Memahami Arti Koinonia Sebagai Bagian dari Tri Tugas Gereja

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Koinonia adalah salah satu bagian tri tugas gereja. Koinonia menjadi implementasi dari iman dan pengharapan dalam realitas kehidupan. Konionia juga didasarkan pada sesuatu yang dimiliki bersama oleh orang-orang Kristen.
Pada dasarnya, koinonia dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru mengandung makna yang berbeda. Makna pada Perjanjian Baru berubah karena melalui Yesus Kristus manusia dipersatukan kembali dengan Allah.
Lantas, apa arti koinonia sebagai tugas dan panggilan gereja? Simak penjelasannya melalui artikel berikut.
Apa Itu Koinonia?
Mengutip buku Teologi Pastoral: Pastoral Sebagai Strategi Penggembalaan untuk Menuju Gereja yang Sehat dan Bertumbuh oleh Harianto GP, Th. M., M. Pd. K (2021), koinonia berasal dari bahasa Yunani, yaitu “Koinos” yang artinya lazim atau umum. Kata ini juga mengandung arti “teman”, “sekutu”, “persekutuan”, “persahabatan”, “kebersamaan”.
Dulunya, kata koinonia kerap digunakan masyarakat Yunani untuk menggambarkan hubungan manusia dengan ilah-ilah. Hubungan tersebut dibayangkan seperti hubungan antar teman.
Sementara itu dalam Alkitab, khususnya Perjanjian Lama, koinonia diartikan sebagai hubungan Allah dengan manusia. Di mana manusia sebagai hamba Allah. Allah sebagai khalik dan manusia sebagai makhluk. Namun seperti dikatakan di awal, pengertian koinonia berubah dalam Perjanjian Baru, berikut penjelasannya:
1. Mengambil Bagian Bersama-sama Orang Lain
Perjanjian Baru memaknai koinonia sebagai mengambil bagian bersama dengan orang lain dalam suatu hal. Sebagaimana dikatakan dalam Lukas 5 ayat 10 yang berbunyi:
“Demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.”
Ayat tersebut menggambarkan persekutuan para pekerja. Di mana Tuhan Yesus menyuruh murid-murid-Nya untuk menjala ikan. Karena banyaknya ikan tersebut, mereka harus mengambil bagian dalam hal menarik jala.
Di samping itu, koinonia juga dibahas dalam 1 Korintus 10:16, yaitu:
“Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus?”
2. Memberi Bagian Kepada Seseorang
Makna koinonia yang kedua adalah memberikan bagian kepada seseorang. Seperti dibahas dalam Filipi 4 ayat 15. Dalam pasal tersebut, dijelaskan Paulus memberikan kesempatan bagi jemaat Filipi untuk mengambil bagian dalam mengajarkan Injil.
Sedangkan jemaat Filipi tanpa diminta memberikan Paulus bagian untuk penghidupannya. Hal inilah yang disebut dengan koinonia, di mana mereka saling memberi bagian kepada orang lain.
“Kamu sendiri tahu juga, hai orang-orang Filipi; pada waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, tidak ada satu jemaatpun yang mengadakan perhitungan hutang dan piutang dengan aku selain dari pada kamu,” (Filipi 4:15)
3. Persekutuan Absolut
Koinonia diartikan sebagai persekutuan absolut. Ini bisa dilihat dalam Galatia 2 ayat 9 yang menggambarkan Paulus dan Barnabas yang berjabat tangan sebagai tanda persekutuan diterima secara penuh dalam persekutuan yang dijadikan oleh iman bersama kepada Kristus.
“dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat,” (Galatia 2:9)
Secara garis besar, koinonia mengandung dua arti, yakni persekutuan dalam membantu bidang material yang berdasarkan pada kasih Kristus dan menopang pemberitaan Injil.
Koinonia bertugas untuk memelihara persekutuan umat dengan tujuan peningkatan iman dan pengabdian kepada Yesus. Dalam hal ini, gereja bisa memberikan kesempatan pada warga gereja untuk berperan aktif sesuai karunia dan talenta yang dimiliki.
Menurut Jonar Situmorang (2021) dalam buku Kamus Alkitab dan Theologi, koinonia yang sejati meliputi:
Semua orang percaya.
Dinamika yang mengikat gereja menjadi satu.
Kasih tidak bersyarat dan penerimaan.
Kejujuran yang disertai rendah hati.
Pengakuan bijaksana dan penyucian.
Dorongan sepenuh hati dan keadaan tersedia.
Pemulihan orang percaya yang sempat jatuh.
Rumah terbuka dan kerelaan menerima tamu.
Di sisi lain, Pdt. Jonar T.H. Situmorang, M. A., M. Th dalam buku Tafsiran Surat Filipi menjelaskan pentingnya persekutuan, yakni:
Alkitab menjelaskan bahwa tidak baik manusia seorang diri, sehingga Allah menciptakan penolong bagi Adam, yaitu Hawa.
Dari segi historis, pergerakan besar biasanya terjadi ketika sebuah kelompok bersekutu.
Bersifat pastoral.
(GTT)
Frequently Asked Question Section
Apa yang Dimaksud Koinonia?

Apa yang Dimaksud Koinonia?
Koinonia adalah persekutuan dalam membantu bidang material yang berdasarkan pada kasih Kristus dan menopang pemberitaan Injil.
Koinonia yang Sejati Meliputi Apa Saja?

Koinonia yang Sejati Meliputi Apa Saja?
Koinonia sejati meliputi kasih tidak bersyarat serta penerimaan, semua orang percaya, dan lain sebagainya.
Apa Tugas Koinonia?

Apa Tugas Koinonia?
Koinonia bertugas untuk memelihara persekutuan umat dengan tujuan peningkatan iman dan pengabdian kepada Yesus.
