Mengenal 5 Prinsip Asesmen Kurikulum Merdeka, Apa Saja?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Asesmen atau penilaian adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru secara berkala untuk mengukur kemampuan peserta didik terhadap capaian pembelajaran. Dalam memberikan penilaian, guru perlu berpedoman pada prinsip-prinsip asesmen Kurikulum Merdeka.
Seperti diketahui, Kurikulum Merdeka diterapkan secara nasional awal tahun 2024. Kurikulum Merdeka adalah sistem yang memberikan kebebasan kepada guru untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik.
Asesmen dalam Kurikulum Merdeka dilakukan pada awal, proses, dan akhir pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip yang telah ditentukan. Apa saja prinsip asesmen Kurikulum Merdeka?
Prinsip Asesmen Kurikulum Merdeka
Dijelaskan dalam buku Implementasi Kurikulum Merdeka oleh Prof. Dr. H. E. Mulyasa (2023), asesmen adalah penilaian kemajuan dan perkembangan hasil belajar peserta didik. Asesmen juga dapat diartikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar murid.
Ada dua jenis asesmen yang digunakan oleh guru dalam Kurikulum Merdeka, yakni asesmen sumatif dan asesmen formatif.
Asesmen sumatif adalah penilaian yang dilakukan untuk memastikan tujuan pembelajaran di sekolah telah tercapai. Sementara itu, asesmen formatif adalah penilaian yang bertujuan memberikan umpan balik kepada guru dan siswa untuk memperbaiki proses belajar dan mengajar.
Berikut ini prinsip-prinsip asesmen Kurikulum Merdeka yang dikutip dari situs Merdeka Mengajar.
1. Terpadu
Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses dan fasilitas pembelajaran. Fungsi asesmen sebagai penyedia informasi yang terpadu untuk guru, murid, hingga orang tua/wali agar dapat melakukan refleksi dan menentukan strategi pembelajaran selanjutnya.
2. Fungsional
Asesmen atau penilaian harus dirancang dan dilaksanakan secara fungsional atau sesuai dengan fungsi asesmen tersebut. Meski begitu, guru punya keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan pembelajaran.
3. Adil, Proporsional, Valid dan Reliable
Dalam menjelaskan kemajuan belajar siswa, asesmen juga perlu memenuhi syarat adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable). Guru maupun siswa dapat menggunakan asesmen tersebut sebagai dasar penyusunan program pembelajaran yang sesuai.
4. Laporan asesmen sederhana dan informatif
Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik harus ditulis secara sederhana dan informatif. Hindari penulisan yang bertele-tele agar siswa dan orang tua mudah memahaminya.
Dalam menyajikan laporan asesmen, guru juga perlu memberikan umpan balik kepada siswa dan mendiskusikan aksi tindak lanjutnya bersama orang tua.
5. Digunakan sebagai bahan refleksi
Hasil asesmen atau penilaian terkait perkembangan belajar siswa dapat digunakan oleh murid, guru, maupun orang tua/wali sebagai bahan refleksi untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan siswa. Selain itu, asesmen juga bisa digunakan untuk meningkatkan pembelajaran dan prestasi siswa yang bersangkutan.
(GLW)
