Konten dari Pengguna

Memahami Konsep Belajar Mandiri dan Penerapannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi belajar. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi belajar. Foto: iStock

Belajar merupakan suatu proses yang tidak bisa dipisahkan dari manusia. Manusia perlu mengenyam pendidikan untuk menjalani kehidupannya dengan baik sehingga dapat ikut andil dalam perubahan dan perkembangan zaman.

Pada umumnya, aktivitas belajar dilakukan di sekolah, universitas, atau lembaga pendidikan lainnya dengan bimbingan pengajar seperti guru, dosen, dan sebagainya. Namun, ada baiknya jika seorang siswa juga mampu menerapkan konsep belajar mandiri sehingga tidak hanya bergantung pada pengajarnya.

Mengutip jurnal Belajar Mandiri: Konsep dan Penerapannya oleh Harli Trisdiono, belajar mandiri adalah kemampuan seseorang dalam bertanggung jawab atas proses pembelajarannya.

Konsep belajar mandiri lebih diartikan dengan inisiatif atau motivasi yang ada pada diri siswa. Artinya, proses belajar dapat dilakukan seorang diri maupun dalam kelompok, tetapi siswa harus memiliki insiatif atau dorongan dari dirinya untuk belajar.

Dengan adanya inisiatif atau motivasi, siswa akan aktif mencari sumber belajar lain selain dari sekolah. Pasalnya, sekolah seringkali hanya menyediakan sumber belajar yang terbatas. Jika siswa tidak berinisiatif belajar mandiri, maka ilmu yang didapat akan terbatas pula.

Penerapan Konsep Belajar Mandiri

Ilustrasi belajar mandiri. Foto: iStock

Dalam pelaksanaannya, konsep belajar mandiri harus didasari atas keinginan dan kemampuan siswa. Penerapan belajar mandiri dapat dilakukan dengan:

Evaluasi dan refleksi

Setelah selesai belajar, sebaiknya siswa melakukan evaluasi dan refleksi atas proses pembelajaran yang telah dilakukan. Hasil evaluasi tersebut dapat dijadikan sebagai penilaian agar proses belajar selanjutnya dilakukan dengan lebih baik lagi.

Bertanya

Seperti kata pepatah, malu bertanya sesat di jalan. Siswa harus dibimbing dan diajarkan untuk berani bertanya dan mengemukakan pendapat.

Sebuah pertanyaan dapat mendorong siswa untuk semakin termotivasi dalam menguasai materi yang diajarkan.Pertanyaan yang bersifat analisis tidak terbatas pada jawaban benar atau salah saja. Semakin banyak bertanya, maka semakin besar rasa ingin tahu yang dimiliki oleh siswa.

Membangun Kepercayaan Diri

Kepercayaan diri menjadi salah satu syarat dalam konsep belajar mandiri. Siswa dengan kepercayaan diri yang besar akan lebih mudah menerapkan konsep belajar mandiri.

Proses ini harus dilakukan sejak awal agar kepercayaan diri semakin tertanam dan meningkat. Komentar membangun dan umpan balik yang jelas dari teman serta guru dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa.

(ADS)