Konten dari Pengguna

Materi Bola Voli: Pengertian, Sejarah, Peraturan, dan Tekniknya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi materi bola voli. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi materi bola voli. Foto: Unsplash

Permainan bola voli menjadi salah satu cabang olahraga yang digemari banyak orang, termasuk masyarakat Indonesia. Semua lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga dewasa telah mengenal olahraga satu ini sejak dulu.

Perkembangan olahraga voli pun bisa dibilang cukup pesat. Hal ini ditandai dengan semakin banyak kejuaraan bola voli yang telah digelar, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Bola voli merupakan salah satu jenis olahraga yang dimainkan secara beregu. Setiap regu terdiri dari enam orang pemain yang saling berhadapaan, salah satunya bertugas sebagai libero (pemain khusus bertahan). Setiap regu memenangkan permainan dengan menciptakan angka/poin dalam setiap babak. Sementara, servis dilakukan secara bergilir (rotasi) pada posisi pemain searah jarum jam.

Karena dimainkan secara beregu, olahraga bola voli ini membutuhkan kerja sama yang baik antarpemain. Selain itu, dibutuhkan berbagai teknik dan strategi yang harus dikuasai setiap pemain.

Sejarah Bola Voli

Mengutip buku Pendidikan Jasmani dan Kesehatan untuk Kelas VII Sekolah Menengah Pertama oleh Asep Kurnia Nenggala (2016: 14), permainan bola voli sendiri diciptakan oleh William G. Morgan. Ia kemudian memperkenalkan permainan ini dengan nama “minonnete”, kemudian menggantinya lagi menjadi “volleyball”.

Pada 1929, Amerika Serikat mendirikan organisasi bola voli nasionalnya setelah sebelumnya pada 1922 menyelenggarakan kejuaraan nasional bola voli yang pertama. Perkembangan permainan bola voli pun terus mengalami peningkatan, dan memasuki wilayah Eropa Timur, seperti Uni Soviet, Cekoslowakia, dan Rumania.

Permainan bola voli di Indonesia sendiri mulai diperkenalkan oleh guru-guru dan serdadu Hindia Belanda pada 1928. Permainan ini terus berkembang hingga akhirnya pada PON II tahun 1952, bola voli sudah termasuk salah satu cabang yang dipertandingkan.

Kemudian, pada 22 Januari 1955, berdirilah induk organisasi bola voli di Indonesia, yakni Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) yang dipelopori oleh klub bola voli Surabaya (IBVOS) dan klub bola voli Jakarta (PERVID).

Peraturan Permainan

Seperti olahraga pada umumnya, permainan bola voli memiliki aturannya sendiri. Berikut beberapa peraturan permainan bola voli yang ditetapkan oleh Federation Internationale de Volleyball (FIVB) dan PBVSI.

1. Lapangan

Ukuran lapangan voli. Foto: Freepik
  • Jarak dari garis serang ke garis pemisah daerah permainan adalah 3 meter.

  • Jaring/net dengan panjang 9 m dan lebar 1 m, yang teridiri atas 10 buah mata jarring berukuran 10 cm x 10 cm.

  • Tinggi jaring/net untuk putra adalah 2,43 m, sedangkan untuk putri 2,24 m.

2. Bola

  • Berbentuk bundar/bulat.

  • Terbuat dari kulit lunak atau berbahan sintetis.

  • Garis lingkaran 65-67 cm dengan berat 260-280 gram.

  • Terdiri atas satu warna cerah atau kombinasi warna.

3. Jumlah Pemain

Permainan bola voli dilakukan oleh dua regu, di mana setiap regunya terdiri atas enam pemain, termasuk seorang libero.

4. Penilaian

  • Angka/poin diperoleh jika pelaku servis memenangkan reli. Sebaliknya, apabila pelaku servis gagal dalam reli, regu penerima lah yang akan memperoleh 1 angka dan berhak melakukan servis selanjutnya.

  • Setiap set/babak (kecuali set V) dimenangkan oleh regu yang pertama kali mendapatkan angka 25 dengan minimal selisih 2 angka. Jika seri, permainan terus dilanjutkan sampai selisih 2 angka. Misalnya, 26-24, 27-25, dan seterusnya. Sementara itu, set V hanya dimainkan hingga angka 15 dengan selisih minimal 2 angka.

Teknik Bermain Bola Voli

Ilustrasi teknik bermain bola voli. Foto: Volleyball Basics

Adapun beberapa teknik bermain bola voli yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Servis Atas

  • Berdiri sambil memegang bola dengan satu tangan. Tempatkan salah satu kaki yang berlawanan dengan tangan pemukul di depan.

  • Lambungkan bola ke atas melewati kepala, pukul bola tersebut dengan mengayunkan tangan pemukul dari belakang ke depan (ke arah bola).

  • Lakukan gerakan lanjutan dengan melangkahkan kaki belakang ke depan dan meluruskan tangan pemukul ke depan mengikuti arah bola.

2. Mengumpan Bola (Passing the Ball)

Berdasarkan arah datangnya bola, ada dua jenis teknik mengumpan bola, yaitu:

  • Mengumpan bola atas. Dilakukan dengan membuka kedua kaki selebar bahu dengan posisi sejajar atau salah satu kaki di depan. Kemudian, dengan pandangan yang terarah pada bola, tekuk kedua lutut sedikit dan tempatkan kedua tangan di depan muka. Kedua sikut ditekuk, jari-jari tangan dibuka rileks. Terakhir, dorong bola dengan kedua telapak tangan sambal meluruskan kedua lengan dan dibantu dengan meluruskan kedua tungkai.

  • Mengumpan bola bawah. Dilakukan dengan posisi kaki yang sama dengan teknik mengumpan bola atas. Namun, lutut ditekukkan sedikit dan tempatkan kedua lengan lurus di depan badan dengan kedua tangan saling bertautan. Ayun kedua tangan dari bawah ke atas (ke bola) dibantu dengan meluruskan kedua tungkai.

3. Memukul Bola Keras (Smash)

  • Lambungkan bola ke atas melewati kepala, lentingkan badan sedikit ke belakang. Kemudian, gerakkan badan ke depan bersamaan dengan sambal mengayunkan tangan pemukul dari belakang ke depan (ke arah bola).

  • Lakukan gerakan lanjutan dengan melangkahkan kaki belakang ke depan dan meluruskan tangan pemukul ke depan mengikuti arah bola. Apabila ingin menambah pukulan agar lebih keras maka bisa disertai dengan gerakan lompatan sedikit ke depan.

(ADS)