kumparan
Bola & Sports27 Februari 2020 13:32

Maria Sharapova Pensiun, Berikut Perjalanan Kariernya

Konten kiriman user
Maria_Sharapova-kezov5rozp3w2y6msrrd.jpg
Maria Sharapova pensiun dengan 5 kali Grand Slam (dok: AFP)
Maria Sharapova mengumumkan soal kepastiannya pensiun dari dunia tenis, Rabu (26/2). Petenis asal Rusia yang berjaya di pertengahan tahun 2000-an itu pensiun di usia 32 dan telah mengantongi lima gelar Grand Slam. 
ADVERTISEMENT
Perjalanan karier Sharapova sebagai petenis memang sangat brilian. Memulai karier di usia 14 tahun, ia melakukan debut profesionalnya dua tahun kemudian.
Tanpa butuh waktu lama, Sharapova pun langsung menggebrak dunia ketika menjuarai Wimbledon pertamanya di usia 17 tahun. Setelah itu, nama Sharapova semakin bersinar.
Agar lebih dekat mengenalnya, berikut kami rangkum perjalanan karier Maria Sharapova:

Debut Profesional pada 2003

Bakat Sharapova sudah mulai terlihat sejak ia masih bermain di kejuaraan junior. Tercatat, saat itu Sharapova berhasil menjuarai lima turnamen, dua di antaranya adalah Grand Slam Junior. Setelah itu, ia pun menjalani debut profesionalnya pada 2003 di Australian Open dan French Open. 
Saat tampil di Wimbledon 2003 ia juga berhasil mengalahkan Jelena Dokic, petenis peringkat ke-11 dunia saat itu. Namun, ia kalah di babak selanjutnya. Barulah di Japan Open ia mendapatkan titel pertamanya di level profesional. Sharapova juga mendapatkan penghargaan sebagai Pendatang Baru Terbaik WTA 2003.
ADVERTISEMENT

Wimbledon Pertama di 2004

Masih berusia 17 tahun, Sharapova menggebrak dunia dengan menjuarai Wimbledon 2004. Tak tanggung-tanggung, ia bahkan mengalahkan juara bertahan dan kandidat terkuat, Serena Williams, di final. Kemenangan ini pula yang membuatnya tercatat sebagai petenis termuda ketiga yang meraih juara di Wimbledon. 
Dari sinilah kiprah wanita kelahiran 19 April 1987 itu semakin melejit. Kariernya terus naik hingga akhirnya berhasil menjadi petenis wanita nomor 1 dunia pada 2005.

Medali Perak Olimpiade 2012

Pada 2012, Sharapova mewakili Rusia di Olimpiade London. Ia pun langsung masuk dalam daftar unggulan untuk meraih medali emas. Langkahnya terlihat begitu mulus usai mengalahkan Kim Clijsters di perempat final dan rekan senegaranya, Maria Kirilenko, di semifinal. 
ADVERTISEMENT
Sayang, ia gagal melanjutkan kehebatannya saat tampil di final. Menghadapi Serena Williams, Sharapova harus mengakhiri pertarungan dengan kepala tertunduk dan harus puas dengan medali perak.

Dituding Memakai Doping dan Skorsing pada 2016

2016 adalah masa di mana keterpurukan mulai menghampiri Sharapova. Ia terindikasi telah mengkonsumsi doping. Kesalahan itu membuatnya harus menerima sanksi skorsing selama 15 bulan.
Setelah diperbolehkan kembali tampil, ia kesulitan menemukan performa terbaiknya seperti dulu. Beberapa turnamen yang dijalaninya harus berakhir dengan kekecewaan.

Pensiun di 2020

Setelah karier panjang selama 28 tahun, 5 Grand Slam, dan 1 medali perak Olimpaide, ia memutuskan untuk gantung raket di tahun ini. Sebuah tulisan dan foto Sharapova kecil di Instagram pribadinya menjadi tanda perpisahan dari Sharapova untuk kariernya sebagai petenis.
ADVERTISEMENT
"Bagaimana Anda meninggalkan olahraga di mana Anda menemukan keluarga, bersama dengan penggemar yang bersatu di belakang Anda selama lebih dari 28 tahun? Aku baru melakukan hal ini, jadi tolong maafkan aku. Selamat tinggal tenis," tulisnya.
(FRN)
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan