Memahami Konsep Waktu dalam Sejarah Beserta Contohnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Waktu dan sejarah menjadi dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya akan terus bergerak dan melahirkan berbagai peristiwa baru yang saling berkaitan, sehingga perjalanan sejarah tidak akan berhenti.
Konsep waktu dalam sejarah tidak bisa lepas dari perubahan. Perubahan ini mencakup berbagai bidang, mulai dari sosial, ekonomi, budaya, hingga politik.
Contohnya adalah perkembangan kehidupan sejak adanya manusia sampai sekarang, dari taraf kehidupan sederhana hingga kehidupan kompleks.
Untuk mempelajari konsep waktu dalam sejarah lebih dalam, simak pembahasan berikut ini:
Pengertian Sejarah dan Waktu
Mengutip buku Ilmu Sejarah: Sebuah Pengantar yang ditulis oleh M. Dien Madjid dan Johan Wahyudhi (2014), sejarah adalah pengalaman hidup manusia pada masa lalu yang berlangsung sepanjang usia manusia.
Sejarah dipelajari untuk mendapatkan pengalaman (baik manusia lain atau diri sendiri pada masa lampau), pelajaran, pengingat, inspirasi, dan motivasi dalam menjalani kehidupan di masa sekarang dan mendatang.
Sementara itu waktu menurut KBBI adalah seluruh rangkaian ketika proses, perbuatan, atau keadaan sedang berlangsung. Waktu juga dapat didefinisikan sebagai saat tertentu untuk melakukan suatu kegiatan.
Konsep Waktu dalam Sejarah
Menurut Windriati, S. Pd. dalam Buku Siswa Sejarah Indonesia untuk SMA/MA Kelas X, waktu atau dimensi temporal mempunyai dua makna, di antaranya:
Makna Denotatif: Satu kesatuan detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, abad, dan seterusnya.
Makna Konotatif: Waktu sebagai suatu konsep.
Waktu dalam sejarah merupakan sesuatu yang terus bergerak dari masa sebelumnya ke masa berikutnya. Gerakan ini menimbulkan perubahan bagi kehidupan manusia secara positif ataupun negatif.
Di sisi lain, John Dewey (1959) memaparkan bahwa penulisan sejarah harus mencakup masa lampau dan sekarang. Sejarah harus bersifat instrumental dalam memecahkan masalah masa kini.
Mengutip buku Manusia dan Sejarah: Sebuah Tinjauan Filosofis yang ditulis oleh Yulia Siska (2015), konsep waktu dalam sejarah meliputi beberapa hal, antara lain adalah:
1. Perkembangan
Perkembangan terjadi apabila masyarakat berturut-turut bergerak dari satu bentuk ke bentuk lain. Umumnya, manusia akan berkembang dari bentuk sederhana menuju kompleks.
Contoh: Perkembangan demokrasi AS yang mengikuti perkembangan kota.
2. Kesinambungan
Kesinambungan terjadi jika masyarakat baru hanya melakukan adopsi lembaga-lembaga lama.
Contoh: Kolonialisme pada mulanya adalah kelanjutan dari patrionalisme. Demikian juga kebijakan kolonialisme hanya mengadopsi kebiasaan lama.
3. Pengulangan
Pengulangan terjadi ketika peristiwa di masa lalu terjadi lagi di masa mendatang.
Contoh: Kekuasaan Presiden Soekarno yang jatuh lantaran aksi para mahasiswa. Peristiwa ini kembali terjadi di masa Presiden Soeharto, di mana Presiden Soeharto juga jatuh karena mahasiswa.
4. Perubahan
Perubahan disebabkan oleh pergeseran dan perkembangan yang dialami oleh masyarakat. Perkembangan ini biasanya besar dan waktunya relatif singkat. Sebagian besar perubahan dipengaruhi oleh faktor eksternal.
Contoh: Gerakan Padri di Sumatera Barat yang menentang kaum adat dianggap sebagai hasil pengaruh gerakan Wahabi di Arab yang disebarkan lewat para haji sepulang dari Mekkah.
(GTT)
Frequently Asked Question Section
Sebutkan Apa Konsep Waktu?

Sebutkan Apa Konsep Waktu?
Konsep waktu dalam sejarah meliputi perubahan, kesinambungan, perkembangan, dan lainnya.
Jelaskan Apa yang Dimaksud dengan Konsep Waktu dalam Sejarah?

Jelaskan Apa yang Dimaksud dengan Konsep Waktu dalam Sejarah?
Konsep waktu dalam sejarah merupakan sesuatu yang terus bergerak dari masa sebelumnya ke masa berikutnya dan membawa perubahan.
Mengapa Konsep Waktu Sangat Penting dalam Sejarah?

Mengapa Konsep Waktu Sangat Penting dalam Sejarah?
Konsep waktu sangat penting dalam sejarah karena konsep tersebut dapat menjelaskan perkembangan kehidupan manusia secara konkret.
