Konten dari Pengguna

Memahami Teori Hukum Mendel I dan II beserta Proses Persilangannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hukum mendel. Foto: Meiliani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hukum mendel. Foto: Meiliani/kumparan

Hukum Mendel merupakan teori pewarisan sifat yang ditemukan oleh Gregor Mendel pada tahun 1866. Teori ini menjelaskan tentang sistem sederhana untuk menganalisis sifat-sifat genetik suatu makhluk hidup.

Menurut Triwibowo Yuwono dalam buku Biologi Molekuler, prinsip yang digunakan Mendel dalam teori ini cukup sederhana. Beliau membuat persilangan antarbunga Pisum sativum yang mempunyai fenotipe berbeda-beda.

Kemudian, warna bunga dan kenampakan biji yang muncul dari hasil persilangan tersebut dijadikan dasar untuk melakukan analisis matematika. Dalam ilmu biologi, teori ini disebut juga sebagai Hukum Segregasi Bebas.

Dalam penemuannya, Gregor Mendel mengemukakan Hukum Mendel I dan II. Bagaimana proses persilangannya? Simak artikel berikut untuk mengetahui jawabannya.

Hukum Mendel 1 dan 2

Teori yang dikemukakan Mendel dalam penelitiannya termasuk dalam persilangam monohibrid dan dihibrid. Pada persilangan monohibrid, penelitian hanya menyangkut pola pewarisan satu sifat saja.

Ilustrasi hukum mendel pada tanaman Foto: Shutterstock

Mendel melakukan persilangan monohibrid untuk enam macam sifat, yaitu warna bunga (ungu-putih), warna kotiledon (hijau-kuning), warna biji (hijau-kuning), bentuk polong (rata-berlekuk), permukaan biji (halus-keriput), dan letak bunga (aksial-terminal).

Sedangkan pada persilangan dihibrid, Mendel melibatkan pola perwarisan dua macam sifat sekaligus. Beliau melakukan persilangan galur murni kedelai berbiji kuning-halus dengan galur murni berbiji hijau-keriput.

Hasilnya, didapatkan kedelai generasi F1 yang semua bijinya bersifat kuning-halus. Ketika tanaman F1 ini dibiarkan menyerbuk sendiri, maka diperoleh empat macam individu generasi F2.

Jika gen yang menyebabkan biji berwarna kuning-hijau adalah gen G dan g. Kemudian, gen yang menyebabkan biji halus-keriput adalah gen W dan w. Maka, persilangan dihibrid kedelai dapat digambarkan dalam turunan di bawah ini:

Ilustrasi hukum mendel I, persilangan monohibrid. Dok pribadi

Setelah F1 didapatkan, persilangan dilanjutkan dengan mencari keturunan F2 kedelai. Mengutip jurnal Ahmad Syahir Bin Ismail yang berjudul Genetika (2018), berikut proses turunannya:

Hukum mendel II, persilangan dihibrid. Dok pribadi

Dari persilangan di atas, dapat dihasilkan 16 keturunan kedelai dengan sifat biji kuning-halus, kuning-keriput, hijau-halus, dan hijau-keriput. Adapun perbandingan jumlahnya adalah 9 : 3 : 3 : 1.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Siapa penemu teori Hukum Mendel?

chevron-down

Gregor Mendel, ditemukan pada tahun 1866.

Apa itu Hukum Mendel?

chevron-down

Hukum Mendel menjelaskan tentang sistem sederhana untuk menganalisis sifat-sifat genetik suatu jasad hidup.

Bagaimana persilangan yang dilakukan Gregor Mendel?

chevron-down

Menggunakan teori persilangan monohibrid dan dihibrid.