Konten dari Pengguna

Memahami Apa Itu Hari Raya Waisak yang Diperingati Umat Buddha Setiap Tahun

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hari Raya Waisak Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hari Raya Waisak Foto: Unsplash

Setahun sekali, pemeluk Buddha menggelar Hari Raya Waisak atau Trisuci Waisak. Hari besar keagamaan ini memperingati peristiwa penting yang berkaitan dengan kehidupan Pangeran Sidharta Gautama.

Hari Raya Waisak selalu jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya. Tahun lalu, perayaan ini diperingati pada 7 Mei. Sementara itu tahun ini, Waisak jatuh pada Rabu (26/5).

Apa Itu Hari Raya Waisak?

Mengutip Skripsi Penyelenggaraan Peringatan Hari Raya Trisuci Waisak di Candi Borobudur dan Komodifikasi Budaya dalam Wacana Ekonomi Politik Global oleh Fakhri Aziz Humaidi (2016), Hari Raya Waisak adalah hari raya terbesar umat Buddha untuk mengenang bakti, darma, dan perjalanan hidup Buddha Gautama Siddharta Gautama.

Perayaan ini juga menandakan tiga peristiwa penting dalam agama Budhha, yaitu kelahiran, pencerahan sempurna, dan kemangkatan Buddha Gauthama. Waisak selalu diperingati pada bulan Mei, tepatnya ketika purnama sidhi atau terang bulan.

Buddha Gautama sendiri merupakan sosok teladan bagi pemeluk Buddha. Ia memberikan gambaran tentang pengembaraan spiritual dalam memaknai hidup lewat pelepasan diri terhadap hawa nafsu.

Ilustrasi Hari Raya Waisak Foto: Pixabay

Buddha Gautama mengajarkan pondasi ajaran Buddha, yaitu Empat Kebenaran Mulia yang terdiri dari:

  • Hakikat penderitaan.

  • Puncak dari penderitaan.

  • Menyadari keadaan diri dan menyudahi penderitaan.

  • Jalan Utama Berunsur Delapan: pemahaman benar, pikiran benar, ucapan benar, perbuatan benar, pencaharian benar, daya dan upaya benar, perhatian benar, konsentrasi benar.

Ketika Hari Raya Waisak tiba, umat Buddha biasanya berderma kepada vihara dan melakukan meditasi. Kemudian, mereka juga mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh biksu.

Menjelang malam, mereka menggelar proses meditasi yang khidmat. Prosesi ini merupakan bentuk refleksi diri umat Buddha dalam memperingati kehidupan Buddha Gauthama.

Ilustrasi Hari Raya Waisak Foto: Unsplash

Hari Raya Waisak di Indonesia

Mengutip buku 150++ Tradisi Hari Raya di Dunia tulisan Redaksi Plus (2012), pusat perayaan Hari Raya Waisak di Indonesia terletak di Jawa Tengah, tepatnya di Candi Borobudur dan Candi Mendut.

Prosesi ini dimulai dengan upacara puja dan bakti oleh para biksu serta umat Buddha di Candi Mendut. Setelah itu, biksu dan umat akan beriringan melakukan arak-arakan menuju Candi Borobudur.

Arakan tersebut terdiri dari pembawa bendera merah putih dan bendera Walubi. Lalu, diikuti dengan kendaraan hias yang membawa relief Sang Buddha dan mobil yang membawa Api Dharma serta Air Suci.

Ketika sampai di Candi Borobudur, para biksu dan umat Buddha melakukan samedi dan memusatkan pikiran. Kemudian, acara dilanjutkan dengan penyalaan ribuan lampion secara bersama-sama. Setelah itu, lampion diterbangkan ke langit.

(GTT)

Frequently Asked Question Section

Apa Itu Hari Raya Waisak?

chevron-down

Hari Raya Waisak adalah hari besar umat Buddha yang dirayakan untuk memperingati tiga peristiwa penting dalam agama Buddha.

Kapan Hari Raya Waisak Diperingati?

chevron-down

Hari Raya Waisak diperingati setiap bulan Mei, tepatnya ketika purnama sidhi atau terang bulan. Tahun ini, Waisak jatuh pada Rabu, 26 Mei 2021.

Tiga Peristiwa Penting dalam Agama Buddha

chevron-down

Tiga peristiwa penting dalam Buddha adalah kelahiran, pencerahan sempurna, dan kemangkatan Buddha Gauthama.