Mandi Wajib saat Puasa di Siang Hari Apakah Sah? Ini Hukumnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak orang mengira seseorang harus sudah dalam keadaan suci dari hadas besar sebelum terbit fajar agar puasa diterima. Padahal, tak jarang pihak perempuan yang baru selesai haid atau nifas tepat menjelang Subuh, atau masih dalam keadaan junub karena berhubungan pada malam hari.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan tentang hukum mandi wajib yang dilakukan setelah fajar. Lalu, mandi wajib saat puasa di siang hari apakah tetap sah? Agar tidak ada keraguan lagi dalam beribadah, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Hukum Mandi Wajib Saat Puasa di Siang Hari
Mandi wajib dilakukan ketika seseorang berada dalam keadaan junub, baik karena hubungan suami istri, keluarnya mani, atau karena berhentinya darah haid dan nifas. Namun, ada kondisi tertentu yang membuat seseorang belum sempat mandi wajib sebelum fajar, misalnya karena cuaca sangat dingin, air sulit digunakan, atau alasan lain.
Dalam hal ini, mandi wajib tidak memengaruhi sah atau tidaknya puasa, meskipun ditunda hingga setelah fajar. Selama darah haid atau nifas sudah benar-benar berhenti sebelum Subuh dan telah berniat puasa, maka puasanya tetap sah.
Mengutip buku Kitab Fikih Sehari-hari: 365 Pertanyaan Seputar Fikih untuk Semua Permasalahan dalam Keseharian oleh A.R. Shohibul Ulum, tidak ada ketentuan bahwa seseorang harus suci dari hadas besar maupun kecil agar puasanya sah. Artinyaa, keadaan junub tidak membatalkan puasa dan tidak menghalangi keabsahannya.
Penjelasan tersebut didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah dan Ummu Salamah: “Sesungguhnya Nabi Muhammad Saw pernah memasuki waktu subuh dalam keadaan junub karena berjima dengan istrinya. Kemudian setelah itu, beliau mandi dan berpuasa.” (HR Bukhari).
Berdasarkan hadis tersebut, mandi wajib setelah Subuh atau hingga siang hari tetap diperbolehkan. Meski demikian, mandi wajib tetap harus segera dilakukan karena ada kewajiban untuk melaksanakan salat Subuh. Puasa tidak batal karena menunda mandi wajib, namun salat dianggap tidak sah tanpa bersuci.
Tata Cara Mandi Wajib
Dalam buku Buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa, dan Zikir karya Zakaria R. Rachman, mandi wajib dijelaskan sebagai aktivitas mengalirkan air ke seluruh tubuh disertai niat untuk menghilangkan hadas besar. Air harus merata ke seluruh bagian tubuh, dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Selengkapnya, berikut adalah beberapa rukun mandi wajib:
Niat
Menyiramkan atau mengalirkan air ke seluruh badan dan meratakannya dimulai dari rambut kepala.
Menghilangkan najis yang menempel.
Sedangkan sunah mandi wajib antara lain:
Membaca basmalah sebelum mulai mandi.
Mencuci tangan sebanyak tiga kali.
Mencuci kemaluan hingga benar-benar bersih.
Berwudu seperti wudu untuk salat sebelum mengguyur seluruh tubuh.
Memulai dengan menyiram bagian tubuh sebelah kanan.
Menggosok seluruh badan hingga bersih dan memastikan tidak ada najis yang tersisa.
Di tengah arus informasi yang semakin cepat dan dinamika kehidupan yang terus bergerak, Ramadan menjadi momen untuk refleksi diri dan kembali pada nilai empati serta kepedulian. Sepanjang bulan suci ini, kumparan hadir dengan beragam program, liputan langsung, dan informasi relevan seputar Ramadan.
Cek informasi selengkapnya di kum.pr/ramadan2026.
Baca Juga: Kapan Baca Doa Qunut Witir Ramadhan 2026? Ini Ketentuan Waktunya
(SA)
