Mengapa Presiden Venezuela Ditangkap Amerika? Begini Alasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Amerika Serikat (AS) kembali mengejutkan dunia setelah melancarkan serangan ke Venezuela pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat. Serangan tersebut dilakukan oleh militer Amerika di sejumlah titik strategis di ibu kota Caracas.
Dalam operasi yang sama, Amerika juga mengklaim telah menahan Presiden Venezuela Nicolás Maduro bersama istrinya, Cilia Flores. Lantas, mengapa Presiden Venezuela ditangkap oleh Amerika? Untuk mengetahui alasan di baliknya, simak penjelasan berikut ini!
Mengapa Presiden Venezuela Ditangkap Amerika?
Dikutip dari laman The New York Times, penangkapan Nicolás Maduro dilakukan melalui Operasi Absolute Resolve yang melibatkan pasukan gabungan dari berbagai cabang militer. Pemerintah Amerika menilai penangkapan tersebut memiliki dasar yang cukup jelas.
Ada dua alasan utama mengapa Presiden Venezuela ditangkap, yakni masuknya ratusan ribu warga Venezuela ke Amerika secara besar-besaran, serta tuduhan peredaran narkoba dan keterlibatan geng narkoterorisme.
1. Krisis Migrasi Venezuela
Trump menuding Venezuela sebagai sumber gelombang migran yang memadati perbatasan selatan Amerika dalam beberapa tahun terakhir. Sejak krisis ekonomi 2013, sekitar delapan juta warga Venezuela dilaporkan meninggalkan negaranya, di mana mayoritas menuju negara-negara Amerika Latin.
Selain itu, Presiden Donald Trump juga mengklaim bahwa pemerintahan Nicolas Maduro secara sengaja mengirim para tahanan dan pasien rumah sakit jiwa ke Amerika. Tuduhan tersebut dibantah keras oleh pemerintah Venezuela dan disebut tidak berdasar.
2. Jalur Narkoba dan Jaringan Kriminal
Alasan kedua penangkapan Presiden Venezuela berkaitan dengan klaim bahwa negara tersebut menjadi jalur transit utama penyelundupan kokain serta berperan dalam krisis fentanil di AS. Pemerintah AS kemudian menetapkan Tren de Aragua dan Cartel de los Soles sebagai organisasi teroris asing.
Trump bahkan menuding Maduro sebagai pemimpin Cartel de los Soles. Sejumlah analis menyebut Cartel de los Soles bukan kelompok terstruktur, melainkan istilah untuk menggambarkan oknum pejabat korup yang membiarkan kokain melintas melalui Venezuela.
Profil Singkat Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Disadur dari The Guardian, Maduro merupakan Presiden Venezuela yang mulai menjabat pada 2013 menggantikan Hugo Chavez. Chavez sendiri dikenal sebagai tokoh sosialis yang kerap mengusung retorika anti-Amerika dan memberi pengaruh kuat terhadap arah politik Venezuela.
Maduro memimpin Venezuela selama 12 tahun dan kerap disebut sebagai pemimpin dengan gaya otoriter. Pemerintahannya diwarnai berbagai tuduhan, mulai dari pelanggaran hak asasi manusia hingga praktik kecurangan pemilu demi mempertahankan kekuasaan.
Sebelum menjadi presiden, karier politik Meduro bersinar dengan menempati sejumlah jabatan penting, antara lain:
Terpilih sebagai anggota Chamber of Deputies pada 1998
Menjadi anggota Majelis Konstituante pada 1999
Menjabat anggota National Assembly sejak 2000
Menjadi Presiden Majelis Nasional pada 2005–2006
Menjabat Menteri Luar Negeri dari 2006 hingga 2012
Diangkat sebagai Wakil Presiden setelah pemilu 2012 oleh Hugo Chávez
Baca juga: Profil Nicolas Maduro, Presiden Venezuela yang Didakwa Narkoterorisme oleh AS
(RK)
