Konten dari Pengguna

Materi Paskibra: Motto, Arti Lambang, hingga Dasar PBB

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Paskibra, Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Paskibra, Foto: Unsplash

Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang sering dijumpai di lingkungan sekolah, baik tingkat SD, SMP, maupun SMA. Tugas utama Paskibra adalah mengibarkan dan menurunkan bendera merah putih dalam upacara-upacara tertentu.

Selain tugas tersebut, Paskibra sebagai ekstrakurikuler juga seringkali diikutsertakan dalam Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB). Pasukan terbaik yang menjadi juara LKBB biasanya akan mendapat hadiah karena dianggap membawa nama baik untuk sekolahnya.

Sebelum dilantik dan resmi menjadi anggota, ada beberapa materi dasar yang harus dipelajari para Calon Paskibra (CAPAS). Bagi Anda yang penasaran, simak rangkuman materi Paskibra selengkapnya dalam ulasan berikut ini.

Motto, Arti Lambang, Panca Paskibra

Ilustrasi materi Paskibra. Foto: Unsplash

Mengutip laman scribd.com, berikut adalah beberapa materi dasar Paskibra yang berkaitan dengan motto, arti lambang, dan panca paskibra.

1. Motto

Paskibra tidak takut salah

Paskibra tidak takut kalah

Paskibra tidak takut jatuh

Paskibra tidak takut mati

Takut mati jangan hidup

Takut hidup mati sekalian

Satu untuk semua, semua untuk satu

Kalau ada seribu, kami ada satu

Kalau ada seratus, kami tetap satu

Kalau ada sepuluh, kami yakin tetap satu

Kalau ada satu yaitu kami

Tanpa keberanian kita akan kalah

Tanpa kekompakkan kita akan pecah

Lebih baik berkeringat saat latihan

Daripada menangis saat perlombaan

2. Arti Lambang

Lambang Paskibra terdiri dari tujuh elemen, yaitu teratai, tangkai, 3 kelopak mendatar, 3 kelopak menjulang ke atas, 16 mata rantai lingkaran, 16 belah ketupat, dan warna hijau. Berikut penjelasan artinya.

  • Teratai: seorang Paskibra dapat hidup di manapun dalam keadaan apapun layaknya teratai yang dapat tumbuh subur di air kotor sekalipun.

  • Tangkai: seorang Paskibra berangkat dari ketidaktahuan menjadi tahu.

  • 3 kelopak mendatar: tiga sikap yang harus dimiliki Paskibra, yaitu disiplin, aktif, dan gembira.

  • 3 kelopak menjulang ke atas: tiga jiwa yang dimiliki Paskibra, yaitu belajar, bekerja, dan berlatih.

  • 16 mata rantai lingkaran: melambangkan putri.

  • 16 belah ketupat: melambangkan putra.

  • Warna hijau: prinsip pemuda.

3. Panca Paskibra

  • Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

  • Menanamkan disiplin pribadi yang tinggi

  • Taat dan patuh terhadap peraturan dan tata tertib yang ada

  • Hormat menghormati dan sopan santun terhadap sesama

  • Cinta alam, siap menjaga dan melestarikannya

Materi Paskibra: Dasar Peraturan Baris-Berbaris (PBB)

Ilustrasi materi Paskibra: Dasar PBB. Foto: Unsplash

Menurut Buku Saku Pandu Bermutu karya Rumisih, M.Pd., baris-berbaris adalah suatu wujud latihan fisik yang diperlukan untuk menanamkan kebiasaan tata cara hidup suatu organisasi masyarakat yang diarahkan kepada terbentuknya watak tertentu.

Baris-berbaris merupakan awal latihan Bela Negara yang tercantum dalam UUD 1945. Baris-berbaris menjadi salah satu kemampuan yang wajib dikuasai seorang Paskibra. Berikut adalah beberapa dasar dalam Peraturan Baris-Berbaris (PBB).

1. Aba-aba

Aba-aba adalah perintah yang diberikan seorang komandan atau pemimpin kepada pasukannya untuk dilaksanakan serentak dalam waktu yang bersamaan. Dalam Peraturan Baris-Berbaris (PBB), ada beberapa jenis aba-aba, di antaranya:

  • Aba-aba petunjuk: menegaskan maksud dari aba-aba peringatan dan pelaksana, misalnya “Kepada pembina upacara…

  • Aba-aba peringatan: perintah jelas untuk segera dilaksanakan (tidak ragu), misalnya “Lencang kanan” atau “Haluan kanan”.

  • Aba-aba pelaksanaan: dilaksanakan serentak berturut-turut atau saat pelaksanaan dari aba-aba petunjuk dan peringatan, misalnya aba-aba "gerak" untuk gerak di tempat, "jalan" untuk meninggalkan tempat, "mulai" untuk perintah pelaksanaan.

2. Gerakan PBB di tempat

  • Sikap sempurna

  • Istirahat di tempat

  • Parade istirahat

  • Lencang kanan/kiri

  • Lencang depan

  • Hadap kanan/kiri

  • Balik kanan

  • Hadap serong kanan/kiri

  • Jalan di tempat

  • Hormat bendera/pembina

3. Gerakan PBB meninggalkan tempat

  • Langkah tegap

  • Langkah biasa

  • Langkah parade

  • Langkah ke kanan/kiri/depan/belakang

  • Langkah lari

  • Haluan kanan/kiri

4. Periksa Kerapian

Periksa kerapian adalah gerakan PBB yang dilakukan untuk memperbaiki dan merapikan pakaian serta perlengkapan yang melekat pada tubuh dengan ketentuan yang telah diatur. Berikut urutan pelaksanaan periksa kerapian.

  • Diawali dari posisi istirahat di tempat atau parade istirahat di tempat.

  • Saat aba-aba peringatan “Periksa Kerapian”, bersiap dalam sikap sempurna.

  • Setelah aba-aba pelaksanaan “Mulai”, badan dibungkukkan 90 derajat dengan kaki lurus.

  • Kedua tangan tergantung lurus ke bawah, kelima jari dibuka.

  • Merapikan bagian bahwa secara berurutan dari kaki kiri ke kaki kanan.

  • Merapikan saku celana bagian lutut sebelah kiri dan kanan.

  • Menarik ujung baju bagian bawah depan dan badan ditegakkan.

  • Menarik ujung baju bagian bawah belakang.

  • Merapikan tutup saku dada bagian kiri dan kanan.

  • Merapikan kerah baju bagian kiri dan kanan.

  • Membetulkan tutup kepala (topi/baret).

  • Kembali ke sikap sempurna.

  • Setelah ada aba-aba pelaksanaan “Selesai”, kembali ke sikap istirahat.

Frequently Asked Question Section

Apa saja tugas Paskibra?
chevron-down

Tugas utama Paskibra adalah mengibarkan dan menurunkan bendera merah putih dalam upacara-upacara tertentu.

Apa itu LKBB dalam Paskibra?
chevron-down

LKBB adalah singkatan dari Lomba Keterampilan Baris Berbaris.

Apa yang dimaksud dengan baris berbaris?
chevron-down

Baris-berbaris adalah suatu wujud latihan fisik yang diperlukan guna menanamkan kebiasaan tata cara hidup suatu organisasi masyarakat yang diarahkan kepada terbentuknya watak tertentu.

(AAA)