Konten dari Pengguna

Mengapa Nabi Muhammad Disebut Rasul Terakhir?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kaligrafi Nabi Muhammad. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Kaligrafi Nabi Muhammad. Foto: pixabay

Nabi Muhammad adalah rasul yang diutus oleh Allah SWT untuk menyebarkan agama Islam. Beliau dinobatkan sebagai Nabi yang paling mulia di antara seluruh nabi. Keistimewaannya ini disebutkan oleh Syeikh Tohir bin Sholih dalam kitabnya Al-Jawahirul Kalamiyah.

“Sifat yang membedakannya ada tiga. Beliau adalah Nabi yang paling mulia, beliau diutus untuk semua makhluk, dan beliau adalah Nabi terakhir, maka tidak akan pernah datang setelahnya Nabi yang lain.”

Lalu mengapa Nabi Muhammad disebut rasul terahir?

Nabi Muhammad Rasul Terakhir

Nabi Muhammad disebut sebagai rasul terakhir yang diutus oleh Allah SWT. Wahyu kenabian yang diembannya sudah terputus sejak beliau wafat.

Kaum Muslim sepakat bahwa Nabi Muhammad SAW adalah penutup nabi-nabi dan siapapun yang menyatakan diri sebagai nabi setelahnya adalah seorang pembohong dan Kafir. Kesepakatan ini tentunya selaras dengan firman-firman Allah SWT, salah satunya Surat Al-Ahzab ayat 40:

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَـٰكِن رَّسُولَ اللَّـهِ وَ خَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

Artinya: Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

Mengenai wahyu kenabian yang telah terputus ini juga sempat dibahas Rasulullah.

عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال: قال رسول الله :إن الرسالة والنبوة قد انقطعت فلا رسول بعدي ولا نبي، قال: فشق ذلك على الناس فقال: «ولكن المبشرات»، قالوا: يا رسول الله وما المبشرات؟ قال: «رؤيا الرجل المسلم وهي جزء من أجزاء النبوة» رواه الإمام أحمد والترمذي والحاكم

Artinya: Rasulullah Muhammad bersabda, "Sesungguhnya kerasulan dan kenabian itu sudah terputus. Maka tak ada rasul juga tak ada nabi setelahku." Anas ibn Malik (periwayat hadits) berkata: "Hal itu memberatkan manusia." Kemudian Rasulullah bersabda: "Tetapi (masih ada) al-mubasyirat." Para sahabat bertanya, " Ya Rasulallah, apakah maksud al-mubasyirat itu?" Rasulullah menjawab, "Mimpi (yang baik) dari seorang Muslim adalah bagian dari kenabian." (HR. Imam Ahmad, Tirmudzi, dan Al-Hakim).

Maka, sudah sepatutnya umat Muslim meyakini bahwa Rasulullah adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus oleh Allah SWT. Tidak boleh ada keraguan soal itu, sebab syariat yang dibawanya adalah bentuk kesempurnaan akidah.

Mengutip buku Terjemahan Al-Jawahirul Kalamiyah karya Bahrudin Achmad, Syeikh Tohir bin Sholih pernah berkata:

"Nabi Muhammad SAW sebagai penutup para nabi karena hikmah dan tujuan diutusnya para nabi kepada umat manusia adalah: ajakan makhluk untuk menyembah Allah SWT, menujukkan mereka ke jalan yang benar / lurus dalam urusan dunia dan akhirat, memproklamirkan perkara ghaib dan semua hal yang tak bisa dicapai oleh akal pikiran manusia, menentukan dalil- dalil qhoth'i dan menghilangkan kerancuan-kerancuan yang bathil, sedangkan syari'at Nabi Muhammad SAW telah mencakup dan menjelaskan kesemuanya itu dengan sangat sempurna schingga eksistensinya yang relevan selalu dengan kondisi umat dalam berbagai masa, tempat dan keadaan. Dengan demikian manusia tidak butuh lagi seorang Nabi sepeninggal Nabi Muhammad SAW, sebenarnya karena kesempurnaan telah purna. Dari sini kita tahu rahasia diutusnya beliau untuk semua makhluk dan makhluk adalah makhluk yang paling sempurna baik postur tubuh ataupun akhlaknya."

(MSD)