Mengenal Apa Itu Friendzone, Hubungan yang Tidak Lebih dari Sekedar Teman

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Friendzone adalah istilah yang kerap digunakan untuk menggambarkan hubungan pertemanan antara dua orang, di mana salah satu pihak mengharapkan hubungan yang lebih dari sekedar teman. Sayangnya, pihak lainnya justru tidak menginginkan hal tersebut.
Bisa dikatakan bahwa friendzone adalah istilah lain dari cinta yang bertepuk sebelah tangan. Terkadang, orang yang terjebak dalam hubungan ini tidak menyadari bahwa posisinya hanya dianggap sebagai teman.
Ia terlalu nyaman dengan hubungan tersebut sehingga tak sadar bahwa sedang dalam status friendzone. Ia menganggap hubungannya spesial, namun di sisi lain hubungan ini dianggap biasa saja oleh pihak lainnya.
Terkadang, hubungan friendzone juga dikaitkan dengan komunikasi yang buruk. Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang friendzone selengkapnya untuk Anda.
Apa Itu Friendzone?
Pada dasarnya, friendzone adalah situasi ketika seseorang mengejar perasaan romantis kepada orang lain yang tidak memiliki perasaan serupa. Dalam situasi ini, orang yang dikejar hanya melihat dirinya sebagai teman.
Mengutip buku The Friend Zone: A Guide to Getting Out and Staying Out by Dr. Chiara Sabattini, friendzone sering dikaitkan dengan masalah komunikasi dalam hubungan. Di mana salah satu pihak tidak menyampaikan perasaannya dengan jelas kepada orang yang ia suka hingga akhirnya timbul kesalahpahaman.
Terkadang, hubungan friendzone membuat perasaan salah satu pihak sakit hati. Ia telah menaruh banyak harapan kepada orang yang disukainya, padahal orang tersebut tidak memiliki perasaan yang sama.
Apa Ciri-ciri Friendzone?
Dikutip dari situs Cosmopolitan dan sumber lain, berikut ini beberapa ciri yang dapat menunjukkan bahwa seseorang berada dalam situasi friendzone, antara lain:
Seseorang mengejar perasaan romantis kepada orang lain, namun orang tersebut hanya melihatnya sebagai teman.
Seseorang mengalami kesulitan untuk menyampaikan perasaannya dengan jelas kepada orang yang dikejar. Sehingga, orang tersebut tidak menangkap sinyal yang jelas tentang perasaannya.
Seseorang merasa tidak dihargai atau diabaikan oleh orang yang dikejar.
Seseorang merasa tidak diperhatikan atau dianggap tidak penting oleh orang yang dikejar.
Seseorang merasa tidak diakui sebagai calon pasangan romantis.
Seseorang merasa dimanfaatkan oleh orang yang disukainya untuk kebutuhan tertentu.
Apakah Friendzone Bisa Menjadi Pacar?
Meski ada, jarang sekali ada hubungan friendzone yang berakhir menjadi pacar. Kebanyakan hanya akan berjalan dengan status sebatas teman saja dan cinta salah satu pihak bertepuk sebelah tangan.
Ketika salah satu pihak menyatakan perasaan, biasanya pihak lain akan merasa canggung. Ia merasa terbebani dengan hal ini, sehingga memilih untuk pergi dari hubungan tersebut atau dikenal dengan istilah ghosting.
Pada dasarnya, perasaan romantis tidak dapat dipaksakan oleh siapapun. Sehingga, seseorang yang merasa cintanya bertepuk sebelah tangan tidak bisa melakukan apapun.
Gimana Cara Keluar dari Friendzone?
Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk keluar dari friendzone, di antaranya:
1. Menyampaikan perasaan dengan jelas
Jika Anda menginginkan hubungan yang lebih dari sekedar teman, maka sampaikanlah perasaan dengan jelas kepadanya. Ini akan memberikan dia kesempatan untuk merespons dan merasakan hal yang sama.
2. Menunjukkan sisi terbaik
Menjadi teman yang baik, selalu mendukungnya, dan setia padanya bisa menjadi cara terbaik untuk bertahan di hubungan friendzone. Ini dapat membuat dia melirik Anda. Sehingga, Anda pun memiliki kesempatan untuk menjalin hubungan asmara dengannya.
3. Perlahan menjauhinya
Jika ingin keluar dari hubungan friendzone, Anda bisa perlahan menjauhinya. Terlebih ketika Anda sudah menyatakan perasaan, namun dia tidak menunjukkan ketertarikan yang sama. Jangan musuhi orang yang Anda suka karena akan membuat hubungan kalian menjadi canggung.
Kenapa Seseorang Selalu Berada di Hubungan Friendzone?
Ada beberapa alasan mengapa seseorang selalu berada dalam hubungan friendzone. Dirangkum dari situs MTV dan Psych2go, berikut penjelasannya:
Kesalahan komunikasi: Anda tidak menyampaikan perasaan dengan jelas kepada orang yang disukai, sehingga dia tidak bisa menangkap sinyal dari Anda.
Perbedaan perasaan: Anda mungkin menaruh perasaan romantis kepada si dia, namun dia tidak memiliki perasaan yang sama.
Perbedaan keinginan: Anda menginginkan hubungan yang romantis seperti pacaran, sedangkan dia hanya ingin hubungan platonic atau pertemanan.
Perilaku yang tidak menarik: Anda tidak menunjukkan sikap yang dia harapkan, sehingga tidak mampu menarik perhatiannya.
Fokus pada satu orang: Anda terlalu fokus kepada si dia dan tidak membuka kesempatan dengan orang lain.
Perbedaan tingkat kematangan: Si dia mungkin belum siap untuk sebuah hubungan romantis, sedangkan orang yang dikejar sudah siap.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa itu friendzone?

Apa itu friendzone?
Friendzone adalah istilah yang kerap digunakan untuk menjelaskan hubungan pertemanan antara dua orang, di mana salah satu pihaknya mengharapkan hubungan yang lebih dari sekedar teman.
Kenapa friendzone membuat salah satu pihak sakit hati?

Kenapa friendzone membuat salah satu pihak sakit hati?
Karena seseorang merasa tidak dibalas perasaannya oleh orang yang dia suka.
Kenapa seseorang selalu berada di hubungan friendzone?

Kenapa seseorang selalu berada di hubungan friendzone?
Terlalu fokus dan mengharapkan satu orang, namun enggan membuka kesempatan kepada orang lain.
