Mengenal Apa itu Fetish dari Perspektif Psikologi

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fetish termasuk dalam parafilia, yaitu perilaku seksual abnormal yang ditandai dengan fantasi serta dorongan seksual yang intens dan terus menerus. Melansir dari WebMD, parafilia melibatkan objek, aktivitas, atau situasi yang biasanya tidak dianggap merangsang secara seksual oleh kebanyakan orang.
Istilah fetisisme berasal dari bahasa Portugis feitico yang artinya "daya tarik yang sangat kuat". Dalam psikologi, fetish adalah sebuah kondisi saat seseorang merasakan gairah seksual pada benda mati atau bagian tubuh yang non genital dan non seksual.
Jadi objek fetish bisa berupa bagian tubuh seperti kaki, pakaian dalam, sepatu wanita, seragam tertentu, dan lain sebagainya. Beberapa waktu lalu, publik Tanah Air sempat digegerkan dengan kasus mahasiswa bernama Gilang yang memiliki kesenangan seksual ketika melihat pria dibungkus kain jarik.
Meski demikian, fetish adalah hal yang wajar selama masih dalam batas normal. Fetish bahkan dapat menjadi bagian dari kehidupan seksual yang sehat dan menyenangkan bagi individu dan pasangan.
Dikutip dari Healthline, fetish tidak dianggap sebagai gangguan selama tidak menyebabkan tekanan atau merugikan diri sendiri dan orang lain.
Gejala Fetish
Mengutip Psychology Today, dalam banyak kasus seseorang yang memiliki gangguan ini hanya dapat terangsang dan mencapai orgasme saat ada objek fetish. Mereka seringkali merasa tertekan karena tidak mampu terangsang secara normal.
Dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi 5, kriteria diagnosis fetish adalah sebagai berikut:
Dalam waktu setidaknya 6 bulan, seseorang memiliki fantasi, dorongan, atau perilaku yang berulang dan intens, di mana hasrat seksual melibatkan benda mati atau bagian tubuh nongenital.
Fantasi dan perilaku seksual menyebabkan tekanan yang signifikan dan mengganggu fungsi sosial, pekerjaan, dan kehidupan pribadi
Objek fetish bukanlah hal yang dari awal dirancang untuk kebutuhan seksual
Frequently Asked Question Section
Parafilia dalam Psikologi

Parafilia dalam Psikologi
Parafilia adalah ketertarikan atau fantasi seksual yang tidak wajar terhadap benda, situasi, atau kelompok individu tertentu.
Apakah Memiliki Fetish adalah Hal yang Normal?

Apakah Memiliki Fetish adalah Hal yang Normal?
Dalam DSM-5, fetish tidak dianggap sebagai gangguan selama tidak menyebabkan tekanan atau merugikan diri sendiri dan orang lain. Memiliki fetish adalah hal yang wajar selama masih dalam batas normal.
Objek Fetish

Objek Fetish
Benda mati atau bagian tubuh non genital dan non seksual. Contohnya kaki, pakaian dalam, high heels, dan lain sebagainya.
(ERA)
