Konten dari Pengguna

Memahami Mekanisme Pernapasan Manusia, Inspirasi dan Ekspirasi

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi manusia bernapas. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi manusia bernapas. Foto: Unsplash

Manusia butuh bernapas untuk bertahan hidup. Sistem pernapasan disebut juga respirasi. Ketika bernapas, manusia menghirup oksigen (O2) dan mengembuskan karbon dioksida CO2).

Mengutip buku Biologi kelas XI untuk SMA dan MA oleh Purnomo dkk (2009), oksigen digunakan untuk pembakaran zat-zat makanan seperti protein, lemak, dan karbohidrat dalam sel-sel tubuh. Pembakaran tersebut menghasilkan energi dan karbon dioksida. Energi inilah yang digunakan manusia untuk beraktivitas.

Adapun organ-organ pernapasan pada manusia antara lain yaitu hidung, faring, laring, trakea, bronkus, bronkiolus, alveolus, dan paru-paru. Organ-organ tersebut menghubungkan udara dari dan ke organ pernapasan utama, yakni paru-paru

Sementara itu, mekanisme pernapasan manusia berlangsung melalui dua tahap, yakni inspirasi dan ekspirasi. Apa perbedaan keduanya? Simak selengkapnya di bawah ini.

Mekanisme Pernapasan Manusia

Ilustrasi manusia bernapas. Foto: iStock

Bernapas merupakan kegiatan mengambil dan mengeluarkan udara pernapasan melalui paru-paru. Manusia bernapas melalui saluran pernapasan.

Seperti yang telah dijelaskan, mekanisme pernapasan atau pertukaran gas pada manusia berlangsung melalui dua tahap, yaitu inspirasi dan ekspirasi.

1. Inspirasi

Inspirasi terjadi ketika udara dihirup melalui rongga hidung dan masuk ke dalam paru-paru. Mengutip buku Biologi 2 untuk SMA/MA Kelas XI oleh Endang Sri Lestari dan Idun Kistinnah, pada pernapasan dada, proses inspirasi terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara yang disebabkan volume rongga dada yang lebih kecil daripada udara luar.

Sementara itu, pada proses pernapasan perut, inspirasi terjadi apabila otot diafragma mendatar dan volume rongga dada membersar. Akibatnya, tekanan udara di dalam rongga dada lebih kecil daripada udara di luar sehingga udara pun masuk.

2. Ekspirasi

Pada tahap ekspirasi terjadi pelepasan karbon dioksida dari dalam tubuh ke luar. Proses ekspirasi pada pernapasan dada terjadi jika otot antar tulang rusuk dalam berkontraski. Akibatnya, tulang rusuk turun dan volume rongga dada mengecil sehingga tekanan udara di dalam rongga dada akan lebih besar dan udara terdorong ke luar.

Sedangkan, proses ekspirasi pada pernapasan perut terjadi saat otot-otot diafragma berkontraksi dan volume rongga dada mengecil. Hasilnya, tekanan udara di dalam rongga dada lebih besar daripada udara di luar sehingga menyebabkan udara dari dalam terdorong ke luar.

(ADS)