Konten dari Pengguna

Mengapa Kekompakan Sangat Penting Ketika Menampilkan Tarian?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tari Saman
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tari Saman

Ada beragam jenis seni tari di Indonesia, mulai dari tarian tradisional hingga modern. Kedua jenis tarian tersebut seringkali dipentaskan dalam acara tertentu seperti pernikahan, upacara adat, perlombaan dan lainnya.

Jika diartikan secara umum, seni tari merupakan kesenian yang diungkapkan melalui gerakan dari tubuh fisik dan mimik manusia. Gerakan tersebut dilakukan untuk menyampaikan nilai batin pada penonton.

Sebuah tarian dapat dibawakan secara tunggal, berpasangan atau duet, dan berkelompok. Kendati demikian, tari kelompok cenderung lebih sulit dibanding tarian tunggal dan duet. Sebab, tarian kelompok membutuhkan kekompakan antara satu dengan yang lain.

Gerakan penari Saman saat tampil dalam pembukaan Festival Tari Saman di Gayo Lues, Aceh. Foto: Suparta/acehkini

Pasalnya, kekompakan memang menjadi salah satu kunci kesuksesan dari penampilan tari kelompok. Kekompakan mampu menjadikan sebuah tarian terlihat lebih indah untuk dipandang. Selain itu, kekompakan juga dapat mendukung penyampaian pesan dan makna tarian.

Untuk melatih kekompakan, para penari harus berlatih bersama secara rutin. Dengan begitu, penari dapat menghafal tarian dan menyamakan gerakan tarian dengan baik.

Di indonesia, terdapat beberapa jenis tarian yang bisa dilakukan secara berkelompok, antara lain sebagai berikut:

  • Tari Kecak massal dari Bali.

  • Tari Saman dari Aceh.

  • Tari Janger dari Bali.

  • Tari Tarawangsa dari Jawa Barat.

  • Tari Golek dari Jawa Tengah.

  • Tari Ngaseuk dari Banten.

  • Tari Jaranan dari Jawa Timur.

(GTT)