Memahami Eufemisme dan Jenis-jenis Majas Pertautan Lainnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Eufemisme adalah bagian dari majas pertautan dalam bahasa Indonesia. Majas ini dapat diterapkan untuk berbagai bentuk karya tulis, seperti berita, majalah, dan lainnya. Meskipun jarang, majas ini juga bisa dipakai untuk periklanan.
Menurut tim sigma (2017) dalam buku Top Master Kuasai Kisi-kisi UN SMK/MAK 2018, eufemisme identik dengan kiasan halus. Biasanya, majas ini dipakai untuk menggantikan kata lainnya.
Untuk memperkaya pengetahuan tentang eufemisme, mari simak penjelasan di bawah ini.
Apa Itu Eufemisme?
Eufemisme adalah acuan berupa ungkapan-ungkapan yang halus guna menggantikan acuan-acuan yang mungkin dirasakan menghina, menyinggung perasaan atau menyugestikan sesuatu yang tidak menyenangkan.
Eufemisme juga didefinisikan sebagai gaya bahasa perbandingan yang bersifat menggantikan satu pengertian dengan kata lain yang hampir sama untuk menghaluskan maksud. Hal ini sebagaimana tercatat dalam buku Pengkajian Proses Fiksi oleh Andri Wicaksono.
Lebih sederhana, eufemisme adalah majas kiasan halus sebagai pengganti ungkapan yang terasa kasar dan tidak menyenangkan, yang dipakai untuk menghindar dari sesuatu yang dianggap tabu atau menggantikan kata lain dengan maksud sopan santun.
Agar lebih memahaminya, mari simak contoh eufemisme yang dikutip dari buku Translation: Bahasan Teori & Penuntun Praktis Menerjemahkan karya Zuchridin Suryawinata dan Sugeng Hariyanto:
Anak Pak Bupati gila (Putera Pak Bupati terganggu ingatannya).
Ibunya telah mati tiga tahun yang lalu (Ibunya telah berpulang tiga tahun yang lalu).
Orang itu sudah gila (Orang itu sudah berubah akal).
Jenis-jenis Majas Pertautan
Selain eufemisme, masih ada beberapa jenis majas pertautan lainnya. Berikut jenis-jenis majas pertautan yahg dikutip dari buku Supertrik Kisi-kisi UN SMA/MA IPS 2017 oleh Tim Sigme (2016):
1. Metonimia
Metonimia merupakan majas yang menggunakan nama ciri yang ditautkan dengan orang, barang, atau hal, sesuai penggantinya.
Contoh:
Saya pergi naik Garuda (pesawat).
Ayah saya suka mengisap gudang garam (rokok).
2. Sinekdok
Sinekdok adalah majas yang menyebutkan nama bagian sebagai pengganti nama keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdok dibagi menjadi dua, yaitu totem pro parte (menyatakan sebagian untuk keseluruhan) dan pars pro toto (menyebut keseluruhan tapi yang dimaksudkan sebagian).
Perang Dunia II berakhir pada tahun 1942 (totem pro parte).
Sudah lama saya tidak melihat batang hidungnya (proses pro toto).
3. Alusio
Alusio merupakan majas yang secara tidak langsung menunjuk pada suatu peristiwa atau hal dengan memakai peristiwa umum atau sampiran pantun yang isinya sudah dimaklumi. Alusio diartikan juga sebagai majas yang merujuk pada tokoh atau peristiwa yang sudah diketahui bersama.
Contoh:
Sekarang, banyak Edy Tansil disini.
(GTT)
Frequently Asked Question Section
Apa yang Dimaksud dengan Eufemisme?

Apa yang Dimaksud dengan Eufemisme?
Eufemisme adalah acuan berupa ungkapan-ungkapan yang halus guna menggantikan acuan-acuan yang mungkin dirasakan menghina, menyinggung perasaan atau menyugestikan sesuatu yang tidak menyenangkan.
Apa Saja Jenis-jenis Majas Pertautan?

Apa Saja Jenis-jenis Majas Pertautan?
Ada beberapa jenis majas pertautan, di antaranya eufemisme, alusio, dan lain-lain.
Apa Itu Alusio?

Apa Itu Alusio?
Alusio merupakan majas yang merujuk pada tokoh atau peristiwa yang sudah diketahui bersama.
