Materi Paskibra: Motto, Arti Lambang, hingga Dasar PBB

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang sering dijumpai di lingkungan sekolah, baik tingkat SD, SMP, maupun SMA. Tugas utama Paskibra adalah mengibarkan dan menurunkan bendera merah putih dalam upacara-upacara tertentu.
Selain tugas tersebut, Paskibra sebagai ekstrakurikuler juga seringkali diikutsertakan dalam Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB). Pasukan terbaik yang menjadi juara LKBB biasanya akan mendapat hadiah karena dianggap membawa nama baik untuk sekolahnya.
Sebelum dilantik dan resmi menjadi anggota, ada beberapa materi dasar yang harus dipelajari para Calon Paskibra (CAPAS). Bagi Anda yang penasaran, simak rangkuman materi Paskibra selengkapnya dalam ulasan berikut ini.
Motto, Arti Lambang, Panca Paskibra
Mengutip laman scribd.com, berikut adalah beberapa materi dasar Paskibra yang berkaitan dengan motto, arti lambang, dan panca paskibra.
1. Motto
Paskibra tidak takut salah
Paskibra tidak takut kalah
Paskibra tidak takut jatuh
Paskibra tidak takut mati
Takut mati jangan hidup
Takut hidup mati sekalian
Satu untuk semua, semua untuk satu
Kalau ada seribu, kami ada satu
Kalau ada seratus, kami tetap satu
Kalau ada sepuluh, kami yakin tetap satu
Kalau ada satu yaitu kami
Tanpa keberanian kita akan kalah
Tanpa kekompakkan kita akan pecah
Lebih baik berkeringat saat latihan
Daripada menangis saat perlombaan
2. Arti Lambang
Lambang Paskibra terdiri dari tujuh elemen, yaitu teratai, tangkai, 3 kelopak mendatar, 3 kelopak menjulang ke atas, 16 mata rantai lingkaran, 16 belah ketupat, dan warna hijau. Berikut penjelasan artinya.
Teratai: seorang Paskibra dapat hidup di manapun dalam keadaan apapun layaknya teratai yang dapat tumbuh subur di air kotor sekalipun.
Tangkai: seorang Paskibra berangkat dari ketidaktahuan menjadi tahu.
3 kelopak mendatar: tiga sikap yang harus dimiliki Paskibra, yaitu disiplin, aktif, dan gembira.
3 kelopak menjulang ke atas: tiga jiwa yang dimiliki Paskibra, yaitu belajar, bekerja, dan berlatih.
16 mata rantai lingkaran: melambangkan putri.
16 belah ketupat: melambangkan putra.
Warna hijau: prinsip pemuda.
3. Panca Paskibra
Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Menanamkan disiplin pribadi yang tinggi
Taat dan patuh terhadap peraturan dan tata tertib yang ada
Hormat menghormati dan sopan santun terhadap sesama
Cinta alam, siap menjaga dan melestarikannya
Materi Paskibra: Dasar Peraturan Baris-Berbaris (PBB)
Menurut Buku Saku Pandu Bermutu karya Rumisih, M.Pd., baris-berbaris adalah suatu wujud latihan fisik yang diperlukan untuk menanamkan kebiasaan tata cara hidup suatu organisasi masyarakat yang diarahkan kepada terbentuknya watak tertentu.
Baris-berbaris merupakan awal latihan Bela Negara yang tercantum dalam UUD 1945. Baris-berbaris menjadi salah satu kemampuan yang wajib dikuasai seorang Paskibra. Berikut adalah beberapa dasar dalam Peraturan Baris-Berbaris (PBB).
1. Aba-aba
Aba-aba adalah perintah yang diberikan seorang komandan atau pemimpin kepada pasukannya untuk dilaksanakan serentak dalam waktu yang bersamaan. Dalam Peraturan Baris-Berbaris (PBB), ada beberapa jenis aba-aba, di antaranya:
Aba-aba petunjuk: menegaskan maksud dari aba-aba peringatan dan pelaksana, misalnya “Kepada pembina upacara…”
Aba-aba peringatan: perintah jelas untuk segera dilaksanakan (tidak ragu), misalnya “Lencang kanan” atau “Haluan kanan”.
Aba-aba pelaksanaan: dilaksanakan serentak berturut-turut atau saat pelaksanaan dari aba-aba petunjuk dan peringatan, misalnya aba-aba "gerak" untuk gerak di tempat, "jalan" untuk meninggalkan tempat, "mulai" untuk perintah pelaksanaan.
2. Gerakan PBB di tempat
Sikap sempurna
Istirahat di tempat
Parade istirahat
Lencang kanan/kiri
Lencang depan
Hadap kanan/kiri
Balik kanan
Hadap serong kanan/kiri
Jalan di tempat
Hormat bendera/pembina
3. Gerakan PBB meninggalkan tempat
Langkah tegap
Langkah biasa
Langkah parade
Langkah ke kanan/kiri/depan/belakang
Langkah lari
Haluan kanan/kiri
4. Periksa Kerapian
Periksa kerapian adalah gerakan PBB yang dilakukan untuk memperbaiki dan merapikan pakaian serta perlengkapan yang melekat pada tubuh dengan ketentuan yang telah diatur. Berikut urutan pelaksanaan periksa kerapian.
Diawali dari posisi istirahat di tempat atau parade istirahat di tempat.
Saat aba-aba peringatan “Periksa Kerapian”, bersiap dalam sikap sempurna.
Setelah aba-aba pelaksanaan “Mulai”, badan dibungkukkan 90 derajat dengan kaki lurus.
Kedua tangan tergantung lurus ke bawah, kelima jari dibuka.
Merapikan bagian bahwa secara berurutan dari kaki kiri ke kaki kanan.
Merapikan saku celana bagian lutut sebelah kiri dan kanan.
Menarik ujung baju bagian bawah depan dan badan ditegakkan.
Menarik ujung baju bagian bawah belakang.
Merapikan tutup saku dada bagian kiri dan kanan.
Merapikan kerah baju bagian kiri dan kanan.
Membetulkan tutup kepala (topi/baret).
Kembali ke sikap sempurna.
Setelah ada aba-aba pelaksanaan “Selesai”, kembali ke sikap istirahat.
Frequently Asked Question Section
Apa saja tugas Paskibra?

Apa saja tugas Paskibra?
Tugas utama Paskibra adalah mengibarkan dan menurunkan bendera merah putih dalam upacara-upacara tertentu.
Apa itu LKBB dalam Paskibra?

Apa itu LKBB dalam Paskibra?
LKBB adalah singkatan dari Lomba Keterampilan Baris Berbaris.
Apa yang dimaksud dengan baris berbaris?

Apa yang dimaksud dengan baris berbaris?
Baris-berbaris adalah suatu wujud latihan fisik yang diperlukan guna menanamkan kebiasaan tata cara hidup suatu organisasi masyarakat yang diarahkan kepada terbentuknya watak tertentu.
(AAA)
