan.
ADVERTISEMENT
Hari ini, Kamis (27/3), umat Islam sudah memasuki hari ke-27 Ramadhan. Artinya, Lebaran Idul Fitri tinggal beberapa hari lagi. Lantas, malam takbiran 2025 tanggal berapa?
Malam Takbiran 2025 Tanggal Berapa?
Malam takbiran 2025 diperkirakan jatuh pada Sabtu malam, 29 Maret 2025, jika 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri 1446 H ditetapkan pada Minggu, 30 Maret 2025. Namun, kepastian tentang kapan Idul Fitri masih menunggu hasil sidang isbat yang digelar Kemenag pada 29 Ramadan 1446 H atau 29 Maret 2025.
Penentuan malam takbiran sangat bergantung pada hasil rukyat dan hisab untuk melihat posisi hilal. Jika hilal terlihat pada 29 Ramadan, maka 1 Syawal ditetapkan keesokan harinya. Dengan begitu, malam takbiran dilakukan pada malam setelah sidang isbat. Jika belum terlihat, Idul Fitri ditetapkan lusa, dan malam takbiran keesokan harinya.
ADVERTISEMENT
Jadi, untuk mengetahui secara pasti kapan malam takbiran 2025, masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi pemerintah lewat sidang isbat. Namun, prediksinya akan dilakukan pada Minggu (30/3).
Anjuran Melantunkan Takbir
Umat Muslim dianjurkan untuk mengumandangkan takbir sejak matahari terbenam di malam 1 Syawal sebagai tanda berakhirnya bulan Ramadan dan datangnya Hari Raya Idulfitri. Gema takbir bisa dilantunkan sendiri maupun bersama-sama, baik di rumah, masjid, maupun di jalanan, dalam suasana penuh suka cita dan kebersamaan.
Bacaan takbir yang umum dibaca adalah:
اللّٰهُ أَكْبَرُ اللّٰهُ أَكْبَرُ اللّٰهُ أَكْبَرُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
(Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. La ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar wa lillahil hamdu)
ADVERTISEMENT
Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar. Segala puji bagi-Nya.
Lafal takbir ini mengandung makna pengagungan dan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan kemenangan setelah satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa. Takbir ini dianjurkan untuk dikumandangkan imam dan jamaah selepas salat Maghrib, Isya, hingga Subuh sebelum Salat Id dimulai.
Dalam Surat Al-Baqarah ayat 185, Allah SWT berfirman:
وَلِتُكۡمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ
Artinya: "Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS. Al-Baqarah [2]: 185)
Ayat ini yang menjadi dasar disyariatkannya takbir sebagai wujud rasa syukur setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan selama sebulan penuh.
ADVERTISEMENT
(SAI)