Konten dari Pengguna

Mengenal Apa Itu Copywriting, Cara Membuat, dan Contohnya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membuat copywriting. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membuat copywriting. Foto: Freepik

Copywriting menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam marketing. Seperti salesman yang memasarkan produk dengan cara menarik dan persuasif, copy juga memiliki fungsi yang sama, namun umumnya menggunakan tulisan sebagai medianya.

Dengan teknologi komunikasi yang makin meresap dalam keseharian masyarakat, kemampuan copywriting bisa menjadi aset yang menguntungkan. Nah untuk Anda yang ingin terjun dalam bidang ini, pahami dulu apa itu copywriting dan cara membuatnya.

Apa Itu Copywriting?

Copywriting adalah teknik untuk menghasilkan tulisan dengan tujuan untuk mendapatkan respons dari pembaca. Copywriting umumnya berupa tulisan, bisa juga narasi yang dibacakan announcer atau bahkan dalam bentuk jingle berupa lirik lagu.

Menurut Agustrijanto dalam Copywriting: Seni Mengasah Kreatifitas dan Memahami Bahasa Iklan, tujuan copywriter adalah membentuk perilaku pembeli, terpenuhinya pesan penjualan, serta membujuk konsumen agar tertarik dengan produk yang diiklankan.

Oleh sebab itu, seorang copywriter harus dapat “menjangkau” perasaan audiens. Tujuannya untuk menciptakan iklan yang dapat membangkitkan emosi konsumen agar mencoba dan membeli produk yang diiklankan.

Cara Membuat Copywriting

Ada teknik tertentu yang dapat Anda praktikkan untuk membuat copy yang menarik. Ikuti langkah-langkahnya berikut ini:

Mengikuti Prinsip AIDCA

Sebuah copy yang berkualitas akan ‘menjual’ jika memenuhi kriteria AIDCA. Apa itu?

  • Attention (perhatian): bersifat menarik perhatian audiens.

  • Interest (minat): membuat audiens penasaran.

  • Desire (keinginan): dapat mempengaruhi hasrat audiens.

  • Conviction: dapat meyakinkan audiens.

  • Action (tindakan): dapat menghasilkan tindakan yang diinginkan dari pembaca.

Menerapkan Slippery Slide

Ilustrasi copywriter. Foto: Freepik

Seorang copywriter harus memastikan audiens tertarik pada tulisan sampai akhir. Nah Anda dapat menerapkan konsep slippery slide untuk hal ini. Slippery slide adalah konsep di mana setiap kalimat dalam teks didukung oleh kalimat selanjutnya.

Untuk dapat melakukannya, posisikan diri sebagai audiens. Lalu susun kalimat secara efektif dengan mempertimbangkan minat audiens. Jangan sampai kalimat-kalimat tersebut membuat audiens kehilangan rasa ingin tahunya di tengah jalan.

Pendekatan

Selain memperhatikan isi dan susunan kata, Anda juga perlu memilih pendekatan seperti apa yang sekiranya cocok dengan brand yang dipasarkan dan dapat menarik perhatian audiens. Beberapa pendekatan dalam copywriting di antaranya adalah:

  • Rasional: Memasukkan logika, misalnya produk tersebut mempunyai nilai guna apa, bagaimana kinerjanya, dan kapan waktu yang tepat untuk menggunakannya.

  • Emosional: Masukkan sisi emosi seperti rasa bangga, humor, rasa nyaman, percaya diri, dan lain-lain dalam copywriting.

  • Moral: Pendekatan moral merujuk pada hal-hal yang bisa mengubah kebiasaan seseorang. Misalnya, “Penggunaan Bahan X Bisa menyebabkan penyakit Y, maka beralihlah ke herbal.”

Contoh Copywriting

Tampilan Medium. Foto: Medium

Pada halaman "Our Story" di Medium, mereka mencoret hal-hal yang cenderung tidak disukai oleh audiens dalam platform sosial. Sebagai gantinya, mereka menuliskan semua yang ingin dilihat oleh audiens. Ini adalah contoh copywriting yang sederhana namun efektif.

Contoh copywriting. Foto: Wardah

Wardah adalah produk kosmetik yang dikhususkan untuk perempuan. Mereka dengan cerdik menghubungkan produk mereka dengan isu pemberdayaan perempuan yang kini banyak menjadi sorotan.

(ERA)