Mengapa Penting Mempertimbangkan Kondisi Peserta Didik dalam Pembelajaran?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam program PPG Guru Tertentu, setiap peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga diminta menyusun cerita reflektif dari pengalaman mengajarnya. Salah satu bagian penting dari modul PPG ini adalah Latihan Pemahaman Modul 2 PSE Topik 1.
Materi tersebut berfokus pada bagaimana guru dapat menerapkan pembelajaran sosial emosional (PSE) secara efektif. Di antara berbagai soal reflektif yang muncul, ada satu pertanyaan yang penting untuk dicermati, yaitu: “Mengapa penting mempertimbangkan kondisi peserta didik dalam pembelajaran sosial emosional?”
Pertanyaan ini mengajak guru untuk selalu memahami kondisi murid demi membangun lingkungan belajar yang aman dan inklusif. Oleh karena itu, bagi Bapak/Ibu guru yang sedang menyusun jawaban reflektif untuk tugas ini, berikut beberapa referensi jawaban yang dapat digunakan.
Mengapa Penting Mempertimbangkan Kondisi Peserta Didik dalam Pembelajaran Sosial Emosional?
Dikutip dari kanal YouTube Kelasku Seru dan Sukses Selalu, berikut beberapa referensi jawabannya:
Referensi Jawaban 1:
Menurut saya, mempertimbangkan kondisi peserta didik dalam penerapan pembelajaran sosial dan emosional (PSE) adalah hal yang sangat penting, bahkan seharusnya menjadi budaya di lingkungan sekolah.
Dengan begitu, murid akan terbiasa menyelesaikan masalah secara damai dan menghargai pendapat orang lain. Mereka juga belajar untuk bersikap sabar, memahami perbedaan, dan bekerja sama dalam kelompok, sehingga keterampilan sosial dan emosional mereka berkembang secara nyata.
Selain itu, lingkungan belajar yang penuh pengertian dan empati membuat murid merasa aman untuk mengekspresikan diri, bertanya, atau mencoba hal baru tanpa takut salah.
Referensi Jawaban 2:
Bagi saya, memperhatikan kondisi peserta didik merupakan hal yang esensial dalam pelaksanaan pembelajaran sosial emosional. Sebab, mengabaikan kondisi individu sama saja dengan meniadakan fondasi dasar dari efektivitas PSE itu sendiri.
Langkah ini menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan penuh rasa hormat. Ketika guru peka terhadap perasaan dan pengalaman siswa, mereka dapat mencegah terjadinya bullying, diskriminasi, atau perilaku negatif lainnya yang muncul akibat kurangnya empati.
Lingkungan di mana setiap siswa merasa dilihat, didengar, dan dihargai akan mendorong partisipasi aktif dalam proses PSE. Siswa pun akan merasa lebih aman untuk mengekspresikan diri dan mempraktikkan keterampilan sosial-emosional baru.
Singkatnya, tidak ada pendekatan “satu ukuran cocok untuk semua” dalam PSE. Mempertimbangkan kondisi peserta didik adalah langkah awal untuk merancang pembelajaran yang benar-benar efektif.
Bukan hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membantu setiap individu tumbuh secara holistik dan mencapai potensi terbaiknya. Inilah esensi dari pembelajaran yang berpusat pada siswa.
Baca Juga: Apa Saja Kendala yang Dirasakan Saat Pelaksanaan Ujian PPG? Ini Penjelasannya!
(ANB)
