Konten dari Pengguna

Memahami Perbedaan Sel Prokariotik dan Sel Eukariotik pada Makhluk Hidup

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi struktur sel pada hewan. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi struktur sel pada hewan. Foto: Pixabay

Sel adalah unit terkecil penyusun makhluk hidup, baik secara struktural maupun fungsional. Berdasarkan karakteristiknya, sel dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik.

Sel prokariotik adalah sel yang tidak memiliki selaput inti atau membran nukleus. Sementara sel eukariotik adalah sel yang memiliki selaput inti sehingga materi genetiknya terbungkus selaput atau tidak tersebar.

Kedua tipe sel tersebut secara kimiawi tersusun atas senyawa yang sama, yaitu sama-sama memiliki asam nukleat, protein, lipid, dan karbohidrat. Namun, keduanya memiliki perbedaan berdasarkan struktur dinding sel, selaput inti, hingga alat geraknya. Apa saja perbedaannya?

Perbedaan Sel Prokariotik dan Sel Eukariotik

Pada dasarnya, perbedaan sel prokariotik dan sel eukariotik yang utama terletak pada membran yang membatasi inti sel. Sebelum membahas lebih lanjut perbedaan kedua tipe sel tersebut, berikut ciri-ciri sel prokariotik dan sel eukariotik yang bisa dipahami terlebih dahulu.

Ilustrasi struktur sel pada hewan. Foto: Pixabay

1. Sel Prokariotik

Sel prokariotik adalah sel yang memiliki materi genetik (DNA), tetapi materi genetik tersebut tidak dibungkus oleh membran inti sel dan belum memiliki struktur membran tertutup.

Sel prokariotik secara struktural sangat sederhana dan umumnya hanya ditemukan pada organisme bersel satu, yaitu bakteri dan arkea.

Secara umum, sel prokariotik terdiri atas DNA, sitoplasma, serta suatu struktur permukaan yang meliputi membran plasma dan komponen dinding sel, kapsul, dan lapisan lendir.

Dikutip dari Mikrobiologi Keperawatan Gigi oleh Megananda Hiranya Putri (2021: 20-21), ciri-ciri sel prokariotik antara lain:

  • Tidak memiliki inti sel yang jelas karena tidak mempunyai membran inti sel atau disebut nukleolid. Inti sel tersebar pada sitoplasma sel.

  • Tidak memiliki organel yang dikelilingi membran.

  • Memiliki dinding sel kecuali mycoplasma dan thermoplasma.

  • Sebagian besar komponen struktur dinding sel adalah peptidoglikan.

  • DNA berada di daerah nukleolid.

  • Susunan kromosomnya sirkuler. Sel prokariotik tidak memiliki inti sejati karena DNA tidak terselubung oleh membran.

  • Ukuran diameter selnya antara 0,5–10 mikrometer.

  • Dapat membawa elemen DNA ekstrakromosom yang disebut plasmid. Plasmid pada makhluk hidup salah satunya berfungsi sebagai resistensi antibiotik.

  • Sel prokariotik memiliki flagela yang berfungsi sebagai alat gerak. Flagela ini tersusun atas protein flagelin.

2. Sel Eukariotik

Sel eukariotik adalah sel yang memiliki materi genetik dan terbungkus oleh membran inti sel sehingga terjadi pemisahan antara inti sel dan sitoplasma.

Ilustrasi sel eukariotik. Foto: Pixabay

Dikutip dari Mikrobiologi oleh Siti Nur Aisyah Jamil, dkk., (2022: 21), sel eukariotik mengandung organel seperti inti sel, mitokondria, kloroplas, retikulum endoplasma, badan golgi, lisosom, vakuola, peroksisom, dan lain-lain.

Sel eukariotik umumnya berukuran lebih besar daripada sel prokariotik. Sel ini ditemukan pada makhluk hidup tingkat tinggi, seperti protista, fungi, tumbuhan, dan hewan.

Ciri-ciri sel eukariotik antara lain:

  • Memiliki inti sel yang dibatasi oleh membran inti atau disebut nukleus.

  • Memiliki sejumlah organel yang terbungkus oleh membran sel, termasuk mitokondria, retikulum endoplasma, badan golgi, lisosom, dan kadang terdapat pula kloroplas.

  • Komponen struktur dinding sel pada eukariotik adalah fosfolipid.

  • DNA tersimpan dalam nukleus.

  • Ukuran diameter selnya antara 10–100 mikrometer.

  • Sel eukariotik bergerak dengan menggunakan silia dan flagela yang tersusun atas protein tubulin. Struktur flagela pada sel ini lebih kompleks dibandingkan flagela pada sel prokariotik.

Berdasarkan ciri-ciri di atas, adapun perbedaan sel prokariotik dan sel eukariotik yang bisa dipahami adalah sebagai berikut.

  1. Sel prokariotik tidak memiliki membran inti sel dan inti sel tersebar pada sitoplasma, sedangkan sel eukariotik memiliki inti sel yang dilingkupi oleh membran inti.

  2. Sel prokariotik tidak memiliki organel yang terbungkus oleh membran sel, sedangkan sel eukariotik memiliki organel yang terbungkus oleh membran.

  3. Sebagian besar komponen struktur dinding sel pada prokariotik adalah peptidoglikan. Sementara komponen struktur dinding sel pada eukariotik adalah fosfolipid.

  4. Sel prokariotik memiliki ukuran diameter antara 0,5-10 mikrometer, sedangkan ukuran diameter sel eukariotik antara 10-100 mikrometer.

  5. Sel prokariotik hanya ditemukan pada organisme bersel satu, yaitu bakteri dan arkea. Sementara sel eukariotik dapat ditemukan pada protista, fungi, tumbuhan, dan hewan.

  6. DNA pada sel prokariotik tersimpan di dalam nukleolid, sedangkan DNA pada sel eukariotik tersimpan dalam nukleus.

  7. Sel prokariotik memiliki flagela sebagai alat gerak yang tersusun atas protein flagelin. Sementara sel eukariotik bergerak dengan menggunakan silia atau flagela yang tersusun atas protein tubulin.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan sel prokariotik?
chevron-down

Sel prokariotik adalah sel yang memiliki materi genetik (DNA$), tetapi materi genetik tersebut tidak dibungkus oleh membran inti sel dan belum memiliki struktur memban tertutup.

Apa yang dimaksud dengan sel eukariotik?
chevron-down

Sel eukariotik adalah sel yang memiliki materi genetik yang terbungkus oleh membran inti sel sehingga terjadi pemisahan antara inti sel dan sitoplasma.

Apa saja organel yang terdapat dalam sel eukariotik?
chevron-down

Sel eukariotik mengandung organel seperti inti sel, mitokondria, kloroplas, retikulum endoplasma, badan golgi, lisosom, vakuola, peroksisom, dan lain-lain.