Manfaat Ubi Kayu dan Berbagai Keunggulan yang Dimilikinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ubi kayu atau biasa dikenal sebagai singkong adalah makanan pokok ketiga masyarakat Indonesia setelah padi dan jagung. Selain dimakan secara langsung dengan dikukus atau digoreng, ubi kayu memiliki manfaat yang beragam.
Dikutip dari buku 500 Rahasia Cantik Alami Bersih dan Bercahaya oleh Susi Susanti, tanaman ini mengandung protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B1, Vitamin C, Vitamin A, glokosida, dan kalsium oksalat.
Selain umbinya, manfaat ubi kayu juga bisa diperoleh dari daun dan batangnya. Daun ubi kayu mengandung banyak protein dan bisa diolah untuk berbagai macam sayuran. Batang dari tanaman ini juga dapat digunakan sebagai bahan bakar dan sering dijadikan sebagai pagar hidup oleh masyarakat.
Di Indonesia, produk makanan dari ubi kayu sangat mudah dijumpai. Contohnya seperti mi, krupuk, tiwul instan, kue lapis bidaran, stick, gatot, pluntiran, dan lain-lain. Produk olahan tersebut dapat ditemukan di beberapa daerah, seperti Malang, Kebumen, Yogyakarta, Temanggung dan daerah lainnya.
Dikutip dari buku Cassava oleh Anton Djuwardi, pemanfaatan ubi kayu tidak hanya digunakan sebagai produk makanan saja, namun juga sebagai industri non-pangan.
Bioethanol adalah salah satu inovasi ubi kayu yang sedang getol digagas. Tingginya kadar pati dan zat mineral di dalamnya serta besarnya produksi ubi kayu di Indonesia, dianggap sebagai bahan bakar terbarukan.
Ubi kayu juga bisa digunakan sebagai bahan obat-obatan. Tanaman dengan nama ilmiah Manihot esculenta Crautz tersebut berkhasiat sebagai obat rematik, demam, sakit kepala, diare, cacingan, mata kabur, nafsu makan berkurang, luka bernanah, dan luka bakar.
Selain untuk olahan makanan, bahan bakar, dan kesehatan, ubi kayu juga bisa diolah sebagai produk industri. Apa saja?
Manfaat Ubi Kayu sebagai Produk Industri
Murdijai Gardjito dalam bukunya Pangan Nusantara menyebutkan, ubi kayu dapat diolah menjadi produk dengan pengembangan industri, antara lain:
Industri dengan proses dehidrasi, dengan produk berupa chips, pelet, dan tepung tapioka.
Industri dengan proses hidrolisis, produknya berupa gula invert, high fructosa syrup, dektrosa, maltose, sirup glukosa, dan sukrosa.
Industri dengan proses fermentasi, berupa asam cuka, butanol, aseton, asam laktat, asam sitrat, mosodium glutamat, dan gliserol.
Keunggulan Tananaman Ubi Kayu
Dikutip dari buku Ensiklopedia Singkong karya Siti Nur Aidah, ubi kayu dapat dikembangkan sebagai makanan pokok dan bahan baku industri karena mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:
Mampu beradaptasi pada lahan marjinal dan iklim kering.
Biaya produksi lebih murah dibandingkan dengan tanaman lainnya.
Mendukung pengembangan sistem tumpangsari. Karena, pertumbuhannya yang cepat dan waktu panen yang dapat ditunda hingga empat bulan tanpa menurunkan hasil pati.
Hama penyakit dari ubi kayu relatif sedikit dan mudah diatasi.
Viskositas pati dan tepungnya sangat tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku multi-industri
Tahan disimpan dalam bentuk tepung selama 6-10 bulan dan tidak mengalami kerusakan, sehingga memenuhi kebutuhan sepanjang tahun.
Produksi umbi kayu di Indonesia sangat tinggi, yaitu sekitar 30-50 ton per hektarnya.
(IPT)
