Mengapa Envelope System Dianggap Lebih Efektif Mengendalikan Perilaku Belanja?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Envelope budgeting merupakan salah satu metode sederhana dalam mengelola keuangan sehari-hari. Metode ini dilakukan dengan membagi uang ke dalam beberapa kategori pengeluaran, di mana setiap kategorinya memiliki batas dana yang telah ditentukan sejak awal.
Berbeda dengan pencatatan digital yang umumnya hanya mencatat transaksi setelah terjadi, envelope system justru membatasi jumlah uang yang dapat dibelanjakan sejak awal. Oleh karena itu, metode ini kerap dinilai lebih efektif dalam mengendalikan arus pengeluaran.
Tak hanya membantu mengatur keuangan, envelope system juga dinilai lebih efektif dalam mengendalikan perilaku belanja impulsif. Benarkah demikian? Berikut beberapa alasan mengapa envelope system dianggap lebih efektif dibandingkan pencatatan digital.
Alasan Mengapa Envelope System Dianggap Lebih Efektif dalam Mengendalikan Perilaku Belanja Impulsif Dibandingkan Pencatatan Digital
Ada beberapa faktor yang membuat envelope system dinilai lebih efektif dalam mengendalikan perilaku belanja impulsif. Dikutip dari laman Out Good Life, berikut beberapa alasannya:
1. Memiliki Batas Pengeluaran yang Jelas
Dalam envelope system, setiap kategori pengeluaran, seperti belanja kebutuhan pokok, transportasi, atau hiburan, memiliki alokasi dana yang telah ditentukan. Ketika dana pada satu kategori habis, maka pengeluaran untuk kategori tersebut harus dihentikan hingga periode anggaran berikutnya.
2. Mendorong Seseorang Berpikir Sebelum Berbelanja
Salah satu keunggulan envelope system adalah mendorong seseorang untuk berpikir sejenak sebelum melakukan pembelian. Saat melihat sisa anggaran dalam kategori tertentu semakin menipis, seseorang cenderung mempertimbangkan kembali apakah barang yang ingin dibeli benar-benar dibutuhkan atau hanya sekadar keinginan.
Cara Menerapkan Envelope System untuk Mengelola Keuangan
Agar penerapan envelope system berjalan efektif, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam menyusun dan mengelola anggaran. Mengutip laman Chase Bank, berikut langkah-langkah menerapkan envelope system agar pengeluaran lebih terkontrol:
Tentukan kategori pengeluaran: Susun beberapa kategori sesuai kebutuhan, seperti biaya tempat tinggal, belanja bulanan, transportasi, tagihan, hiburan, dan tabungan. Kategori-kategori ini akan menjadi dasar dalam penyusunan anggaran.
Siapkan amplop untuk setiap kategori: Beri label pada setiap amplop sesuai kategori pengeluaran. Jika menggunakan metode digital, Anda dapat membuat kategori serupa melalui rekening terpisah atau aplikasi pengelola keuangan.
Alokasikan dana sesuai anggaran: Bagikan pendapatan ke setiap kategori berdasarkan prioritas. Dahulukan kebutuhan pokok, kemudian sisihkan dana untuk kebutuhan lain dan tabungan.
Gunakan dana sesuai kategorinya: Setiap pengeluaran hanya boleh menggunakan dana dari kategori yang telah ditentukan. Misalnya, belanja kebutuhan sehari-hari hanya menggunakan anggaran pada kategori belanja.
Pantau sisa anggaran secara rutin: Periksa sisa dana pada setiap kategori secara berkala. Jika anggaran habis sebelum akhir periode, hentikan pengeluaran pada kategori tersebut dan lakukan evaluasi.
Evaluasi dan sesuaikan anggaran: Tinjau anggaran secara berkala. Alihkan dana yang sering tersisa ke tabungan atau kategori lain, dan tambah alokasi pada kategori yang rutin mengalami kekurangan dana.
Baca Juga: 8 Cara Mengatur Uang yang Baik dan Bijak
(ANB)
