Mengapa Seorang Mukmin Harus Menghindari Sikap Temperamental?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Temperamental atau mudah marah adalah salah satu sifat yang harus dihindari setiap muslim. Pemahaman tentang mengapa seorang mukmin harus menghindari sikap temperamental dalam kehidupan sehari-hari menjadi hal penting karena dampaknya dirasakan di kehidupan dunia dan akhirat.
Dalam ajaran Islam, sifat ini dikenal dengan istilah ghadhab, yaitu kondisi seseorang mudah tersulut emosi akibat ketidaksenangan terhadap perlakuan orang lain. Agar lebih paham, simak penjelasan berikut ini!
Apa itu Ghadhab?
Secara bahasa Arab, ghadhab berasal dari akar kata ghadiba–yaghdhibu–ghadhaban. Menurut Sayyid Muhammad Nuh dalam kitab 'Afatun 'ala at-Thariq, sebagaimana dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas X (2021) oleh Kemendikbudristek, marah adalah perubahan emosional yang mendorong seseorang untuk menyerang dan menyakiti orang lain demi melampiaskan apa yang bergejolak di dalam hati.
Imam An-Nawawi menambahkan bahwa dalam perspektif ilmu tasawuf, marah merupakan dorongan nafsu dari hati yang memicu aliran darah ke wajah sehingga menimbulkan rasa benci. Sifat ini diibaratkan seperti api yang tersembunyi di dalam dada, sehingga wajah seseorang yang sedang marah tampak memerah.
Penyebab Munculnya Sifat Temperamental
Ada dua faktor penyebab ghadhab sebagai berikut:
1. Faktor Fisik (Jasmaniah)
Kelelahan berlebihan yang menyebabkan seseorang menjadi lebih sensitif.
Kekurangan zat tertentu dalam tubuh, seperti zat asam yang memicu reaksi kimia pada otak.
Pengaruh hormonal, seperti pre-menstrual syndrome yang memengaruhi suasana hati.
2. Faktor Psikis (Rohaniah)
Sifat ujub atau terlalu bangga pada diri sendiri sehingga tidak tahan bila tidak mendapat pengakuan orang lain.
Perdebatan dan perselisihan yang tidak dilandasi nilai-nilai Islam.
Senda gurau yang melampaui batas dan menyakiti hati orang lain.
Ucapan keji dan tidak sopan yang memancing kemarahan.
Bibit permusuhan dan kebencian terhadap orang lain.
Alasan Mengapa Seorang Mukmin Harus Menghindari Sikap Temperamental
Dirangkum dari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas X (2021) oleh Kemendikbudristek, berikut alasan mukmin harus menghindari sikap temperamental dalam kehidupan sehari-hari.
1. Perintah Langsung dari Rasulullah SAW
Rasulullah SAW pernah berulang kali menjawab wasiat yang diminta seorang sahabat dengan satu kalimat yang sama, yakni "Janganlah engkau marah." (H.R. Bukhari). Pengulangan ini menunjukkan betapa seriusnya larangan bersikap temperamental dalam Islam.
2. Marah Tidak Menyelesaikan Masalah
Sifat ghadhab tidak pernah menjadi jalan keluar dari suatu permasalahan. Sebaliknya, kemarahan yang tidak terkendali justru memicu persoalan baru, memperkeruh keadaan, serta membuka peluang munculnya tindakan destruktif yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
3. Berdampak Buruk bagi Hubungan Sosial
Ketika seseorang tidak mampu menahan amarah, bibit permusuhan dan kebencian dengan orang-orang di sekitarnya menjadi sangat besar. Melampiaskan kemarahan dengan mengucapkan kata-kata kasar juga akan meninggalkan luka yang tidak mudah hilang.
4. Menahan Marah Mendatangkan Pahala Besar
Allah SWT menjanjikan balasan surga bagi siapa saja yang mampu menahan amarah, sebagaimana tercantum dalam surat Ali Imran ayat 133-134. Ayat tersebut menyebutkan bahwa orang-orang bertakwa adalah mereka yang berinfak di waktu lapang maupun sempit, menahan amarah, dan memaafkan kesalahan orang lain.
5. Ukuran Kekuatan Sejati Seorang Muslim
Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang kuat bukanlah mereka yang menang dalam perkelahian fisik, melainkan orang yang mampu menguasai dirinya di saat sedang marah (H.R. Bukhari dan Muslim). Dengan demikian, menahan amarah adalah cerminan kekuatan sejati yang diajarkan dalam Islam.
(FHK)
Baca juga: Bagaimana Tata Cara Salat Jumat di Sekitar Tempat Tinggalmu? Ini Jawabannya
