Mengenal Agnostik, Pandangan Ketidakpercayaan Terhadap Tuhan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Istilah agnostik akhir-akhir ini kerap diperbincangkan oleh beberapa masyarakat. Bahkan, fenomena pengakuan seseorang yang menjadi seorang agnostik juga telah ditemukan baik di kehidupan nyata maupun platform media tertentu.
Agnostik sebenarnya merupakan istilah populer dari agnostisisme. Agnostisisme berasal dari bahasa Yunani, “gnostein” artinya tahu; mengetahui dan “a” artinya tidak. Sementara secara harfiah, agnostisisme adalah seseorang yang tidak mengetahui.
Menurut seorang filsuf bernama William L. Rowe, agnostik adalah seseorang yang tidak percaya atau mendustakan keberadaan Tuhan. Kemudian dalam arti sempit, agnostik adalah pandangan bahwa akal manusia secara rasional tidak mampu membenarkan keberadaan Tuhan.
Lantas apa saja sebenarnya bentuk-bentuk agnostik yang ada di dalam kehidupan manusia? Simak ulasan lengkapnya yang dilansir dari Merajut Damai dalam Kebinekaan karya Ahmad Nurkholis (2017:82).
Bentuk-bentuk Agnostik
Dalam perkembangan selanjutnya, agnostik dapat dibagi menjadi beberapa bentuk yang hingga kini juga masih diperdebatkan keberadaannya, di antaranya meliputi:
1. Agnostik Ateisme
Kategori agnostik ateisme adalah mereka yang ragu mengenai keberadaan Tuhan. Sehingga mereka memilih untuk tidak mempercayai adanya Tuhan.
2. Agnostik Teisme
Golongan ini ragu mengenai keberadaan Tuhan, namun memilih mencoba mempercayai Tuhan secara personal. Sehingga, mereka tidak butuh memeluk suatu agama tertentu untuk menyembah Tuhan.
3. Apatis atau Agnostisisme Pragmatis
Mereka yang termasuk ke dalam bentuk agnostik pragmatis memiliki pandangan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan ada atau tidaknya Tuhan dalam bentuk apapun.
Agnostik Berbeda dengan Ateisme
Secara sederhana, agnostik seringkali hampir disamakan dengan paham ateisme. Padahal, sebenarnya keduanya mengandung pengertian dan praktik yang berbeda.
Seseorang yang menganut paham ateisme, secara tegas menyakini Tuhan itu tidak ada. Bagi mereka, alam semesta (termasuk makhluk di dalamnya) merupakan proses alamiah yang terjadi dalam rentang waktu yang sangat panjang.
Sementara agnostik hanya menyatakan bahwa dirinya tidak tahu, entah keberadaan Tuhan itu ada atau tidak. Meskipun secara praktik ateisme dan agnostik memiliki tujuan masing-masing, keduanya sama-sama menolak konsep agama.
(VIO)
