Konten dari Pengguna

Memelajari atau Mempelajari, Mana Penulisan yang Benar dalam KBBI?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi buku. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi buku. Foto: Unsplash.

Kata “memelajari” atau “mempelajari” kerap ditemukan dalam karya ilmiah maupun populer bertema pendidikan. Namun, penulisan kata ini masih sering keliru dan tidak sesuai dengan standar kata baku.

Seni Handiyani dalam buku Get Success UN Bahasa Indonesia (2008), kata baku adalah kata yang pengucapan maupun penulisannya sesuai dengan kaidah yang telah ditentukan. Ciri dari kata baku adalah tidak dipengaruhi oleh bahasa daerah atau bahasa asing, tidak rancu, serta pemakaian imbuhan yang eksplisit dan konsisten.

Dalam praktiknya, masih banyak kesalahan dalam penggunaan kata baku. Beberapa orang terkadang kesulitan membedakan ragam cakap dan baku, contohnya pada kata “memelajari” atau “mempelajari”. Lantas, mana penulisan yang benar?

Memelajari atau Mempelajari?

Ilustrasi buku. Foto: Unsplash.

Kesalahan yang kerap terjadi dalam penggunaan kata baku adalah pemakaian imbuhan yang tidak tepat. Contohnya, kata “mempelajari” yang kerap ditulis “memelajari”.

Nani Darmayanti dalam buku Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengan Kejuruan Tingkat Madya (2007), imbuhan atau afiks adalah bentuk terikat yang ditambahkan pada kata dasar untuk membentuk makna baru. Imbuhan dibedakan menjadi empat jenis, yakni awalan (prefiks), sisipan (infiks) akhiran (sufiks), dan apitan (konfiks).

Mempelajari berasal dari kata dasar 'ajar' yang telah mengalami perubahan bentuk berkali-kali. Merujuk KBBI, ajar artinya petunjuk yang diberikan kepada orang supaya tahu sesuatu.

Kata ajar diberi imbuhan be- menjadi belajar. Artinya pun ikut berubah. Belajar dalam KBBI diartikan sebagai kegiatan berlatih atau upaya memperoleh ilmu atau kepandaian.

Kemudian, kata belajar diberi apitan me-i sehingga bentuknya berubah menjadi mempelajari. Imbuhan me-i pada kata “belajar” mempunyai makna “melakukan/mengerjakan sesuatu secara intens”.

Arti dari kata “mempelajari” adalah belajar dengan sungguh-sungguh. Contoh kalimatnya sebagai berikut:

  • Saya sedang mempelajari dokumen tersebut.

  • Dita akan mempelajari ilmu akupuntur setelah lulus dari SMA.

  • Mahasiswa jurusan akuntansi akan mempelajari cara menyusun dan membuat laporan keuangan.

Kata Berimbuhan Lain yang Penulisannya Sering Keliru

Ilustrasi buku. Foto: Shutterstock/Kumparan.

Selain kata "memelajari", ada banyak kata berimbuhan lain yang penulisannya masih sering keliru karena tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia. Berikut daftarnya.

Dimungkiri

“Dimungkiri” seringkali dipakai dalam karya ilmiah populer seperti cerpen atau novel. Kata tersebut kurang tepat karena berasal dari kata dasar pungkir bukan mungkir. Mungkir mempunyai arti tidak mengakui.

Merubah

Kata berimbuhan lain yang masih sering keliru penggunaannya adalah merubah. Merubah umumnya digunakan untuk menggambarkan suatu objek/kegiatan yang diganti dengan objek/kegiatan lain. Merubah sendiri berasal dari kata dasar “ubah” sehingga penulisan yang benar adalah mengubah.

Terlentang

Terlentang berasal dari kata dasar lentang yang diberi awalan ter-. Awalan ter- menunjukkan keadaan suatu objek. Namun, penulisan kata yang baku adalah telentang yang artinya terbaring dengan bagian depan tubuh menghadap atas.

(GLW)