Mengapa Monera Dikatakan sebagai Makhluk Hidup Bersel Prokariotik?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Monera adalah salah satu organisme tertua di bumi yang termasuk dalam kingdom makhluk hidup bersel satu atau uniseluler. Lantas, apa yang membuat monera disebut sebagai makhluk hidup prokariotik?
Dikutip dari buku “Biologi” karya Campbell Reece (2002), ada dua jenis sel yang dikenal dalam organisme, yakni prokariotik dan eukariotik. Suatu organisme dikategorikan sebagai prokariotik jika selnya tidak memiliki inti yang dibatasi membran.
Sebaliknya, organisme dikategorikan eukariotik jika memiliki inti sel yang dilindungi oleh membran. Untuk memahami mengapa monera disebut sebagai makhluk hidup bersel prokariotik, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Mengapa Monera Dikatakan sebagai Makhluk Hidup Bersel Prokariotik?
Monera dikatakan sebagai makhluk hidup bersel prokariotik karena organisme dalam kingdom ini, seperti bakteri dan arkea, inti selnya tidak dilapisi membran inti. Materi genetik mereka, yaitu DNA, terletak langsung di dalam sitoplasma tanpa dilindungi oleh membran inti.
Sebagaimana yang dijelaskan dalam buku berjudul “Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 1 B” yang ditulis oleh Ir. Budi Prasodjo, sel-sel monera juga tidak memiliki organel-organel yang terikat membran seperti pada sel eukariotik, sehingga struktur sel mereka lebih sederhana.
Dalam kingdom monera, tidak terdapat mitokondria untuk produksi energi, lisosom untuk pencernaan zat, plastida untuk fotosintesis, atau badan golgi untuk transportasi. Selain itu, retikulum endoplasma yang berfungsi untuk sintesis protein juga tidak ditemukan.
Untuk memahami monera dengan lebih baik, berikut ciri-ciri yang membedakan monera dengan kingdom lainnya:
Tersusun dari organisme uniseluler atau satu sel.
Tidak memiliki organel yang terbungkus membran.
Memiliki variasi jenis sel.
Tipe sel yang dimiliki adalah
Bersifat autotrof dan heterotrof
Memiliki dinding sel yang terbuat dari peptidoglikan.
Melakukan reproduksi secara aseksual, yaitu melalui pembelahan diri atau pembentukan endospora.
Baca juga: 3 Peran Organisme Kingdom Monera dalam Kehidupan Sehari-hari
Klasifikasi Kingdom Monera
Mengutip buku “Praktis Belajar Biologi” karya Fictor Ferdinand P. & Moekti Ariebowo (2009), kingdom monera merupakan makhluk hidup yang paling banyak ditemukan di alam semesta, karena memiliki ukuran kecil dan mampu bereproduksi dengan sangat cepat.
Berdasarkan struktur selnya, kingdom Monera dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu eubacteria (bakteri) dan archaebacteria (akrae). Adapun penjelasannya sebagai berikut:
1. Archaebacteria (Arkea)
Archaebacteria atau arkea merupakan kelompok bakteri purba yang sering ditemukan di habitat ekstrem. Ciri-ciri utama dari archaebacteria antara lain:
Archaebacteria tidak memiliki peptidoglikan pada dinding selnya.
Memiliki lipid membran yang khas.
Dapat bertahan hidup di lingkungan ekstrem, seperti suhu tinggi, kadar garam tinggi, atau pH yang sangat asam atau basa.
Terbagi menjadi tiga kelompok utama: metanogen, halofilik, dan termofilik.
2. Eubacteria (Bakteri Sejati)
Eubacteria atau bakteri sejati adalah kelompok monera yang paling umum ditemui dan memiliki tingkat keragaman yang luas. Ciri-ciri utama dari eubacteria antara lain:
Memiliki berbagai cara untuk memperoleh energi, seperti fotoautotrof, kemoautotrof, fotoheterotrof, dan kemoheterotrof.
Dapat dibedakan berdasarkan bentuk sel, seperti kokus, basil, atau spiral.
Beberapa jenis memiliki flagela sebagai alat gerak.
Dinding selnya mengandung peptidoglikan.
Dapat bersifat aerob atau anaerob.
(RK)
