Memahami Apa Itu Palestine Washing yang Harus Diwaspadai Masyarakat

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aksi serangan kota Gaza yang dilakukan Israel mengundang kemarahan masyarakat dunia. Salah satu aksi nyata yang dilakukan masyarakat untuk mengecam tindakan Israel adalah memboikot produk-produk yang terafiliasi dengan negara tersebut.
Gerakan boikot tersebut termasuk bagian dari Boycott, Divestment and Sanctions (BDS) Movement yang telah dikampanyekan masyarakat dunia sejak 2005. Mengutip laman BDS Movement, gerakan global ini adalah upaya untuk menekan Israel tanpa kekerasan agar mematuhi hukum internasional.
Di Indonesia, gerakan boikot masih terus berjalan hingga kini. Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap Palestine Washing yang mencoba menyabotase aksi boikot tersebut. Sebenarnya, apa itu Palestine Washing?
Apa Itu Palestine Washing?
Wakil Sekretaris Jenderal MUI bidang hukum, Dr. KH Ikhsan Abdullah, mengimbau masyarakat tentang aksi Palestine Washing yang saat ini dilakukan perusahaan yang terafiliasi dengan Israel.
Palestine Washing adalah bentuk manuver sebuah perusahaan untuk berkelit dari gerakan boikot produk pro Israel. Caranya dengan berdonasi, mengiklankan dukungan, atau melakukan hal serupa untuk menunjukkan simpati palsu pada korban di Palestina.
Tujuan mereka untuk menciptakan citra baik dan memenangkan kembali hati para aktivis boikot. Dengan begitu, produk mereka pun akan dibeli. Padahal, sebenarnya perusahaan itu masih terafiliasi dengan Israel.
“Ada banyak jenama global (multinasional asing) datang ke MUI meminta dukungan karena saham dan produk riil mereka terdampak gerakan boikot produk pro Israel. Semua mereka minta boikot segera diakhiri,” ujar Dr. KH Ikhsan Abdullah, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (17/12/24), dikutip dari Antara.
Terkait permintaan itu, MUI menegaskan bahwa mereka tidak memberikan bantuan sama sekali. Masyarakat pun diharap agar tak tertipu dengan aksi Palestine Washing ini.
“Prinsip kemanusiaan tak bisa ditinggalkan. Palestina ini isu kemanusiaan yang melintasi sekat-sekat agama,” tegas Ikhsan.
Mengenal Gerakan BDS
Merangkum dari laman BDS Movement, gerakan BDS diluncurkan oleh 170 serikat pekerja Palestina, jaringan pengungsi, organisasi perempuan, asosiasi profesional, komite perlawanan rakyat, dan badan masyarakat sipil Palestina lainnya. Gerakan ini mengkampanyekan tiga hal, yakni:
Boikot (Boycott): Memboikot atau tidak memberi dukungan kepada rezim Israel, lembaga olahraga, budaya, dan akademis Israel, serta semua perusahaan yang terafiliasi dengan Israel.
Divestasi (Divestment): Mendesak bank, dewan lokal, gereja, hingga universitas untuk menarik investasi dari Israel dan semua perusahaan mendukung negara tersebut.
Sanksi (Sanctions): Menekan pemerintah untuk memenuhi kewajiban hukumnya dalam mengakhiri aksi penjajahan Israel, melarang pemerintah melakukan segala bentuk bisnis dengan pemukiman ilegal Israel, serta menangguhkan keanggotaan Israel di forum internasional seperti badan PBB dan FIFA.
Harapannya, aksi ini memaksa Israel mematuhi hukum internasional dan memenuhi tiga tuntutan yang sejak awal disuarakan Palestina, yakni:
Mengakhiri pendudukan dan kolonisasi di seluruh wilayah Arab dan merobohkan Tembok Berlin (sebutan untuk tembok yang dibangun Israel guna mengepung wilayah Palestina).
Mengakui hak-hak dasar warga negara Arab-Palestina di Israel untuk mendapatkan kesetaraan penuh.
Menghormati, melindungi dan memajukan hak-hak pengungsi Palestina untuk kembali ke rumah dan properti mereka sebagaimana ditetapkan dalam Resolusi PBB 194.
Baca Juga: Foto: Warga Palestina yang Mengungsi Mulai Pulang ke Rumah
(DEL)
