Manfaat Fastabiqul Khairat bagi Umat Muslim yang Menjalankannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Ajaran Islam menyerukan umat Muslim untuk fastabiqul khairat alias berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan. Dengan fastabiqul khairat, setiap Muslim akan berusaha semaksimal mungkin agar menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya untuk melakukan perbuatan baik atau amal saleh.
Fastabiqul khairat adalah konsep yang menghendaki setiap Muslim untuk melakukan kebaikan demi mendapatkan ridha Allah SWT. Berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan juga akan membawa mereka berkumpul dengan orang-orang shalih pada hari kiamat. Allah berfirman:
“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka, berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Al-Baqarah: 148)
Fastabiqul khairat tidak harus berupa sesuatu yang besar. Hal-hal sederhana seperti segera meminta maaf saat berbuat salah, menyegerakan sholat saat adzan berkumandang, atau membaca istighfar setelah sholat juga termasuk fastabiqul khairat.
Fastabiqul khairat mendatangkan banyak manfaat bagi umat yang menjalankannya. Berikut manfaat fastabiqul khairat yang dirangkum dari buku Akidah Akhlak Madrasah Aliyah oleh H. Aminudin dan Harjan Syuhada.
Manfaat Fastabiqul Khairat
1. Selamat dari Godaan Setan
Setan punya segudang cara untuk menyesatkan manusia agar jauh dari jalan-Nya. Salah satu caranya adalah menggoda dan mengajak manusia untuk melakukan perbuatan yang tidak diridhai Allah SWT.
Saat berlomba-lomba dalam kebaikan, seorang Muslim akan fokus pada amalan-amalan hendak ia lakukan. Imannya pun akan semakin tebal dan teguh sehingga tidak mudah tergoda oleh bujuk rayu setan.
2. Tidak Ada Waktu yang Terbuang Sia-sia
Orang yang istiqomah dalam fastabiqul khairat menjadikan seluruh kesempatan dalam hidupnya sebagai ladang beribadah dan tabungan pahala untuk kehidupan di akhirat kelak. Ia akan fokus pada amalan-amalan baik sehingga tidak ada waktu baginya untuk bersantai dan tidak melakukan apa-apa.
Allah SWT telah memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa bekerja keras dalam mengerjakan sesuatu agar waktu yang Allah berikan kepadanya tidak terbuang sia-sia. Allah berfirman:
“Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain).” (QS. Al-Insyirah: 7)
3. Energi Tersalurkan untuk Meningkatkan Mutu Diri
Ketika seorang Muslim berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan, energi yang dimiliki akan selalu diarahkan pada amalan-amalan yang diridhai Allah. Ia enggan melakukan kegiatan yang negatif dan menjauhkannya dari Allah SWT.
Amalan-amalan baik itu akan meningkatkan iman dan takwanya kepada Allah. Dengan begitu, mutu diri akan ikut meningkat sehingga ia memiliki cukup bekal yang bisa dibawa ke akhirat kelak. Allah berfirman dalam Al-Quran:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan betakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)
(ADS)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan fastabiqul khoirot?

Apa yang dimaksud dengan fastabiqul khoirot?
Fastabiqul khairat adalah berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan.
Apa manfaat dari berkompetisi dalam kebaikan?

Apa manfaat dari berkompetisi dalam kebaikan?
Salah satunya waktu tidak terbuang sia-sia.
Bagaimana cara mengamalkan sikap fastabiqul khairat?

Bagaimana cara mengamalkan sikap fastabiqul khairat?
Hal-hal sederhana seperti segera meminta maaf saat berbuat salah termasuk fastabiqul khairat.
