Konten dari Pengguna

Mengenal Apa Itu Cold Moon sebagai Fenomena Supermoon Terakhir Tahun Ini

Berita Hari Ini
Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
2 Desember 2025 16:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Mengenal Apa Itu Cold Moon sebagai Fenomena Supermoon Terakhir Tahun Ini
Fenomena Cold Moon akan menghiasi langit malam pada 4 Desember 2025. Sebenarnya, apa itu Cold Moon dan apa makna di balik penamaannya? Berikut penjelasan selengkapnya.
Berita Hari Ini
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Supermoon Cold Moon. Foto: Henry Romero/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Supermoon Cold Moon. Foto: Henry Romero/REUTERS
ADVERTISEMENT
Menjelang akhir tahun, langit malam akan dihiasi cahaya memukau dari fenomena Cold Moon atau Bulan Dingin. Fenomena ini sekaligus menandai puncak rangkaian supermoon yang sebelumnya muncul berturut-turut pada Oktober dan November.
ADVERTISEMENT
Menurut laman BBC Sky at Night Magazine, Cold Moon akan mencapai fase purnama penuh pada Kamis, 4 Desember 2025. Adapun waktu puncaknya tepat pada pukul 14.48 UTC atau 21.48 WIB jika dikonversi ke waktu Indonesia.
Pada momen ini, bulan akan tampak lebih terang dan bulat sempurna. Meski puncaknya terjadi pada malam hari, penampakan bulan purnama tetap dapat dinikmati hingga tengah malam, terutama jika langit cerah tanpa hujan atau mendung.
Sebenarnya, apa itu Cold Moon dan dari mana asal penamaannya? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Apa Itu Cold Moon?

Ilustrasi Cold Moon. Foto: Kai Pfaffenbach/REUTERS
Dikutip dari laman Forbes, Cold Moon adalah bulan purnama yang biasanya muncul pada bulan Desember. Pada tahun 2025, purnama ini akan terlihat pada 4 Desember dan bertepatan dengan fenomena supermoon.
ADVERTISEMENT
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, Cold Moon akan menjadi supermoon terakhir yang muncul di tahun 2025. Purnama ini juga menjadi penutup dari total 12 purnama yang berlangsung sepanjang tahun.
Mengutip laman The Old Farmer's Almanac, supermoon Desember akan berada lebih dekat ke Bumi, dengan jarak terdekat sekitar 221.965 mil. Pada posisi ini, Bulan tampak sedikit lebih besar dan lebih terang dibanding purnama biasa.
Pada puncak ketinggiannya, Cold Moon akan membentuk segitiga langit yang menawan bersama gugus bintang Pleiades dan bintang terang Aldebaran di rasi Taurus. Selain itu, planet Jupiter juga akan tampak berdekatan dengan Bulan.
Di sisi lain langit, rasi musim dingin paling ikonik, Orion, juga akan melengkapi panorama malam saat Cold Moon bersinar.
ADVERTISEMENT
Untuk menikmati pemandangan ini secara optimal, Anda bisa mengamatinya dari tempat yang lebih tinggi. Selain itu, area terbuka atau garis pantai yang menghadap ke timur juga menjadi pilihan ideal untuk melihat Bulan terbit dengan jelas.
Setelah Cold Moon, pengamat langit masih dapat menantikan fenomena menarik berikutnya, yaitu Wolf Moon, yang akan hadir pada 3 Januari 2026. Purnama ini menjadi supermoon keempat sekaligus pembuka musim dingin di belahan Bumi utara.

Mengapa Disebut Cold Moon?

Ilustrasi Cold Moon. Foto: Louiza Vradi/REUTERS
Mengutip laman BBC Sky at Night Magazine, sejak dahulu suku-suku asli Amerika memberi nama pada setiap purnama sebagai penanda perubahan musim. Beberapa di antaranya yang terdengar unik, seperti Strawberry Moon dan Worm Moon.
Strawberry Moon, misalnya, menjadi penanda musim panen stroberi pada bulan Juni. Sementara Worm Moon menandai datangnya musim semi ketika cacing tanah mulai muncul dan menjadi sumber makanan bagi hewan yang keluar dari hibernasi.
ADVERTISEMENT
Adapun Cold Moon sendiri dinamai demikian untuk menandai datangnya musim dingin di banyak wilayah belahan bumi utara. Beberapa suku juga menyebutnya Long Nights Moon karena durasi malam di bulan itu terasa lebih panjang.
(ANB)