Konten dari Pengguna

Maulid Nabi Muhammad SAW 2025 Berapa Hijriah? Ini Jawabannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Maulid Nabi Muhammad SAW 2025. Foto: Unsplash/rumman amin
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Maulid Nabi Muhammad SAW 2025. Foto: Unsplash/rumman amin

Maulid Nabi adalah momen istimewa bagi umat Muslim untuk memperingati hari kelahiran Rasulullah. Umat Islam di seluruh dunia biasanya memperingati Maulid Nabi dengan menggelar berbagai acara bernuansa agama dan ibadah.

Peringatan Maulid Nabi jatuh pada 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah. Untuk peringatan tahun ini dalam kalender Masehi, Maulid Nabi Muhammad SAW jatuh pada bulan September.

Seperti diketahui, penanggalan kalender Hijriah dan Masehi memang berbeda. Untuk memastikan Maulid Nabi Muhammad SAW 2025 berapa Hijriah, simak penjelasannya dalam artikel ini!

Maulid Nabi Muhammad SAW 2025 Berapa Hijriah?

Ilustrasi Maulid Nabi Muhammad SAW 2025. Foto: Unsplash/Dovlet Hojayev

Rasulullah Muhammad SAW dilahirkan pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah (570 M). Peristiwa ini menjadi momen bersejarah bagi umat Islam karena kedatangannya membawa risalah Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh umat manusia.

Allah SWT menegaskan pentingnya untuk mengikuti teladan Rasulullah dalam Al-Qur’an, tepatnya pada surat Ali Imran ayat 31:

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad SAW), niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.' Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Berdasarkan kalender Islam yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag) RI, Maulid Nabi tahun 2025 jatuh pada Jumat, 5 September 2025. Dalam kalender Hijriah, peringatan kali ini bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal 1447.

Di Indonesia, Maulid Nabi kerap diperingati dengan beragam kegiatan yang diselenggarakan di masjid, mushala, majelis taklim, hingga pondok pesantren. Bentuk perayaan pun beragam, mulai dari pengajian, ceramah agama, pembacaan sirah nabawiyah (sejarah hidup Rasulullah), hingga lantunan pujian kepada Rasulullah SAW.

Baca juga: Kapan Maulid Nabi 2025? Ini Tanggal dan Sejarah Singkatnya

Sifat Rasulullah SAW yang Harus Diteladani

Ilustrasi Maulid Nabi Muhammad SAW 2025. Foto: Unsplash/Rumman Amin

Peringatan Maulid Nabi juga momentum sempurna untuk meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW. Mengutip buku Kepemimpinan dalam Perspektif Islam susunan Ari Prasetyo (2014: 96), ada empat sifat utama Rasulullah yang patut dicontoh, yaitu sidiq, amanah, tabligh, dan fathonah.

1. Sidiq

Rasulullah dikenal sebagai ash-shadiqul amin (berasal dari kata sidiq), yakni orang yang selalu berkata benar dan menyampaikan wahyu Allah SWT tanpa menambah atau mengurangi sedikit pun.

Yang bisa dicontoh dari sifat ini adalah membiasakan diri berkata jujur dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga ditegaskan dalam firman Allah lewat surat Maryam ayat 41:

وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ اِبْرٰهِيْمَ ەۗ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيْقًا نَّبِيًّا

wadzkur fil-kitâbi ibrâhîm, innahû kâna shiddîqan nabiyyâ

Artinya: "Ceritakanlah (Nabi Muhammad, kisah) Ibrahim di dalam Kitab (Al-Qur’an)! Sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat benar dan membenarkan lagi seorang nabi."

2. Amanah

Amanah artinya dapat dipercaya. Sejak sebelum diangkat menjadi Rasul, Muhammad sudah dikenal oleh masyarakat Quraisy sebagai sosok yang terpercaya, bahkan disematkan dengan gelar Al-Amin.

Ketika diamanahi tugas untuk menyebarkan wahyu Allah, beliau pun menjalankannya dengan penuh tanggung jawab. Dari sifat ini, umat Islam diajarkan untuk menjaga setiap amanah yang diberikan dan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.

3. Tabligh

Tabligh adalah menyampaikan. Makudnya, Rasulullah berkewajiban untuk menyampaikan wahyu Allah SWT, baik berupa kabar gembira maupun peringatan.

Dari sifat tabligh, umat Islam dapat belajar untuk selalu mengingatkan sesama akan kebaikan serta menjauhi perbuatan yang dilarang. Dalam Surat Al-Maidah ayat 67, Allah berfirman:

۞ يٰٓاَيُّهَا الرَّسُوْلُ بَلِّغْ مَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَۗ وَاِنْ لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسٰلَتَهٗۗ وَاللّٰهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ

yâ ayyuhar-rasûlu balligh mâ unzila ilaika mir rabbik, wa il lam taf‘al fa mâ ballaghta risâlatah, wallâhu ya‘shimuka minan-nâs, innallâha lâ yahdil-qaumal-kâfirîn

Artinya: "Wahai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika engkau tidak melakukan (apa yang diperintahkan itu), berarti engkau tidak menyampaikan risalah-Nya. Allah menjaga engkau dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir."

4. Fathonah

Fathonah berarti cerdas. Dalam menghadapi tantangan saat berdakwah, Rasulullah menggunakan kecerdasannya untuk menyampaikan wahyu sesuai dengan kondisi umat saat itu.

Ia mampu berpikir bijak, menyusun strategi, serta menyelesaikan persoalan dengan cara yang tepat. Pelajaran yang dapat dipetik dari sifat fathonah ini adalah pentingnya menuntut ilmu, berpikir kritis, dan tetap cerdas saat menghadapi masalah kehidupan.

(SLT)