Konten dari Pengguna

Memahami Pentingnya Refleksi dalam Aksi Nyata bagi Guru

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi refleksi diri dalam aksi nyata. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi refleksi diri dalam aksi nyata. Foto: Pexels

Setiap tenaga pendidik perlu memahami pentingnya refleksi dalam aksi nyata agar bisa mengembangkan potensi diri dan meningkatkan kompetensinya. Refleksi diri bisa dilakukan setelah guru menyelesaikan laporan aksi nyata di Platform Merdeka Mengajar (PMM).

Refleksi diri adalah proses evaluasi yang dilakukan seseorang untuk meningkatkan kualitas diri. Dalam konteks pendidikan, refleksi adalah penilaian guru terhadap kekurangan dan kelebihannya saat menyampaikan pelajaran.

Kebiasaan untuk melakukan refleksi masih jarang dipraktekkan para pendidik, padahal aktivitas tersebut mempunyai banyak manfaat. Lantas, apa saja pentingnya refleksi diri dalam aksi nyata, simak informasinya dalam ulasan berikut.

Apa Itu Refleksi Diri?

Ilustrasi refleksi dalam aksi nyata. Foto: Pexels.

Dikutip dari buku Manfaat Kebiasaan Refleksi Diri bagi Pendidik dan Peserta Didik yang diterbitkan Kemdikbud, refleksi adalah proses evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan selama melakukan kegiatan pembelajaran.

Melalui refleksi diri, guru bisa menilai apakah metode dan teknik pembelajaran yang digunakan sudah efektif atau masih perlu disesuaikan.

Refleksi diri dilakukan dalam dua tahap, yakni penilaian diri dan reaksi diri. Pada tahap penilaian diri, tenaga pendidik melakukan evaluasi terhadap efektivitas aksi nyata. Aspek yang dinilai mencakup metode, teknik, dan media pembelajaran yang diterapkan. Apabila belum sesuai harapan, guru bisa memikirkan penggantinya.

Sementara pada tahap reaksi diri, guru menuliskan pendapatnya terkait hasil dari aksi nyata. Apabila hasilnya belum memuaskan, buat solusi untuk menyelesaikan kendala yang dialami.

Begitu pun sebaliknya. Jika hasilnya memuaskan catatan untuk terus meningkatkan proses pembelajaran.

Pentingnya Refleksi dalam Aksi Nyata

Ilustrasi refleksi dalam aksi nyata. Foto: Pexels.

Refleksi menjadi dasar pengembangan diri bagi tenaga pendidik profesional. Proses refleksi akan membantu pendidik mempertahankan rasa ingin tahu dalam kegiatan belajar pribadi, sehingga terus terpacu untuk meningkatkan kualitas diri.

Tak hanya penting bagi pertumbuhan guru secara pribadi, refleksi diri yang dilakukan secara berkala dapat meningkatkan pembelajaran. Refleksi juga memungkinkan setiap pendidik untuk menemukan metode pembelajaran yang berpusat pada siswa, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan.

Dengan begitu banyak keutamaan refleksi diri, setiap pendidik perlu menjadikan aktivitas ini sebuah rutinitas. Berikut beberapa tips agar refleksi diri yang dilakukan efektif.

1. Luangkan waktu

Buatlah jadwal khusus untuk melakukan refleksi diri dalam seminggu. Luangkan waktu sekitar 30 menit hingga 60 menit agar dapat melakukan evaluasi secara mendalam.

2. Catat hasil refleksi

Pastikan hasil refleksi tercatat dengan baik. Guru bisa menuliskan hasilnya di dalam jurnal pribadi sebagai pengingat proses serta progres refleksi yang telah dilakukan.

3. Cari teman bertukar pikiran

Memiliki rekan bertukar pikiran dapat membantu proses refleksi. Pilihlah teman diskusi yang dapat menyampaikan sesuatu dengan jujur dan kritis agar proses evaluasi lebih maksimal.

Baca Juga: Contoh Aksi Nyata Merdeka Belajar dan Alur Mengerjakannya

(GLW)