Memahami Apa Itu Jumat Agung dan Sejarahnya Menjelang Paskah

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Umat Kristiani di seluruh dunia akan merayakan Jumat Agung dalam pada Jumat (29/3/2024). Memahami apa itu Jumat Agung diperlukan untuk menumbuhkan toleransi umat beragama.
Jumat Agung mempunyai banyak sebutan, mulai dari Good Friday di AS, Jumat Suci atau Sexta-Feira Santa di Portugis, hingga Jumat Penuh Duka atau Karfreitag di Jerman. Semua istilah tersebut merujuk pada peristiwa yang sama, yakni peringatan kematian Yesus Kristus akibat disalib.
Apa Itu Jumat Agung?
Jumat Agung merupakan bagian dari Tri Hari Suci atau tiga hari suci sebelum Paskah. Mengutip laman Learn Religion, Jumat Agung diperingati untuk memperingati penyaliban Yesus, kematiannya di kayu salib, hingga penguburannya.
Saat itu, Yesus dipukuli dan dicambuk dengan sangat kejam oleh tentara Romawi di Yerusalem. Mahkota duri dipasangkan di kepalanya dan dia ditelanjangi.
Kemudian, Ia dibawa ke Kalvari di mana tentara menancapkan paku ke pergelangan tangan dan kakinya, lalu menempelkan-Nya di kayu salib hingga meninggal. Setelah itu, ia dikuburkan dan bangkit pada hari ketiga sesuai dengan apa yang dijanjikan Allah.
Penderitaan dan kematian Yesus dipercaya sebagai pengorbanannya untuk menebus dosa-dosa manusia di dunia. Hal ini dijelaskan dalam Korintus 15:3-4.
"Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci. Bahwa ia telah dikuburkan, dan bahwa ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci."
Umat Kristiani memperingati Jumat Agung dengan melakukan ritual ibadah khusus. Pada hari itu, umat Kristiani dapat mengerjakan puasa, berdoa, bertobat, serta merenungkan penderitaan Sang Juru Selamat.
Kisah Penyaliban dan Kebangkitan Yesus dalam Alkitab
Kisah tentang kematian Yesus di kayu salib, atau penyaliban, penguburan, dan kebangkitannya, dapat ditemukan dalam ayat-ayat Alkitab berikut ini:
1. Penyaliban Yesus (Matius 27:27 - 27:31)
Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus. Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya. Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: "Salam, hai Raja orang Yahudi!” Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya. Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan.
2. Matius - Kebangkitan Yesus (28:1 - 28:10)
Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya.
Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: ”Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.
Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu.” Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: ”Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Maka kata Yesus kepada mereka: ”Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.
(GLW)
