Memahami Arti Ya Karim Ya Wadud, Sifat-Sifat Mulia Allah SWT

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

"Ya Karim Ya Wadud" merujuk pada dua nama Allah yang termasuk dalam daftar Asmaul Husna, yaitu Karim dan Wadud. Secara istilah, Asmaul Husna adalah untuk menyebut 99 nama baik Allah yang menggambarkan kebesaran, keindahan, keagungan, serta kasih sayang-Nya.
Nama-nama ini diambil dari penggambaran tentang Allah yang terdapat dalam Al-Qur'an dan hadis. Setiap nama dalam Asmaul Husna mencerminkan sifat-sifat mulia Allah SWT.
Sama dengan nama lainnya, Ya Karim Ya Wadud juga menggambarkan sifat-sifat Allah. Lantas, apa arti Ya Karim Ya Wadud?
Arti Ya Karim Ya Wadud
Dalam buku Indahnya Asmaul Husna oleh Abu Sahla dijelaskan bahwa "Ya Karim" artinya "Wahai Yang Pemurah." Nama ini mencerminkan salah satu sifat Allah yang penuh dengan kemurahan hati.
Dengan nama ini, Allah SWT digambarkan sebagai Dzat yang senantiasa memberi dan dermawan kepada hamba-Nya, baik dalam bentuk rezeki, nikmat, maupun rahmat-Nya. Penggambaran Allah SWT sebagai Yang Maha Pemurah telah disebutkan dalam surat Al-Infitar Ayat 6-8 yang berbunyi:
يٰۤاَيُّهَا الۡاِنۡسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الۡكَرِيۡمِۙ
الَّذِىۡ خَلَقَكَ فَسَوّٰٮكَ فَعَدَلَـكَۙ
فِىۡۤ اَىِّ صُوۡرَةٍ مَّا شَآءَ رَكَّبَكَؕ
Artinya:
“Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.” (QS. Al-Infitar: 6-8)
Sementara itu, "Ya Wadud" berasal dari kata Al-Wudd yang berarti cinta dan kasih. Jadi, arti kata ini adalah "Wahai Yang Maha Penyayang," menggambarkan kasih sayang Allah yang sangat mendalam dan penuh cinta kepada semua ciptaan-Nya
Salah satu ayat yang menyebut Allah SWT sebagai Maha Pengasih adalah surah Al-Buruj ayat 14 yang berbunyi:
وَهُوَ الْغَفُوْرُ الْوَدُوْدُۙ
Artinya: "Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih."
Baca Juga: Arti Al-Afuw dalam Asmaul Husna dan Dalilnya Menurut Agama Islam
Daftar 99 Asmaul Husna dan Artinya
Dikutip dari buku 1000 Jalan Menuju Surga karya Abu Islam Ahmad bin Ali, berikut daftar lengkap 99 Asmaul Husna beserta artinya:
Ar-Rahman: Yang Maha Pengasih
Ar-Rahiim: Yang Maha Penyayang
Al-Malik: Yang Maha Merajai atau Menguasai
Al-Quddus: Yang Maha Suci
As-Salaam: Yang Maha Memberi Kesejahteraan
Al-Mu'min: Yang Maha Memberi Keamanan
Al-Muhaimin: Yang Maha Mengatur
Al-Aziz: Yang Maha Perkasa
Al-Jabbar: Yang Memiliki Mutlak Kegagahan
Al-Mutakabbir: Yang Maha Megah
Al-Khaaliq: Yang Maha Pencipta
Al-Baari': Yang Maha Pembuat atau Perancang
Al-Mushawwir: Yang Maha Membentuk Rupa
Al-Ghaffaar: Yang Maha Pengampun
Al-Qahhaar: Yang Maha Memaksa
Al-Wahhaab: Yang Maha Pemberi Karunia
Ar-Razzaaq: Yang Maha Pemberi Rezeki
Al-Fattaah: Yang Maha Pembuka Rahmat
Al-‘Aliim: Yang Maha Mengetahui
Al-Qaabidh: Yang Maha Menyempitkan
Al-Baasith: Yang Maha Melapangkan
Al-Khaafidh: Yang Maha Merendahkan
Ar-Raafi’: Yang Maha Meninggikan
Al-Mu’izz: Yang Maha Memuliakan
Al-Mudzil: Yang Maha Menghinakan
As-Samii’: Yang Maha Mendengar
Al-Bashiir: Yang Maha Melihat
Al-Hakam: Yang Maha Menetapkan
Al-‘Adl: Yang Maha Adil
Al-Lathiif: Yang Maha Lembut atau Maha Teliti
Al-Khabiir: Yang Maha Mengenal atau Mengetahui
Al-Haliim: Yang Maha Penyantun
Al-‘Azhiim: Yang Maha Agung
Al-Ghafuur: Yang Maha Pemberi Pengampunan
As-Syakuur: Yang Maha Pembalas Budi
Al-‘Aliy: Yang Maha Tinggi
Al-Kabiir: Yang Maha Besar
Al-Hafizh: Yang Maha Memelihara
Al-Muqiit: Yang Maha Pemberi Kecukupan
Al-Hasiib: Yang Maha Membuat Perhitungan
Al-Jaliil: Yang Maha Luhur
Al-Kariim: Yang Maha Pemurah
Ar-Raqiib: Yang Maha Mengawasi
Al-Mujiib: Yang Maha Mengabulkan
Al-Waasi’: Yang Maha Luas
Al-Hakiim: Yang Maha Bijaksana
Al-Waduud: Yang Maha Mengasihi
Al-Majiid: Yang Maha Mulia
Al-Baa’its: Yang Maha Membangkitkan
As-Syahiid: Yang Maha Menyaksikan
Al-Haqq: Yang Maha Benar
Al-Wakiil: Yang Maha Memelihara
Al-Qawiyyu: Yang Maha Kuat
Al-Matiin: Yang Maha Kokoh
Al-Waliyy: Yang Maha Melindungi
Al-Hamiid: Yang Maha Terpuji
Al-Muhshii: Yang Maha Menghitung
Al-Mubdi’: Yang Maha Memulai
Al-Mu’iid: Yang Maha Mengembalikan Kehidupan
Al-Muhyii: Yang Maha Menghidupkan
Al-Mumiitu: Yang Maha Mematikan
Al-Hayy: Yang Maha Hidup
Al-Qayyuum: Yang Maha Mandiri
Al-Waajid: Yang Maha Penemu
Al-Maajid: Yang Maha Mulia
Al-Waahid: Yang Maha Tunggal
Al-Ahad: Yang Maha Esa
As-Shamad: Yang Maha Dibutuhkan
Al-Qaadir: Yang Maha Menentukan
Al-Muqtadir: Yang Maha Berkuasa
Al-Muqaddim: Yang Maha Mendahulukan
Al-Mu’akhkhir: Yang Maha Mengakhirkan
Al-Awwal: Yang Maha Awal
Al-Aakhir: Yang Maha Akhir
Az-Zhaahir: Yang Maha Nyata
Al-Baathin: Yang Maha Ghaib
Al-Waali: Yang Maha Memerintah
Al-Muta’aalii: Yang Maha Tinggi
Al-Barru: Yang Maha Penderma
At-Tawwaab: Yang Maha Penerima Tobat
Al-Muntaqim: Yang Maha Pemberi Balasan
Al-Afuww: Yang Maha Pemaaf
Ar-Ra’uuf: Yang Maha Pengasuh
Malikul Mulk: Yang Maha Penguasa Kerajaan
Dzul Jalaali Wal Ikraam: Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
Al-Muqsith: Yang Maha Pemberi Keadilan
Al-Jaami’: Yang Maha Mengumpulkan
Al-Ghaniyy: Yang Maha Kaya
Al-Mughnii: Yang Maha Pemberi Kekayaan
Al-Maani’: Yang Maha Mencegah
Ad-Dhaar: Yang Maha Penimpa Kemudharatan
An-Naafi’: Yang Maha Memberi Manfaat
An-Nuur: Yang Maha Bercahaya
Al-Haadii: Yang Maha Pemberi Petunjuk
Al-Badii’: Yang Maha Pencipta
Al-Baaqii: Yang Maha Kekal
Al-Waarits: Yang Maha Pewaris
Ar-Rasyiid: Yang Maha Pandai
As-Shabuur: Yang Maha Sabar
(SAI)
