Manfaat Bertawakal untuk Kehidupan Umat Muslim

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam Islam, Allah SWT mewajibkan umat Muslim untuk menyerahkan diri atau bertawakal kepada-Nya. Tawakal dalam bahasa Arab artinya menyerahkan. Tawakal berlaku ketika seseorang menantikan hasil dari suatu keadaan, baik itu perihal kerjaan, pendidikan, maupun keinginan lainnya.
Perintah untuk selalu bertawakal ditekankan Allah SWT dalam Alquran surat Ali Imran ayat 159 yang artinya: “Apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.”
Namun yang harus dipahami umat Islam adalah tawakal berbeda dengan pasrah. Mengutip buku Mukjizat Energi Tawakal oleh Abdillah F. Hasan, dalam bertawakal, seorang Muslim tetap harus bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Setelah berupaya sekuat mungkin, baru serahkan segalanya kepada Allah.
Sedangkan pasrah adalah ketika bergantung kepada nasib tanpa adanya usaha untuk meraih hasil yang diinginkan.
Tawakal memiliki banyak manfaat untuk kehidupan sehari-hari umat Islam. Apa saja manfaat bertawakal? Untuk mengetahui jawabannya, simak ulasan berikut.
Manfaat Bertawakal untuk Umat Muslim
Dikutip dari buku Setiap Detik Bersama Allah oleh Fatin Philia Hikmah, manfaat dan keutamaan dari bertawakal sebagai berikut:
Allah akan mencukupi segala kebutuhan orang yang bertawakal
Allah mencintai orang yang bertawakal
Orang yang bertawakal tidak akan mudah mengeluh, kecuali kepada Allah SWT
Hati akan selalu tenang dan gembira. Bertawakal juga akan menghilangkan rasa putus asa karena ada keyakinan bahwa Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap masalah
Bertawakal akan menjauhkan kita dari sifat malas. Setiap selesai satu urusan, maka orang yang bertawakal akan menyerahkan diri kepada-Nya dan lanjut menyelesaikan urusan lain.
Sikap Tawakal Kepada Allah
Dalam buku 28 Akhlak Mulia oleh Ipop S. Purintyas, terdapat sikap-sikap yang harus diteladani jika ingin bertawakal, di antaranya:
Beriman Pada Takdir Allah
Sebesar apapun upaya yang dilakukan, hasilnya tetap dari ketentuan atau takdir Allah. Dengan meyakini takdir-Nya, hati akan menjadi lebih tenang karena Allah selalu tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya
Meyakini Bahwa Tawakal adalah Perintah Allah
Seseorang yang bertawakal merupakan wujud dari ketaatan terhadap perintah Allah. Maka, kita harus menyerahkan diri kepada-Nya tanpa menyekutukan dengan apapun sekaligus mengharapkan ridha-Nya.
Berusaha Sebaik Mungkin dengan Cara yang Halal
Segala aktivitas yang ditempuh seorang Muslim harus sesuai dengan petunjuk yang sesuai dengan ajaran dalam Al Quran dan Hadits Rasulullah. Maka dari itu ketika berusaha harus dengan cara yang halal dan diperbolehkan syariat.
Meyakini bahwa Allah akan Memberi Jalan Keluar Dalam Setiap Masalah
Manusia adalah makhluk yang lemah jika dibandingkan dengan keagungan Allah SWT. Oleh karena itu, kita harus bergantung dan bersandar kepada Allah agar diberikan kekuatan dalam menghadapi segala urusan.
(ADB)
