Konten dari Pengguna

Mengapa Volume Termasuk Besaran Turunan? Ini Penjelasannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi besaran turunan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi besaran turunan. Foto: Unsplash

Besaran dalam fisika adalah sifat atau gejala alam yang dapat diukur. Ketika mengukur panjang sebuah meja, maka panjang disebut besaran karena dapat diukur.

Untuk mengetahui nilai besaran, perlu dilakukan pengukuran. Pengukuran bergantung pada satuan yang dipakai. Jika satuan yang digunakan berbeda, hasilnya akan berbeda pula.

Besaran terbagi menjadi besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok menjadi dasar besaran lain. Sedangkan, besaran turunan merupakan kombinasi dari beberapa besaran pokok.

Salah satu contoh besaran turunan adalah volume. Lalu, mengapa volume termasuk besaran turunan? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan berikut.

Mengapa Volume Termasuk Besaran Turunan?

Ilustrasi besaran turunan. Foto: Unsplash

Mengutip buku IPA Fisika Jilid 1 oleh Mikrajuddin, volume termasuk besaran turunan karena merupakan kombinasi dari tiga besaran pokok, yakni panjang, lebar, dan tinggi.

Mengutip buku Pengantar Fisika 1 oleh Bambang Murdaka Eka Jati, satuan volume dalam SI adalah meter kubik (m³) dan merupakan turunan dari satuan panjang, yakni meter (m). Namun, dalam kehidupan sehari-hari lebih sering digunakan satuan sentimeter kubik (cm³).

Mengutip buku SKM (Sukses Kuasai Materi) IPA SMP Kelas VII, VIII, IX oleh Bambang Ruwanto dan Arifin, untuk mengukur volume bangun yang bentuknya teratur, dapat menggunakan rumus. Misalnya untuk mengukur bangun berbentuk balok, maka rumusnya adalah panjang x lebar x tinggi. Sedangkan, untuk mengakur volume benda padat yang tidak teratur bentuknya, dapat menggunakan gelas ukur atau gelas pancur.

Untuk volume zat cair, umumnya dinyatakan dalam satuan liter (l) di mana 1 liter = 1.000 cm³. Ukuran dalam orde liter biasa dilakukan dengan wadah silinder atau gelas ukur. Cairan dalam silinder akan membentuk permukaan cekung yang disebut meniskus. Pembacaan volume terkadi pada meniskus yang menunjuk pada angka.

Contoh lain besaran turunan adalah massa jenis yang merupakan kombinasi besaran massa dan volume. Jadi, massa jenis merupakan turunan dari besaran pokok massa dan panjang.

Terdapat tujuh besaran pokok, yakni panjang dengan satuan (m), massa dengan satuan kilogram (kg), waktu dengan satuan detik/sekon (s), suhu dengan satuan kelvin (K), kuat arus listrik dengan satuan ampere (A), intensitas cahaya dengan satuan candela (Cd), dan jumlah zat dengan satuan mol.

(AFM)