Mengapa Deterjen Dapat Mencemari Air? Ini Alasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Deterjen yang selama ini dikenal ampuh membersihkan pakaian ternyata dapat mengotori air hingga membahayakan kehidupan makhluk hidup lain. Pertanyaannya, mengapa deterjen dapat mencemari air?
Deterjen termasuk limbah domestik dengan kandungan senyawa kimia yang dapat merusak lingkungan apabila tidak diolah terlebih dahulu sebelum dibuang. Contoh limbah domestik lainnya adalah air tinja, air sabun mandi atau shampo, sisa makanan, dan lain sebagainya.
Menurut data dalam Laporan Kinerja Direktorat PPA 2023, kualitas air di Indonesia pada tahun 2023 berada di angka 54.59% yang di tahun sebelumnya hanya 53.88%.
Meski mengalami peningkatan, ini tidak menutup fakta bahwa masih ada wilayah yang air sungainya tercemari oleh beragam limbah, termasuk limbah domestik.
Mengapa Deterjen Dapat Mencemari Air?
Dikutip dari laman Greeneration, limbah deterjen mengandung senyawa kimia seperti fosfat, diethanolamine, alkil benzena sulfonat, dan alkil fenoksi. Senyawa tersebut sangat sulit terurai secara organik oleh mikroorganisme sehingga akhirnya mencemari air.
Selain itu, senyawa fosfat juga dapat menyebabkan eutrofikasi, yakni melimpahnya unsur hara yang menyuburkan pertumbuhan alga atau gulma di air. Apabila pertumbuhannya melebihi batas normal akan dapat menyebabkan blooming atau pelepasan racun ke air. Akibatnya, hewan dan tumbuhan di sekitarnya akan mati.
Dalam jurnal Pengaruh Pencemaran Limbah Detergen terhadap Ekosistem Perairan oleh Andriani Dwi Lestari Dalimin pun dijelaskan bahwa racun pada limbah deterjen dapat menyebabkan kerusakan organ pada organisme, seperti insang dan hati ikan.
Tidak hanya itu, alat reproduksi ikan juga dapat rusak karena adanya busa deterjen yang menutupi permukaan air. Busa juga bisa menghambat sirkulasi oksigen dalam air. Jika terus dibiarkan, maka ikan akan mati karena kekurangan oksigen.
Oleh karena itu, limbah domestik harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang. Merujuk jurnal Kandungan Pencemar Deterjen dan Kualitas Air di Perairan Muara Sungai Tapak, Semarang susunan Nurindahsari Niken Larasati dkk, pengolahan limbah domestik bisa menggunakan biofilter.
Biofilter merupakan tanaman kelompok mikroorganisme rhizosfer yang mampu menguraikan benda-benda organik atau anorganik dalam limbah. Salah satu contoh biofilter yang alami adalah tanaman mangrove.
Penyebab Pencemaran Air Lainnya
Limbah domestik bukan satu-satunya penyebab pencemaran air di sungai ataupun laut. Berikut ini sejumlah faktor lainnya dirangkum dari buku Dampak Pencemaran Air: Konsekuensi Bagi Ekosistem dan Masyarakat yang disusun Lilik Sulistyowati dan Eny Krisnawati.
Limbah industri dari pabrik, pertambangan, dan pusat produksi lainnya. Limbah ini mengandung zat kimia beracun seperti logam berat, bahan organik, dan zat-zat berbahaya lainnya.
Limbah pertanian seperti pupuk dan pestisida. Zat tersebut dapat terbawa ke aliran sungai saat hujan dan menyebabkan eutrofikasi.
Sampah plastik. Benda ini tidak dapat terurai sehingga mengganggu ekosistem air.
Minyak dan bahan bakar. Kedua zat ini dapat membentuk lapisan tipis di permukaan air yang menghambat masuknya sinar matahari. Di saat yang sama, kadar oksigen akan menurun dan membuat organisme air mati.
Baca Juga: 3 Contoh Limbah B3 Industri yang Berbahaya Bagi Lingkungan
(DEL)
