Materi MPLS 2026 Lengkap untuk Semua Jenjang Pendidikan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), peserta didik baru akan mengikuti serangkaian kegiatan yang bertujuan membentuk karakter sekaligus membantu mereka beradaptasi sebelum mengikuti proses pembelajaran.
Seluruh rangkaian kegiatan MPLS disusun berdasarkan materi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Ketentuan mengenai materi tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Secara umum, materi MPLS terbagi menjadi dua kelompok, yaitu materi utama dan materi pilihan yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Untuk mengetahui cakupan materi MPLS 2026 secara lengkap, simak pembahasannya berikut ini.
Materi Utama MPLS 2026
Mengacu pada buku Rujukan Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 yang diterbitkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, terdapat sejumlah materi utama yang wajib diberikan kepada peserta didik baru. Materi tersebut diterapkan pada seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK untuk mendukung pelaksanaan tema MPLS Ramah.
1. Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH)
Melalui materi ini, murid dibiasakan menerapkan tujuh kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal untuk membangun disiplin diri. Ketujuh kebiasaan tersebut meliputi:
Bangun pagi: melatih kedisiplinan dan kesiapan memulai hari.
Beribadah: bentuk nyata pemenuhan kebutuhan spiritual.
Berolahraga: menjaga kebugaran sebagai modal dasar aktivitas belajar.
Makan sehat dan bergizi: memastikan asupan nutrisi untuk pertumbuhan otak dan fisik.
Gemar belajar: menumbuhkan rasa ingin tahu yang berkelanjutan.
Bermasyarakat: aktif bersosialisasi dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Tidur cepat: menjamin waktu istirahat yang cukup untuk pemulihan energi.
2. Pagi Ceria
Pagi Ceria merupakan program yang dilaksanakan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Kegiatan ini meliputi Senam Anak Indonesia Hebat, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta berdoa bersama. Program tersebut bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang positif dan menjadi bagian dari implementasi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
3. Sopan dan Santun Bermedia Sosial
Materi ini mengajarkan peserta didik untuk menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, beretika, aman, bermanfaat sehingga tercipta keadaban dan keamanan digital. Adapun penerapannya meliputi:
Sopan bermedia sosial, yaitu menggunakan bahasa, gambar, komentar, maupun unggahan yang sesuai norma kepatutan. Orang yang sopan tidak menghina, merendahkan, menyebarkan kebencian, atau mempermalukan orang lain, dan tidak menggunakan media sosial untuk menyerang pribadi.
Santun bermedia sosial, yaitu mengedepankan hati, empati, dan kebijaksanaan, dan tanggung jawab sebelum berkomunikasi.
4. Budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S)
Budaya 5S merupakan bagian penting dari identitas budaya untuk memperkuat hubungan antar-individu di lingkungan sekolah. Nilai-nilai yang ditanamkan meliputi:
Senyum: meredakan ketegangan, menciptakan kenyamanan, dan menunjukkan rasa welas asih.
Sapa: mengucapkan salam atau sapaan ringan seperti “halo” atau “selamat pagi” dapat membuat orang lain merasa dihargai.
Salam: menjadi bentuk penghormatan saat memulai maupun mengakhiri interaksi.
Sopan santun: menjadi kunci dalam menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.
5. Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI)
Gerakan Indonesia ASRI bertujuan menguatkan budaya sekolah yang aman dan nyaman melalui empat aspek utama berikut.
Aspek aman: menciptakan budaya sekolah yang melindungi seluruh warga sekolah, baik secara piritual, fisik, psikologis, sosiokultural, serta digital.
Aspek sehat: membiasakan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara konsisten.
Aspek resik: menjaga kebersihan lingkungan serta mengelola sampah secara tertib dan berkelanjutan.
Aspek indah: menata lingkungan sekolah agar rapi dan nyaman dengan melibatkan seluruh warga sekolah.
6. Gerakan Rukun Sama Teman
Gerakan Rukun Sama Teman (GRST) merupakan gerakan pembiasaan positif yang mendorong murid untuk membangun hubungan yang sehat, saling menghargai, dan peduli terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
Melalui gerakan ini, peserta didik diharapkan menumbuhkan sikap empati, kepedulian, gotong royong, dan komunikasi positif sebagai fondasi terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menggembirakan.
Materi Pilihan MPLS 2026
Selain materi utama, sekolah juga dapat menyelenggarakan materi pilihan yang disesuaikan dengan ciri khas dan kebutuhan masing-masing. Beberapa materi pilihan yang dapat diberikan antara lain:
Ciri khas sekolah, yaitu materi yang berkaitan dengan nilai, budaya, tradisi, maupun program unggulan sekolah.
Materi sesuai kebutuhan sekolah, seperti edukasi mengenai narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA), pendidikan antikorupsi, maupun materi lain yang relevan dengan kondisi sekolah.
Baca Juga: 10 Contoh Program MPLS SD 2026 Berdasarkan Rujukan Kemendikdasmen
(SA)
