Memahami Hukum Syariat Menurut Surat Al-Ankabut Ayat 45 tentang Perintah Shalat

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hukum syariat adalah segala ketentuan yang ditetapkan Allah Swt dan diwahyukan kepada Rasulullah SAW. Cakupannya meliputi hukum publik dan perorangan, akidah, serta ibadah yang bisa dijadikan pedoman bagi umat manusia.
Mengutip jurnal berjudul Syariat, Fiqh, dan Ilmu Hukum dalam Perspektif Pembinaan Hukum Nasional karya Drs. H. Suparman Usman, hukum syariat bersumber pada dalil Alquran dan sunnah. Jadi, ketetapannya bersifat qhat’i (mutlak dan benar).
Contohnya bisa dilihat dalam Surat Al-Ankabut ayat 45. Menurut penuturan ulama, ayat ini membahas tentang satu amalan yang dapat mencegah manusia dari perbuatan keji dan munkar.
Apakah amalan yang dimaksud? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan tentang hukum syariat menurut Surat Al-Ankabut ayat 45 berikut.
Hukum Syariat Menurut Surat Al-Ankabut Ayat 45
Sebelum memahami isi kandungan Surat Al-Ankabut ayat 45, sebaiknya ketahui dulu lafaz bacaannya berikut ini:
ٱتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
Artinya: “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al-Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Melalui ayat tersebut, Allah memerintahkan hamba-Nya untuk membaca Alquran dan mendirikan shalat. Disebutkan dalam buku Risalah Khotbah: Wasiat Taqwa Sepanjang Masa karya Amin Farih, shalat dapat mencegah perbuatan keji dan munkar.
Shalat juga merupakan tiang agama. Umat Muslim yang mendirikan shalat akan diberikan ganjaran pahala dan derajat mulia di sisi Allah Swt. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
“Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Tidak hanya berupa amalan lahiriyah, shalat juga menjadi ibadah yang menyangkut perkara batiniyah seseorang. Apabila dilakukan secara benar, shalat bisa menjauhkan seorang Muslim dari hal-hal yang dilarang dalam Islam.
Umat Muslim yang memahami hakikat kedudukan shalat seharusnya tidak melakukan perbuatan keji dan mungkar lagi. Ia akan menghindari dosa zina, judi, meminum khamr, dan lain sebagainya.
Karena sejatinya, Allah Swt telah menjadikan shalat sebagai obat dari segala penyakit hati. Umat Muslim yang mendirikannya akan mendapat ketenangan, sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW berikut:
"Dijadikan kesenanganku dari dunia berupa wanita dan minyak wangi. Dan dijadikanlah penyejuk hatiku melalui ibadah sholat." (HR. Ahmad dan An-Nasa’i)
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa isi kandungan Surat Al-Ankabut ayat 45?

Apa isi kandungan Surat Al-Ankabut ayat 45?
Tentang perintah mendirikan shalat.
Apa hikmah mendirikan shalat yang utama?

Apa hikmah mendirikan shalat yang utama?
Shalat bisa mencegah perbuatan keji dan munkar.
Bagaimana pengaruh shalat pada karakter umat Muslim?

Bagaimana pengaruh shalat pada karakter umat Muslim?
Umat Muslim yang memahami hakikat kedudukan shalat seharusnya tidak melakukan perbuatan keji dan mungkar lagi. Ia akan menghindari dosa zina, judi, meminum khamr, dan lain sebagainya.
