Konten dari Pengguna

Memahami Apa itu Klitih, Kejahatan Jalanan yang Dilakukan Remaja

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi klitih. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi klitih. Foto: Pixabay

Beberapa waktu lalu, publik Tanah Air sempat digegerkan dengan klitih yang marak terjadi di Yogyakarta. Mirisnya, kejahatan jalanan ini melibatkan remaja yang baru berusia sekitar 14-19 tahun.

Nyatanya, klitih bukanlah fenomena baru. Mengutip jurnal Faktor-faktor Determinasi Prilaku Klitih karya Ahmad Fuadi dkk (2019), pada 2016 Polda DIY mencatat ada 43 kejadian klitih di wilayah setempat.

Kemudian pada 2018, aksi klitih juga memakan korban jiwa bernama Dwi Ramadhani Herlangga. Ia adalah mahasiswa UGM asal Semarang yang meregang nyawa akibat luka sabetan senjata tajam.

Lalu, apa sebenarnya klitih? Dan apa yang melatarbelakanginya? Berikut ini penjelasannya:

Definisi Klitih

Geger klitih di Yogyakarta Foto: Indra Fauzi/kumparan

Mengutip Fenomena Klitih Sebagai Bentuk Kenakalan Remaja Dalam Perspektif Budaya Hukum di Kota Yogyakarta tulisan Pamungkas (2018), dalam Bahasa Jawa, klitih merupakan istilah yang merujuk pada kegiatan seseorang keluar rumah di malam hari tanpa tujuan yang jelas atau cari angin.

Namun dalam konteks saat ini, makna klitih bergeser menjadi perilaku remaja yang identik dengan kekerasan di jalan pada malam hari.

Melansir kumparanNEWS, saat geng-geng sekolah masih menjamur, klitih dimaknai sebagai aksi konvoi memutari kota kemudian melewati sarang geng musuh dengan tujuan memprovokasi. Namun ketika geng-geng sekolah lenyap, aksi klitih berubah menjadi syarat keanggotaan geng tanpa mempedulikan identitas asal sekolah.

Ilustrasi geng motor. Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Jika awalnya target adalah geng yang dianggap musuh, pelaku klitih kini menyerang korban secara acak. Mereka tidak segan melukai dengan menggunakan senjata tajam.

Masih mengutip Fenomena Klitih Sebagai Bentuk Kenakalan Remaja Dalam Perspektif Budaya Hukum di Kota Yogyakarta (2018: 32), berbeda dengan begal yang mengincar harta korban, pelaku klitih biasanya cukup puas apabila korban sudah tidak berdaya dan ditinggalkan terkapar begitu saja. Tindakan semacam ini dilakukan untuk menunjukkan power (kekuasaan) serta eksistensi individu maupun kelompok.

Faktor yang Menyebabkan Klitih

Geger klitih di Yogyakarta Foto: Indra Fauzi/kumparan

Mengutip jurnal Faktor-faktor Determinasi Prilaku Klitih (2019), beberapa faktor yang mendasari perilaku klitih adalah adanya masalah dalam hubungan keluarga, khususnya dengan orangtua, interaksi remaja dengan kelompok, serta karakter individu.

Faktor lingkungan keluarga juga didukung pendapat Ariefah, sosiolog Universitas Negeri Yogyakarta. Menurutnya, pelaku kekerasan jalanan tidak selalu berasal dari kelas ekonomi bawah. “Tapi lebih karena disfungsi keluarga, maka dia mencari dukungan sosial di luar keluarganya,” tuturnya kepada kumparanNEWS.

Penyebab lainnya adalah dinamika interaksi remaja dengan kelompok sebaya. Di usia remaja, seseorang memiliki dorongan untuk mengkukuhkan identitasnya sebagai individu. Ketimbang mencari validasi dari orang tua, sebagian remaja mencarinya dari teman-teman sebaya.

Ilustrasi kekerasan di jalanan. Foto: Shutter Stock

Pada akhirnya seseorang akan merasa memiliki social support dari kelompok yang menaunginya. Dalam penelitian yang dilakukan Ahmad Fuadi dkk, subyek menyebut akan mendapatkan nama yang bagus di lingkungan pertemanan jika berhasil melukai orang lain.

Dari pernyataan ini, bisa disimpulkan bahwa gengsi dan kebanggaan kemungkinan punya andil besar. Fenomena inilah yang juga ditemukan oleh Ariefah dalam penelitiannya. Seorang pelaku menganggap klitih adalah satu-satunya kemampuan yang bisa ia banggakan.

“Saya tuh nggak pinter, mau ngarep opo. Prestasi juga nggak punya, ya udah punyanya ini saja,” ucap Ariefah menirukan si pelaku.

Frequently Asked Question Section

Pengertian Klitih dalam Bahasa Jawa

chevron-down

Dalam Bahasa Jawa, klitih merujuk pada kegiatan seseorang yang keluar rumah di malam hari tanpa tujuan yang jelas.

Pengertian Klitih dalam Konteks Kriminalitas

chevron-down

Klitih adalah perilaku mencederai orang lain yang dilakukan remaja di malam hari.

Faktor Penyebab Klitih

chevron-down

Faktor yang melatarbelakangi klitih antara lain adanya masalah dalam hubungan keluarga khususnya orangtua, interaksi remaja dengan kelompok, serta karakter individu.

(ERA)