Memahami Sistem Gerak pada Manusia dan Bagian-bagiannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berbeda dengan tumbuhan, manusia memiliki kebebasan dalam menggerakkan tubuhnya. Dengan leluasa, manusia bisa bergerak seperti yang dikehendaki. Hal ini dikarenakan manusia memiliki sistem gerak.
Sistem gerak pada manusia dibentuk oleh rangka dan otot. Rangka merupakan susunan tulang yang berfungsi sebagai alat gerak pasif.
Sementara itu, otot adalah alat gerak aktif yang mempunyai kemampuan berkontraksi berperan sebagai penggerak tulang. Di sisi lain, ada sendi sebagai penghubung antartulang sehingga memudahkan tulang dalam bergerak.
Untuk mengetahui lebih dalam tentang seluk-beluk sistem gerak pada manusia, simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Sistem Gerak pada Manusia
1. Rangka
Selain berfungsi untuk menopang dan menjaga bentuk tubuh, rangka manusia juga menjadi tempat melekatnya otot sehingga memungkinkan terjadinya gerakan. Tak hanya itu, rangka juga berperan penting untuk melindungi organ dalam tubuh, tempat menyimpan mineral, dan sebagai tempat pembentukan sel-sel darah.
Mengutip e-Modul Biologi terbitan Kemendikbud, rangka manusia tersusun atas sekitar 206 tulang yang memiliki bentuk dan ukuran bervariasi. Tulang terbentuk dari kandungan kalsium berupa garam yang melekat dengan bantuan kolagen.
Sebagai salah satu bagian sistem gerak pada manusia, tulang mempunyai fungsi utama sebagai alat gerak pasif. Artinya, untuk menjalankan fungsi tersebut, tulang membutuhkan otot untuk bergerak.
Rangka pada manusia dibagi menjadi tiga, yaitu tengkorak, rangka badan, dan rangka alat gerak (tangan dan kaki). Sementara, tulang diklasifikasikan berdasarkan bentuk dan lapisan strukturnya.
Berdasarkan bentuknya, tulang dibagi menjadi empat, yaitu tulang pipa, tulang pendek, tulang pipih, dan tulang yang tidak beraturan. Sedangkan, ada tiga tulang yang dibedakan berdasarkan lapisan strukturnya, yaitu periosteum, tulang kompak, tulang spons, sumsum tulang, dan tulang rawan atau kartilago.
2. Otot
Tulang yang menyusun kerangka tubuh manusia tertutup oleh otot. Otot merupakan alat gerak aktif karena memiliki kemampuan untuk berkontraksi. Kontraksi otot ini menyebabkan tulang yang dilekatinya dapat bergerak. Otot dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
Otot polos, yaitu otot yang bekerja di luar kesadaran tanpa perintah otak. Otot ini terletak pada saluran alat-alat dalam tubuh. Contohnya saluran pencernaan, pembuluh darah, saluran kelain, dan dinding rahim.
Otot lurik, yaitu otot yang bekerja di bawah kesadaran dengan menuruti perintah otak. Otot lurik melekat pada rangka tubuh, seperti pada tangan dan kaki.
Otot jantung, yaitu otot yang terletak di jantung. Sama seperti otot polos, otot jantung juga bekerja di luar kesadaran. Fungsi otot jantung antara lain untuk memompa darah ke seluruh tubuh, membersihkan metabolisme tubuh, dan membantu pekerjaan jantung lainnya.
3. Sendi
Sendi merupakan tempat bertemunya dua buah tulang. Sendi diikat oleh ligamen dan tendon. Sendi terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:
Sinartrosis (sendi mati), merupakan hubungan antartulang yang memungkinkan terjadinya gerakan. Contohnya hubungan antartulang tengkorak dan hubungan antara ruas tulang belakang.
Amfiartrosis (sendi kaku), merupakan hubungan antartulang yang masih memungkinkan terjadinya gerakan meski sangat terbatas. Contohnya hubungan antara tulang rusuk dengan tulang dada.
Diartrosis (sendi gerak), merupakan hubungan antartulang yang memungkinkan terjadinya gerak bebas. Sendi gerak dibedakan menjadi sendi peluru, sendi engsel, sendi putar, sendi pelana, sendi geser, dan sendi kondiloid.
(ADS)
