Memahami Arti Alhamdulillah, Ungkapan Syukur Sekaligus Pujian Kepada Allah SWT

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alhamdulillah merupakan kalimat yang sering dilontarkan umat Muslim dalam berbagai kondisi, terutama pada saat mendapatkan nikmat dan karunia dari Allah SWT. Alhamdulillah menjadi bentuk syukur atas nikmat yang telah dberikan Allah tersebut.
Alhamdulillah adalah kalimat tahmid yang termasuk dalam rangkaian dzikir untuk dibaca selepas menunaikan sholat lima waktu. Bahkan, kalimat Alhamdulillah juga mengawali Al Quran, yakni pada ayat pertama surat Al Fatihah. Allah juga mengawali beberapa surat lain dengan Alhamdulillah, seperti surat Al An’am, Al-Kahfi, dan Saba’.
Dilihat dari uraian di atas, ternyata Alhamdulillah memiliki arti yang sangat mulia. Ulasan berikut akan membahas lebih dalam mengenai makna dan arti Alhamdulillah.
Arti Alhamdulillah
Mengutip buku Shihab & Shihab Edisi Ramadhan oleh M. Quraish Shihab dan Najwa Shihab, Alhamdulillah (اَلْحَمْدُ للَّهِ) terdiri dari kata al, yang artinya semua, hamd yaitu pujian, dan lillah yaitu tertuju pada Allah SWT. Jadi, Alhamdulillah artinya “Segala puji bagi Allah”.
Berhubungan dengan hal tersebut, Saifudiin Al Damawy dalam Kalimat Keberuntungan: Mengungkap Zikir Para Nabi dan Kedahsyatannya, menjelaskan bahwa Alhamulillah merupakan bentuk ikrar bahwa segala kesempurnaan adalah milik Allah SWT.
Alhamdulillah sebagai kalimat pujian kepada Allah terucap setelah kita sadar bahwa ada anugerah yang diberikan Allah kepada kita atau orang lain. Pujian kepada Allah ini dilakukan dengan kesadaran dari dalam hati.
Semakin banyak mengucapkan Alhamdulillah, maka peluang Allah untuk menambah nikmat kian besar. Karena semakin bersyukur, maka semakin banyak nikmat yang akan diberikan. Allah berfirman:
“Dan jika kalian manusia mau bersyukur atas nikmat yang telah aku berikan kepada kalian maka niscaya aku akan menambah nikmat yang telah aku berikan kepada kalian, dan jika kalian kufur (tidak mau bersyukur) maka ketahuilah niscaya siksa ku itu pedih.” (QS. Ibrahim: 7)
Sebaiknya, ungkapan Alhamdulillah diikuti dengan sikap yang menunjukkan rasa terima kasih pada Allah. Misalnya, saat seorang Muslim diberikan suatu hadiah berupa baju oleh temannya, maka hendaknya ia menggunakan baju tersebut sebagai rasa terima kasih atas nikmat yang Allah berikan.
(ADS)
