Konten dari Pengguna

Mengapa Aktivitas Deforestasi dapat Menyebabkan Peningkatan Kadar CO2?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengapa aktivitas deforestasi dapat menyebabkan peningkatan kadar CO2. Foto: Annie Spratt/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengapa aktivitas deforestasi dapat menyebabkan peningkatan kadar CO2. Foto: Annie Spratt/Unsplash

Deforestasi atau penggundulan hutan merupakan aktivitas penghilangan kawasan hutan. Aktivitas ini umumnya dilakukan untuk alih fungsi lahan menjadi area nonhutan.

Bisa dipastikan bahwa deforestasi membawa dampak buruk bagi lingkungan dan kehidupan manusia. Hutan yang seharusnya berfungsi sebagai paru-paru dunia karena mampu menghasilkan oksigen (O2) dan menyerap karbon dioksida (CO2) pun semakin terancam. Akibatnya, kadar CO2 di atmosfer meningkat dan memperburuk kondisi lingkungan.

Pertanyaannya, mengapa aktivitas deforestasi dapat menyebabkan peningkatan kadar CO2? Yuk, simak artikel ini untuk memahami penyebabnya!

Mengapa Aktivitas Deforestasi dapat Menyebabkan Peningkatan Kadar CO2?

Ilustrasi mengapa aktivitas deforestasi dapat menyebabkan peningkatan kadar CO2. Foto: Ingemar Johnsson/Unsplash

Dalam artikel yang diunggah oleh Earth.org, salah satu dampak terbesar deforestasi adalah meningkatnya kadar CO2 di atmosfer hingga hampir 5 miliar ton setiap tahun. Jumlah tersebut setara dengan hampir 10 persen emisi tahunan yang dihasilkan manusia.

Lantas, mengapa aktivitas deforestasi dapat menyebabkan peningkatan kadar CO2? Dijelaskan dalam laman LSE Global School of Sustainanbility, ketika deforestasi terjadi, sebagian besar karbon yang tersimpan di dalam pohon akan dilepaskan kembali ke atmosfer dalam bentuk karbon dioksida.

Akibatnya, hutan yang semula berfungsi sebagai penyerap karbon justru berubah menjadi sumber emisi karbon.

Selain itu, hilangnya pepohonan juga membuat kemampuan hutan dalam menyerap CO2 dari atmosfer melalui proses fotosintesis ikut berkurang. Karena itu, semakin luas area hutan yang gundul, semakin besar pula peningkatan kadar CO2 di atmosfer.

Baca Juga: Bagaimana Sikap Kalian Melihat Kondisi Bumi pada Saat Ini? 5 Sikap yang Penting

Faktor Penyebab Adanya Deforestasi

Ilustrasi deforestasi. Foto: Aishwarya Gunde/Unsplash

Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya deforestasi. Namun, berdasarkan laporan Forest Pathways Report 2023 dari World Wildlife Fund, terdapat tiga faktor utama yang menjadi penyebab terbesar deforestasi di dunia:

1. Urbanisasi

Perluasan wilayah perkotaan menyebabkan kawasan hutan terus menyusut. Banyak lahan hutan dialihfungsikan untuk pembangunan permukiman, jalan, hingga infrastruktur lainnya.

Proyek besar seperti jalan raya, jalur listrik, dan bendungan juga dilakukan dengan membuka akses menuju kawasan hutan. Kondisi ini membuat aktivitas industri dan eksploitasi sumber daya alam di hutan semakin mudah dilakukan.

2. Perluasan Lahan Pertanian

Perluasan lahan pertanian menjadi salah satu penyebab utama deforestasi di berbagai negara. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan lahan tanam maupun area penggembalaan ternak dalam skala besar.

3. Bencana Alam

Deforestasi juga dapat dipicu oleh bencana alam, seperti kebakaran hutan, badai, dan kekeringan. Peristiwa tersebut mampu merusak kawasan hutan dalam waktu singkat dan menghilangkan banyak vegetasi.

Meski demikian, ada kalanya aktivitas manusia turut berperan dalam meningkatkan frekuensi, intensitas, dan tingkat risiko dari terjadinya bencana tersebut.

Solusi untuk Menanggulangi Deforestasi

Ilustrasi menanam pohon. Foto: Vitor Monthay/Unsplash

Mengutip situs World Vision, berikut beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk membantu menghentikan deforestasi:

  • Mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah (reduce, reuse, recycle), terutama sampah yang sulit terurai seperti plastik.

  • Menanam pohon untuk membantu memulihkan kawasan hijau dan menyerap karbon dioksida.

  • Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dengan beralih ke sepeda atau berjalan kaki guna menekan emisi karbon.

(NSF)