Konten dari Pengguna

Manusia Purba dalam Pandangan Islam, Apakah Ada?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi evolusi manusia purba. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi evolusi manusia purba. Foto: Pixabay

Menurut ajaran Islam, Nabi Adam AS adalah manusia pertama yang tercipta di bumi. Namun, terdapat teori sains yang menjelaskan bahwa manusia pertama di dunia adalah manusia purba. Lalu, bagaimana manusia purba dalam pandangan Islam?

Manusia purba diperkirakan muncul sekitar 2,588 juta tahun lalu. Mengutip buku Seri IPS Sejarah SMP Kelas VII oleh Drs. Prawoto, M.Pd., manusia purba hidup di zaman purba atau yang dikenal dengan masa praaksara.

Seiring dengan berjalannya waktu, terjadi evolusi pada manusia, baik pada bentuk tubuh maupun kecerdasan. Misalnya, isi otak semakin besar, bentuk tengkorak berubah, cara berjalan yang semakin tegak, dan sebagainya. Evolusi terus terjadi hingga terbentuk manusia dengan wujud seperti sekarang.

Itu adalah asal-usul manusia secara ilmiah. Sedangkan, Islam meyakini bahwa Nabi Adam merupakan manusia pertama yang diciptakan di muka bumi. Lantas, bagaimana Islam memandang teori keberadaan manusia purba?

Manusia Purba dalam Pandangan Islam

Ilustrasi Al-quran. Foto: G.Tbov/Shutterstock

Penjelasan tentang terciptanya Nabi Adam sebagai manusia pertama di dunia tertuang di dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 30.

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.’ Mereka berkata, ‘Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?’ Dia berfirman, ‘Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’

M. Quraish Shihab dalam video YouTube berjudul “Shihab & Shihab - Sains dan Teknologi dalam Islam: Lebih Dulu Nabi Adam atau Manusia Purba” menjelaskan, Alquran tidak hanya menceritakan kejadian terciptanya manusia, tetapi juga menerangkan bahwa sebelum peristiwa tersebut, sudah ada makhluk-makhluk lain.

Namun, Alquran tidak menjelaskan secara eksplisit apa yang dimaksud dengan makhluk-makhluk tersebut. Mungkin makhluk yang dimaksud merujuk pada manusia purba, tapi mungkin juga bukan.

Baca juga: Kisah Nabi Adam, Asal Usul Terciptanya Manusia

Ilustrasi Al-quran. Foto: Gatot Adri/Shutterstock

Selain itu Quraish Shihab juga menuturkan, Alquran hanya menjelaskan bahwa penciptaan Nabi Adam melalui beberapa tahap, yakni diciptakan dari tanah, ada proses, dan diembuskan ruh ke dalamnya hingga menjadi manusia. Namun, proses yang terjadi di antaranya tidak diterangkan secara gamblang.

“Kalau saya bisa beri gambaran begini, kita punya alfabet A sampai Z. Saya sebut mulanya A, akhirnya Z Adakah (huruf) antara A dan Z? Banyak. Alquran hanya menceritakan A dari tanah dan Z diembuskan ruh. Jadi boleh jadi ada proses di antaranya, tapi Alquran tidak menjelaskan itu,” jelas Quraish Shihab.

Proses tersebut merupakan bidang ilmu yang tidak dibahas dalam Islam. Jika ilmu bisa membuktikannya, artinya teori tersebut tidak bertentangan dengan Alquran.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa manusia purba dalam pandangan Islam adalah bagian dari ilmu pengetahuan yang tidak bisa dikaitkan dengan syariat. Umat Muslim boleh menerima maupun menolak teori tersebut atas nama ilmu pengetahuan, bukan agama.

(ADS)

Baca juga: 5 Manusia Pertama di Dunia Menurut Berbagai Kepercayaan

Frequently Asked Question Section

Apakah Nabi Adam manusia pertama di bumi?

chevron-down

Menurut ajaran Islam, Nabi Adam AS adalah manusia pertama yang tercipta di bumi.

Kapan manusia purba hidup?

chevron-down

Manusia purba diperkirakan muncul sekitar 2,588 juta tahun yang lalu.

Di zaman apa manusia purba?

chevron-down

Manusia purba hidup di zaman purba atau yang dikenal dengan masa praaksara.