Konten dari Pengguna

Mengenal 4 Fungsi Manajemen dalam Ekonomi

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi manajemen. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi manajemen. Foto: Pixabay

Ilmu manajemen penting untuk diterapkan dalam sebuah organisasi atau perusahaan agar tujuan dapat tercapai. Secara etimologis, menajemen berasal dari bahasa Perancis kuno “management” yang berarti “seni melaksanakan dan mengatur”.

Beberapa ahli juga mengemukakan definisi manajemen. Salah satunya adalah George E. Terry yang menyatakan bahwa manajemen adalah suatu proses kerangka kerja yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok ke arah tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.

Menurut G.R. Terry, fungsi manajemen ada empat, yaitu planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (pelaksanaan), dan controlling (pengawasan). Berikut ini adalah penjabarannya:

Planning (Perencanaan)

Perencanaan merupakan proses meyiapkan seperangkat keputusan yang diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu. Perencanaan akan memberikan kejelasan arah bagi setiap kegiatan agar dapat dilaksanakan seefisien dan seefektif mungkin.

Ketika seseorang menyusun perencanaan, mereka harus memastikan memenuhi unsur-unsur berikut agar kegiatan berjalan lancar. Unsur-unsur perencanaan yakni:

  1. Tindakan apa yang harus dikerjakan

  2. Faktor-faktor penyebab dalam melakukan tindakan

  3. Lokasi tindakan tersebut dilakukan

  4. Waktu pelaksanaan tindakan

  5. Siapa yang akan melakukan tindakan tersebut

  6. Metode pelaksanaan tindakan

Baca Juga: Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

Ilustrasi rapat. Foto: Pixabay

Organizing (pengorganisasian)

Pengorganisasian merupakan pengaturan kerja sesuai dengan tujuan organisasi dengan sumber daya keuangan, fisik, dan manusia dalam suatu struktur formal organisasi.

Pengorganisasian diperlukan untuk mempertegas hubungan antara anggota satu dengan yang lain dan agar setiap anggota organisasi dapat mengetahui apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab masing-masing sesuai dengan posisinya dalam struktur organisasi. Pengorganisasian memungkinkan tercapainya tujuan dengan mudah.

Mengutip dari Kemdikbud, Ernest Dale mengemukakan tiga langkah dalam proses pengorganisasian, yaitu:

  1. Pemerincian seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi.

  2. Pembagian beban pekerjaan total menjadi kegiatan-kegiatan yang logik dapat dilaksanakan oleh satu orang.

  3. Pengadaan dan pengembangan suatu mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan para anggota menjadi kesatuan yang terpadu dan harmonis.

Actuating (Pelaksanaan)

Pelaksanaan merupakan upaya kepemimpinan untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan dan menggerakkan tenaga kerja sehingga mereka berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan. Menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

  • Perintah

Perintah dapat dilakukan oleh seseorang yang memiliki wewenang. Karena wewenang yang telah menjadi mandat tersebut, seseorang memiliki kuasa untuk memerintahkan orang lain guna melaksanakan sesuatu.

  • Pengaruh

Menggerakkan seseorang dengan pengaruh dilakukan dengan membangun kesadaran dan keinginan dari dalam diri anggota organisasi agar mereka secara sukarela mau melakukan sesuatu.

Controlling (Pengawasan)

Controlling atau pengawasan adalah usaha menentukan apa yang sedang dilaksanakan dengan cara menilai hasil yang telah dicapai. Apabila terjadi penyimpangan di mana letak penyimpangan itu dan bagaimana tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah tujuan organisasi tercapai.

Tahap-tahap pengawasan terdiri dari:

  1. Penentuan standar

  2. Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan

  3. Pengukuran pelaksanaan kegiatan

  4. Pembanding pelaksanaan dengan standar dan analisa penyimpangan

  5. Pengambilan tindakan koreksi bila diperlukan

(ERA)