Konten dari Pengguna

Melihat Fakta-fakta di Balik Peristiwa G30S PKI

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Monumen peringatan G30S/PKI. Foto: Wikipedia
zoom-in-whitePerbesar
Monumen peringatan G30S/PKI. Foto: Wikipedia

Peristiwa G30S/PKI masih menjadi salah satu kejadian yang memorial untuk masyarakat Indonesia. Setidaknya terdapat 7 korban yang dibuang ke Lubang Buaya dalam kondisi meninggal dunia.

Peristiwa yang terjadi pada 30 September hingga 1 Oktober 1965 ini diduga bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno. Saat itu, pergerakan rencana kudeta dipimpin DN Aidit yang merupakan ketua dari Partai Komunis Indonesia (PKI).

Film G 30 S PKI (Foto: YouTube Portal XDP)

Tragedi yang mencekam ini diingat dengan penetapan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Untuk mengingatnya kembali, berikut fakta-fakta di balik peristiwa G30S PKI.

Mengincar Perwira Tinggi TNI AD

Gerakan yang dipimpin DN Aidit ini mengincar para perwira tinggi TNI AD. Dari enam orang yang menjadi target, tiga di antaranya langsung gugur di rumahnya. Sedangkan korban lainnya diculik dan dibawa ke Lubang Buaya.

Pasukan Kurang dari 100 Orang

Menjelang peristiwa G30S/PKI, beredar kabar adanya pasukan berkekuatan lengkap yang terdiri dari satu batalyon Cakrabirawa, Brigif I Kodam Jaya, Pasukan Gerak Tjepat, dan Pasukan Pertahanan Pangkalan.

Namun ternyata, pasukan yang datang tidak sesuai dengan kabar tersebut. Dilansir dari berbagai sumber, pasukan yang terlibat dalam pergerakan itu kurang dari 100 orang.

Salah Sasaran

Dalam rencana peristiwa G30S/PKI, Jenderal Abdul Haris Nasution menjadi salah satu targetnya. Namun, para pasukan yang ditugaskan salah sasaran dengan melepaskan peluru ke arah Kapten Pierre Tendean, Ade Irma Nasution, dan Mardiah.

Akibat tembakan peluru pasukan Tjakrabirawa itu ketiganya pun meninggal dunia. Jenderal A.H. Nasution sendiri berhasil melarikan diri melalui tembok belakang rumahnya.

(DNA)