Memahami Arti Al-Bais, Sifat Allah yang Disebutkan dalam Al-Quran

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Asmaul Husna adalah nama-nama Allah yang indah dan mulia. Dalam bahasa Arab, "asma" berarti nama-nama, sedangkan "husna" artinya yang terbaik atau indah.
Terdapat 99 nama yang diambil dari Al-Qur'an dan hadis. Masing-masing nama tersebut mencerminkan sifat-sifat Allah yang agung. Salah satunya adalah Al-Bais.
Secara umum, Al-Bais artinya Yang Maha Membangkitkan. Untuk memahami lebih dalam makna dan keutamaan dari nama Al-Bais, simak informasi berikut ini.
Al-Bais Artinya Apa?
Dalam buku Kisah & Makna 99 Asmaul Husna untuk Anak karya Mei Tatazakka dan Alifa Aryatn, dijelaskan bahwa Al-Ba'is atau Al-Baaits (ٱلْبَاعِثُ) berarti Yang Maha Membangkitkan.
Artinya, Allah memiliki kuasa penuh untuk membangkitkan makhluk-Nya dari kematian. Sifat ini disebutkan dalam Al-Quran, tepatnya dalam Surah Al-Hajj ayat 7 yang berbunyi:
“Dan sesungguhnya hari kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya, dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan semua orang yang di dalam kubur.” (QS. Al-Hajj: 7)
Salah satu bukti kekuasaan Allah sebagai Al-Bais terlihat dalam mukjizat yang diberikan kepada Nabi Isa. Nabi Isa adalah seorang rasul yang diberi gelar Ulul Azmi, yaitu rasul yang memiliki kesabaran luar biasa dalam menyampaikan ajaran Allah. Allah pun memberinya mukjizat untuk membangkitkan orang yang telah meninggal.
Beberapa kisah menceritakan bahwa Nabi Isa pernah membangkitkan beberapa orang, seperti saudaranya sendiri ('Aadzir), seorang anak perempuan dari seorang ibu (Ibnatu al-'Aasyir), seorang anak laki-laki dari orang tua (Ibnu al-Ajuuz), dan Saam bin Nuh. Semua ini terjadi bukan karena kekuatan Nabi Isa, tetapi karena Allah yang menghendaki mukjizat tersebut kepadanya.
Mukjizat ini mengingatkan umat Muslim bahwa Allah adalah Yang Maha Kuasa. Pada hari kiamat nanti, Allah akan membangkitkan semua manusia dari kuburnya, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Al-Qur'an.
Baca Juga: Arti Al-Afuw dalam Asmaul Husna dan Dalilnya Menurut Agama Islam
Daftar 99 Asmaul Husna
Mengutip buku Cerita 99 Asmaul Husna untuk Anak oleh Abdullah Zaedan, berikut daftar lengkap 99 Asmaul Husna:
Ar-Rahman (ٱلرَّحْمَـٰنُ): Maha Pengasih
Ar-Rahim (ٱلرَّحِيمُ): Maha Penyayang
Al-Malik (ٱلْمَلِكُ): Maha Merajai
Al-Quddus (ٱلْقُدُّوسُ): Maha Suci
As-Salam (ٱلْسَّلَامُ): Maha Memberi Keselamatan
Al-Mu'min (ٱلْمُؤْمِنُ): Maha Pemberi Keamanan
Al-Muhaimin (ٱلْمُهَيْمِنُ): Maha Pemelihara
Al-Aziz (ٱلْعَزِيزُ): Maha Perkasa
Al-Jabbar (ٱلْجَبَّارُ): Maha Memaksa
Al-Mutakabbir (ٱلْمُتَكَبِّرُ): Maha Megah
Al-Khaliq (ٱلْخَالِقُ): Maha Pencipta
Al-Bari (ٱلْبَارِئُ): Maha Membuat
Al-Musawwir (ٱلْمُصَوِّرُ): Maha Membentuk Rupa
Al-Ghaffar (ٱلْغَفَّارُ): Maha Pengampun
Al-Qahhar (ٱلْقَهَّارُ): Maha Penakluk
Al-Wahhab (ٱلْوَهَّابُ): Maha Pemberi Karunia
Ar-Razzaq (ٱلْرَّزَّاقُ): Maha Pemberi Rezeki
Al-Fattah (ٱلْفَتَّاحُ): Maha Pembuka Rahmat
Al-Alim (ٱلْعَلِيمُ): Maha Mengetahui
Al-Qabidh (ٱلْقَابِضُ): Maha Menyempitkan Rezeki
Al-Basit (ٱلْبَاسِطُ): Maha Melapangkan Rezeki
Al-Khafidh (ٱلْخَافِضُ): Maha Merendahkan
Ar-Rafi’ (ٱلْرَّافِعُ): Maha Meninggikan
Al-Mu’izz (ٱلْمُعِزُّ): Maha Memuliakan
Al-Muzil (ٱلْمُذِلُّ): Maha Menghinakan
As-Sami’ (ٱلْسَّمِيعُ): Maha Mendengar
Al-Basir (ٱلْبَصِيرُ): Maha Melihat
Al-Hakam (ٱلْحَكَمُ): Maha Menetapkan
Al-Adl (ٱلْعَدْلُ): Maha Adil
Al-Latif (ٱلْلَّطِيفُ): Maha Lembut
Al-Khabir (ٱلْخَبِيرُ): Maha Mengenal
Al-Halim (ٱلْحَلِيمُ): Maha Penyantun
Al-Azim (ٱلْعَظِيمُ): Maha Agung
Al-Ghaffur (ٱلْغَفُورُ): Maha Pengampun
Ash-Shakur (ٱلشَّكُورُ): Maha Pembalas Budi (Menghargai)
Al-Aliyy (ٱلْعَلِيُّ): Maha Tinggi
Al-Kabir (ٱلْكَبِيرُ): Maha Besar
Al-Hafiz (ٱلْحَفِيظُ): Maha Memelihara
Al-Muqit (ٱلْمُقِيتُ): Maha Pemberi Kecukupan
Al-Hasib (ٱلْحَسِيبُ): Maha Membuat Perhitungan
Al-Jalil (ٱلْجَلِيلُ): Maha Luhur
Al-Karim (ٱلْكَرِيمُ): Maha Mulia
Ar-Raqib (ٱلْرَّقِيبُ): Maha Mengawasi
Al-Mujib (ٱلْمُجِيبُ): Maha Mengabulkan
Al-Wasi’ (ٱلْوَاسِعُ): Maha Luas
Al-Hakim (ٱلْحَكِيمُ): Maha Bijaksana
Al-Wadud (ٱلْوَدُودُ): Maha Mengasihi
Al-Majid (ٱلْمَجِيدُ): Maha Mulia
Al-Ba’its (ٱلْبَاعِثُ): Maha Membangkitkan
Asy-Syahid (ٱلْشَّهِيدُ): Maha Menyaksikan
Al-Haqq (ٱلْحَقُّ): Maha Benar
Al-Wakil (ٱلْوَكِيلُ): Maha Memelihara
Al-Qawiyy (ٱلْقَوِيُّ): Maha Kuat
Al-Matin (ٱلْمَتِينُ): Maha Kokoh
Al-Waliyy (ٱلْوَلِيُّ): Maha Melindungi
Al-Hamid (ٱلْحَمِيدُ): Maha Terpuji
Al-Muhshi (ٱلْمُحْصِيُ): Maha Mengalkulasi
Al-Mubdi (ٱلْمُبْدِئُ): Maha Memulai
Al-Mu’id (ٱلْمُعِيدُ): Maha Mengembalikan Kehidupan
Al-Muhyi (ٱلْمُحْيِ): Maha Menghidupkan
Al-Mumit (ٱلْمُمِيتُ): Maha Mematikan
Al-Hayy (ٱلْحَيُّ): Maha Hidup
Al-Qayyum (ٱلْقَيُّومُ): Maha Mandiri
Al-Wajid (ٱلْوَاجِدُ): Maha Penemu
Al-Majid (ٱلْمَجِيدُ): Maha Mulia
Al-Wahid (ٱلْوَاحِدُ): Maha Tunggal
Al-Ahad (ٱلْأَحَدُ): Maha Esa
As-Shamad (ٱلصَّمَدُ): Maha Dibutuhkan
Al-Qadir (ٱلْقَادِرُ): Maha Menentukan
Al-Muqtadir (ٱلْمُقْتَدِرُ): Maha Berkuasa
Al-Muqaddim (ٱلْمُقَدِّمُ): Maha Mendahulukan
Al-Mu’akhir (ٱلْمُؤَخِّرُ): Maha Mengakhirkan
Al-Awwal (ٱلْأَوَّلُ): Maha Awal
Al-Akhir (ٱلْآخِرُ): Maha Akhir
Az-Zahir (ٱلْظَّاهِرُ): Maha Nyata
Al-Batin (ٱلْبَاطِنُ): Maha Ghaib
Al-Wali (ٱلْوَالِيُ): Maha Memerintah
Al-Muta’ali (ٱلْمُتَعَالِيُ): Maha Tinggi
Al-Barr (ٱلْبَرُّ): Maha Dermawan
At-Tawwab (ٱلْتَّوَابُ): Maha Penerima Tobat
Al-Muntaqim (ٱلْمُنْتَقِمُ): Maha Penyiksa
Al-Afuww (ٱلْعَفُوُ): Maha Pemaaf
Ar-Ra’uf (ٱلْرَّؤُوفُ): Maha Pengasih
Malik Al-Mulk (مَالِكُ ٱلْمُلْكُ): Pemilik Kerajaan Langit dan Bumi
Dzul-Jalali Wal-Ikram (ذُو ٱلْجَلَالِ وَٱلْإِكْرَامِ): Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
Al-Muqsith (ٱلْمُقْسِطُ): Maha Adil
Al-Jami’ (ٱلْجَامِعُ): Maha Mengumpulkan
Al-Ghaniyy (ٱلْغَنِيُّ): Maha Kaya
Al-Mughni (ٱلْمُغْنِيُ): Maha Pemberi Kekayaan
Al-Mani’ (ٱلْمَانِعُ): Maha Mencegah
Ad-Dharr (ٱلْضَارُ): Maha Penimpa Kemudharatan
An-Nafi’ (ٱلْنَّافِعُ): Maha Memberi Manfaat
An-Nur (ٱلْنُورُ): Maha Pemberi Cahaya
Al-Hadi (ٱلْهَادِي): Maha Pemberi Petunjuk
Al-Badi’ (ٱلْبَدِيعُ): Maha Pencipta yang Tiada Bandingannya
Al-Baqi (ٱلْبَاقِي): Maha Kekal
Al-Warith (ٱلْوَارِثُ): Maha Pewaris
Ar-Rashid (ٱلْرَّشِيدُ): Maha Pandai
As-Sabur (ٱلْصَّبُورُ): Maha Sabar
(SAI)
